alexametrics
27.8 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Rekor, Lolos Donorkan Plasma Konvalesen Lima Kali

Radar Tuban – Ali Efendi membuktikan olahraga merupakan salah satu faktor penting menciptakan kekebalan tubuh. Penyintas Covid-19 yang sembuh sejak awal Desember lalu itu kemarin (1/3) sekitar pu kul 13.00 lolos skrining untuk melakukan donor plasma kelima kalinya.

Donor tersebut berlangsung di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Tuban, Jalan Pramuka. Anggota Kodim 0811 Tuban ter sebut memecah rekor pendonor plasma terbanyak di Bumi Wali. Untuk sementara hanya Ali yang mendonor plasma hingga 5 kali. Selanjutnya, 4 orang mendonor 3 kali dan 18 orang mendonor 2 kali. Puluhan penyintas lain hanya sekali.

Kepala Unit Donor Darah PMI Tuban Didik Suharsoyo mengatakan, bisa donor plasma lebih dari tiga kali tergolong langka. Pasca dinyatakan sembuh dari Covid-19, rata-rata antibodi seseorang hanya bisa didonorkan 1-2 kali saja.

Baca Juga :  Optimalisasi Kebun PKK dalam Menunjang Tridharma Perguruan Tinggi

‘’Rata-rata antibodi bertahan hanya sampai tiga bu lan, jarang sekali yang bisa lebih,’’ jelas dia kepada Jawa Pos Radar Tuban. Dokter yang juga direktur Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Tuban ini mengatakan, hobi olahraga yang dilakukan Ali bisa menjadi salah satu faktor yang menguatkan kekebalan tubuhnya.

Karena itu, meski donor yang kelima, titer antibodi anggota TNI AD berusia 52 tahun tersebut masih cukup bagus untuk ditransfusikan ke pasien lain yang sedang dirawat. ‘’Jika hasil laboratorium menyatakan bisa donor berarti antibodinya masih layak untuk menolong orang lain,’’ kata dia.

Dalam kasus lain, ungkap Didik, ada seorang warga Surabaya yang bisa lolos donor plasma hingga sepuluh kali. Hal ini menjadi bukti bahwa antibodi atau kekebalan tubuh seseorang berbeda-beda. Bisa jadi eks pasien Covid-19 yang sudah sembuh 4—5 bulan lalu masih bisa mendonorkan plasma mereka untuk menolong pasien lain. ‘’Meski sudah sembuh lebih dari tiga bulan masih berpeluang lolos donor plasma, nanti cek laboratorium dulu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Positif Covid Bertambah 13 Orang, Salah Satunya Anak Usia 11 Tahun

Radar Tuban – Ali Efendi membuktikan olahraga merupakan salah satu faktor penting menciptakan kekebalan tubuh. Penyintas Covid-19 yang sembuh sejak awal Desember lalu itu kemarin (1/3) sekitar pu kul 13.00 lolos skrining untuk melakukan donor plasma kelima kalinya.

Donor tersebut berlangsung di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Tuban, Jalan Pramuka. Anggota Kodim 0811 Tuban ter sebut memecah rekor pendonor plasma terbanyak di Bumi Wali. Untuk sementara hanya Ali yang mendonor plasma hingga 5 kali. Selanjutnya, 4 orang mendonor 3 kali dan 18 orang mendonor 2 kali. Puluhan penyintas lain hanya sekali.

Kepala Unit Donor Darah PMI Tuban Didik Suharsoyo mengatakan, bisa donor plasma lebih dari tiga kali tergolong langka. Pasca dinyatakan sembuh dari Covid-19, rata-rata antibodi seseorang hanya bisa didonorkan 1-2 kali saja.

Baca Juga :  Masih Zona Oranye, Lamongan Lanjutkan PPKM

‘’Rata-rata antibodi bertahan hanya sampai tiga bu lan, jarang sekali yang bisa lebih,’’ jelas dia kepada Jawa Pos Radar Tuban. Dokter yang juga direktur Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Tuban ini mengatakan, hobi olahraga yang dilakukan Ali bisa menjadi salah satu faktor yang menguatkan kekebalan tubuhnya.

Karena itu, meski donor yang kelima, titer antibodi anggota TNI AD berusia 52 tahun tersebut masih cukup bagus untuk ditransfusikan ke pasien lain yang sedang dirawat. ‘’Jika hasil laboratorium menyatakan bisa donor berarti antibodinya masih layak untuk menolong orang lain,’’ kata dia.

Dalam kasus lain, ungkap Didik, ada seorang warga Surabaya yang bisa lolos donor plasma hingga sepuluh kali. Hal ini menjadi bukti bahwa antibodi atau kekebalan tubuh seseorang berbeda-beda. Bisa jadi eks pasien Covid-19 yang sudah sembuh 4—5 bulan lalu masih bisa mendonorkan plasma mereka untuk menolong pasien lain. ‘’Meski sudah sembuh lebih dari tiga bulan masih berpeluang lolos donor plasma, nanti cek laboratorium dulu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Noni, Nyonya, hingga Tuan Belanda

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/