alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Warga Kapas dan Temayang Gagal Terima BPNTD

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Warga di Kecamatan Kapas dan Temayang tahun ini gagal menerima bantuan pangan nontunai daerah (BPNTD). Gegaranya, data calon penerima di dua kecamatan itu gagal input di dinas sosial (dinsos). Dinsos beralasan pemerintah desa (pemdes) terlambat menyetorkan data calon penerima.

 

Kabid Pemberdayaan Sosial dan Pengentasan Kemiskinan Dinsos Bojonegoro Murtiasih Fatimah mengatakan, desa-desa di dua kecamatan itu terlambat mengusulkan data penerima BPNTD ke instansinya.

 

Data penerima bansos bersumber APBD itu baru masuk setelah tahapan input di dinsos selesai dilakukan. Hal itu membuat warga diusulkan menerima bansos di dua kecamatan tidak bisa terdata sebagai penerima tahun ini. ‘’Jadi, belum bisa diakomodir tahun ini,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Mulai Puncak Pengiriman Barang
- Advertisement -

 

Murti menjelaskan, data penerima bansos dua kecamatan gagal itu akan diakomodir lagi tahun depan. Namun, pihaknya harus memverifikasi terlebih dulu. Jika usulan layak, bisa dimasukkan penerima tahun depan.

 

‘’Tahun depan kalau memang layak menerima bisa diinput lagi,’’ ungkapnya.

 

Kecamatan Temayang terdiri atas 12 desa. Sedangkan Kecamatan Kapas terdiri 21 desa. Dinsos belum memastikan jumlah data penerima gagal input itu. ‘’Jumlannya akan saya cek lagi yang masuk,’’ ungkapnya.

 

Jumlah total penerima BPNTD 3.194 orang. Semua jumlah itu sudah menerima surat keterangan (SK) bupati. Nominal diterimakan Rp 200 ribu per bulan. (zim/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Warga di Kecamatan Kapas dan Temayang tahun ini gagal menerima bantuan pangan nontunai daerah (BPNTD). Gegaranya, data calon penerima di dua kecamatan itu gagal input di dinas sosial (dinsos). Dinsos beralasan pemerintah desa (pemdes) terlambat menyetorkan data calon penerima.

 

Kabid Pemberdayaan Sosial dan Pengentasan Kemiskinan Dinsos Bojonegoro Murtiasih Fatimah mengatakan, desa-desa di dua kecamatan itu terlambat mengusulkan data penerima BPNTD ke instansinya.

 

Data penerima bansos bersumber APBD itu baru masuk setelah tahapan input di dinsos selesai dilakukan. Hal itu membuat warga diusulkan menerima bansos di dua kecamatan tidak bisa terdata sebagai penerima tahun ini. ‘’Jadi, belum bisa diakomodir tahun ini,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Nyai Hajah Asmanah, Perempuan dan Penebar Dakwah di Bojonegoro (3)
- Advertisement -

 

Murti menjelaskan, data penerima bansos dua kecamatan gagal itu akan diakomodir lagi tahun depan. Namun, pihaknya harus memverifikasi terlebih dulu. Jika usulan layak, bisa dimasukkan penerima tahun depan.

 

‘’Tahun depan kalau memang layak menerima bisa diinput lagi,’’ ungkapnya.

 

Kecamatan Temayang terdiri atas 12 desa. Sedangkan Kecamatan Kapas terdiri 21 desa. Dinsos belum memastikan jumlah data penerima gagal input itu. ‘’Jumlannya akan saya cek lagi yang masuk,’’ ungkapnya.

 

Jumlah total penerima BPNTD 3.194 orang. Semua jumlah itu sudah menerima surat keterangan (SK) bupati. Nominal diterimakan Rp 200 ribu per bulan. (zim/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/