alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Pabrikan Tembakau Masih Ragu Buka Pembelian

BOJONGORO, Radar Bojonegoro – Para petani tembakau di Bojonegoro harus sabar. Pabrikan rokok masih banyak belum menentukan kuota pembelian. Masih kerap turunnya hujan menjadi penyebabb pabrikan ragu melakukan pembelian.

‘’Pabrikan khawatir dengan kualitasnya,’’ kata Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Imam Nurhamid Arifin.

Hujan dengan intensitas tinggi dikhawatirkan membuat kualitas tembakau jadi buruk. Hal itu membuat pabrikan ragu-ragu akan melakukan pembelian dalam jumlah besar. Mereka lebih memilih menunggu cuaca lebih terkendali.

Keraguan pabrikan memang wajar. Mereka menginginkan kualitas tembakau bagus. ‘’Kalau masih turun hujan, bisa jadi mereka tidak melakukan pembelian,’’ jelasnya,

Data pabrikan rokok ada delapan. Mulai pabrikan kecil hingga besar. Mereka semua beroperasi di Bojonegoro. Namun, dari delapan itu baru dua melakukan konfirmasi pembelian. Satu pabrikan siap membeli sebanyak 4.000 ton rajangan. Satu pabrikan lainnya membeli tembakau hasil open 130 ton. ‘’Sisanya masih masih menunggu cuaca cerah,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Dana Desa Bisa Dipangkas, jika Tidak Sesuai  Regulasi

Wakil Ketua Komisi B DPRD Sigit Kushariyanto meminta DKPP segera memastikan kuota serapan tembakau karena berkaitan nasib petani. ‘’Tembakau salah satu komoditi banyak ditanam. Jadi, harus ada kepastian,’’ jelasnya.

Sigit yakin harga tembakau bisa lebih baik. Saat ini hujan juga sudah mulai tidak turun. Dia bertahap hingga panen tembakau berakhir, intensitas hujan tidak tinggi. (zim/rij)

BOJONGORO, Radar Bojonegoro – Para petani tembakau di Bojonegoro harus sabar. Pabrikan rokok masih banyak belum menentukan kuota pembelian. Masih kerap turunnya hujan menjadi penyebabb pabrikan ragu melakukan pembelian.

‘’Pabrikan khawatir dengan kualitasnya,’’ kata Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Imam Nurhamid Arifin.

Hujan dengan intensitas tinggi dikhawatirkan membuat kualitas tembakau jadi buruk. Hal itu membuat pabrikan ragu-ragu akan melakukan pembelian dalam jumlah besar. Mereka lebih memilih menunggu cuaca lebih terkendali.

Keraguan pabrikan memang wajar. Mereka menginginkan kualitas tembakau bagus. ‘’Kalau masih turun hujan, bisa jadi mereka tidak melakukan pembelian,’’ jelasnya,

Data pabrikan rokok ada delapan. Mulai pabrikan kecil hingga besar. Mereka semua beroperasi di Bojonegoro. Namun, dari delapan itu baru dua melakukan konfirmasi pembelian. Satu pabrikan siap membeli sebanyak 4.000 ton rajangan. Satu pabrikan lainnya membeli tembakau hasil open 130 ton. ‘’Sisanya masih masih menunggu cuaca cerah,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Diuntungkan Musim Panen Tidak Bersamaan di Lamongan

Wakil Ketua Komisi B DPRD Sigit Kushariyanto meminta DKPP segera memastikan kuota serapan tembakau karena berkaitan nasib petani. ‘’Tembakau salah satu komoditi banyak ditanam. Jadi, harus ada kepastian,’’ jelasnya.

Sigit yakin harga tembakau bisa lebih baik. Saat ini hujan juga sudah mulai tidak turun. Dia bertahap hingga panen tembakau berakhir, intensitas hujan tidak tinggi. (zim/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/