alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Anggarkan Rp 5 Juta per Semester

Pendaftar Kuliah RPL Desa Tembus 1.230 Aparatur

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pendaftar program rekognisi pembelajaran lampau (RPL) tembus seribu aparatur desa. Hingga kemarin (1/3) sebanyak 1.230 aparatur desa mendaftar kuliah cepat strata satu (S-1).  Hari ini terakhir penyetoran berkas. Nantinya akan ada seleksi berkas dari tim dibentuk daerah. Tiap peserta yang lolos dianggarkan Rp 5 juta per semester.

 

“Selain peserta mendaftar langsung dari universitas, berkas juga dikumpulkan kepada tim seleksi di daerah untuk diseleksi,” kata Kepala Bidang (Kabid)  Pembangunan dan Kerja Sama Desa/Kelurahan dan Teknologi Tepat Guna (PKD TTG) Muhammad Imam Affan ditemui di kantornya kemarin.

 

Affan menjelaskan, salah satu alasan adanya seleksi berkas di daerah untuk ketepatan penerima. Mengantisipasi jika dilakukan universitas, pendaftar dari luar daerah bisa masuk. “Kemarin saya juga dihubungi dari salas satu perangkat desa di luar daerah, ingin ikut program, padahal hanya untuk Bojonegoro,” ungkap dia.

Baca Juga :  Tiga Parpol Baru Bentuk Fraksi

 

Affan memaparkan, pendaftar saat ini difokuskan kepala desa (Kades), perangkat desa (perades), badan permusyawaratan desa (BPD) dan pendammping desa. Dari 1.230 orang, didominasi perades. “Sebab tidak ada pemberian kuota dari masing masing jabatan,” jelasnya.

 

Setelah ada perjanjian dengan universitas, pembayaran uang kuliah tunggal disesuaikan uang kuliah tunggal (UKT) masing-masing jurusan. Pihaknya mengaku telah ada kesepakatan setiap orang mendapatkan Rp 5 juta per semester. “Bisa kurang namun tidak akan lebih dari Rp 5 juta,” jelasnya.

 

Terkait anggaran dikeluarkan daerah, pihaknya masih menghitung. Nantinya akan dilakukan perubahan APBD di perjalanan tahun ini. Pembayaran ditransfer dari daerah, penerima manfaat tinggal belajar.

 

Baca Juga :  Peduli Lingkungan, 18 Komunitas Bersihkan Kali Sambong

“Program baru, sedangkan anggaran tahun ini sudah ditetapkan sebelumnya, sehingga perlu adanya perubahan anggaran,” jelasnya.

Program RPL desa ada beberapa jurusan sudah disediakan. Yakni administrasi negara, ilmu ekonomi konsentrasi ekonomi pembangunan, akuntansi publik, manajemen pembangunan, akuntansi, PLS keahlian pemberdayaan masyarakat, sosiologi, dan pendidikan sosiologi. (luk/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pendaftar program rekognisi pembelajaran lampau (RPL) tembus seribu aparatur desa. Hingga kemarin (1/3) sebanyak 1.230 aparatur desa mendaftar kuliah cepat strata satu (S-1).  Hari ini terakhir penyetoran berkas. Nantinya akan ada seleksi berkas dari tim dibentuk daerah. Tiap peserta yang lolos dianggarkan Rp 5 juta per semester.

 

“Selain peserta mendaftar langsung dari universitas, berkas juga dikumpulkan kepada tim seleksi di daerah untuk diseleksi,” kata Kepala Bidang (Kabid)  Pembangunan dan Kerja Sama Desa/Kelurahan dan Teknologi Tepat Guna (PKD TTG) Muhammad Imam Affan ditemui di kantornya kemarin.

 

Affan menjelaskan, salah satu alasan adanya seleksi berkas di daerah untuk ketepatan penerima. Mengantisipasi jika dilakukan universitas, pendaftar dari luar daerah bisa masuk. “Kemarin saya juga dihubungi dari salas satu perangkat desa di luar daerah, ingin ikut program, padahal hanya untuk Bojonegoro,” ungkap dia.

Baca Juga :  Peduli Lingkungan, 18 Komunitas Bersihkan Kali Sambong

 

Affan memaparkan, pendaftar saat ini difokuskan kepala desa (Kades), perangkat desa (perades), badan permusyawaratan desa (BPD) dan pendammping desa. Dari 1.230 orang, didominasi perades. “Sebab tidak ada pemberian kuota dari masing masing jabatan,” jelasnya.

 

Setelah ada perjanjian dengan universitas, pembayaran uang kuliah tunggal disesuaikan uang kuliah tunggal (UKT) masing-masing jurusan. Pihaknya mengaku telah ada kesepakatan setiap orang mendapatkan Rp 5 juta per semester. “Bisa kurang namun tidak akan lebih dari Rp 5 juta,” jelasnya.

 

Terkait anggaran dikeluarkan daerah, pihaknya masih menghitung. Nantinya akan dilakukan perubahan APBD di perjalanan tahun ini. Pembayaran ditransfer dari daerah, penerima manfaat tinggal belajar.

 

Baca Juga :  Digrebek Satpol PP, Pasagan Mobil Goyang Diminta Menikah

“Program baru, sedangkan anggaran tahun ini sudah ditetapkan sebelumnya, sehingga perlu adanya perubahan anggaran,” jelasnya.

Program RPL desa ada beberapa jurusan sudah disediakan. Yakni administrasi negara, ilmu ekonomi konsentrasi ekonomi pembangunan, akuntansi publik, manajemen pembangunan, akuntansi, PLS keahlian pemberdayaan masyarakat, sosiologi, dan pendidikan sosiologi. (luk/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/