alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Banyak Terpapar, Pemkab Tuban Terapkan Sif Kerja

Radar Tuban – Persebaran Covid-19 semakin tak terkontrol. Jumlah masyarakat Tuban yang terpapar terus bertambah. Bahkan, banyak menyasar aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tuban.

Dari staf hingga kepala dinas. Terbaru, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tuban M. Nurhasan. Saat ini, dia masih menjalani perawatan menyusul statusnya yang dinyatakan positif Covid-19.

Selain itu, sebagian pejabat lainnya dikabarkan mengalami sakit. Sebelumnya, dinas kependudukan dan pencatatan sipil (disdukcapil) juga terpaksa menutup kantor pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) untuk sementara waktu setelah sejumlah pegawainya terpapar Covid-19.

Totalnya 3 pegawai pelayanan adminduk yang dinyatakan positif Covid-19 dan 7 pegawai lainnya sakit. Begitu juga dengan pelayanan perbankan. Salah satunya Bank Jatim. Terpaksa harus menutup pelayanan untuk sementara waktu menyusul banyaknya karyawan yang terpapar virus jenis SARS CoV-2 tersebut.

Baca Juga :  Mabuk Tuak, Kepruk Teman Minum Hingga Tewas

Kendati kondisinya semakin mengkhawatirkan, Pemkab Tuban belum meningkatkan status pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PP KM) biasa. ‘’Untuk PPKM masih sama seperti sebelumnya,’’ terang Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tuban Arif Handoyo.

Untuk kebijakan lebih lanjut, kata dia, masih menunggu petunjuk dari pemerintah provinsi. Namun demikian, tegas Arif, aturan penekanan peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 mulai diting katkan. Khususnya ASN di lingkup pemkab setempat.

Salah satu penekanan yang mulai di terapkan, adalah sistem sif hari kerja. Yakni, satu hari bekerja di kantor satu hari bekerja dari rumah. Pembagian kerja secara sif tersebut untuk memastikan minimal 50 persen saja pegawai yang bekerja di kantor.

Baca Juga :  Angka Kasus Melandai, Perlahan Tempat Hiburan Mulai Dibuka

‘’Untuk pegawai dengan gejala sakit mengarah pada Covid-19, seperti pilek, batuk tidak berda hak, demam, dan sesak napas, dapat langsung dipertimbangkan bekerja dari rumah dan segera memeriksakan diri ke dokter,’’ tegasnya.

Radar Tuban – Persebaran Covid-19 semakin tak terkontrol. Jumlah masyarakat Tuban yang terpapar terus bertambah. Bahkan, banyak menyasar aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tuban.

Dari staf hingga kepala dinas. Terbaru, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tuban M. Nurhasan. Saat ini, dia masih menjalani perawatan menyusul statusnya yang dinyatakan positif Covid-19.

Selain itu, sebagian pejabat lainnya dikabarkan mengalami sakit. Sebelumnya, dinas kependudukan dan pencatatan sipil (disdukcapil) juga terpaksa menutup kantor pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) untuk sementara waktu setelah sejumlah pegawainya terpapar Covid-19.

Totalnya 3 pegawai pelayanan adminduk yang dinyatakan positif Covid-19 dan 7 pegawai lainnya sakit. Begitu juga dengan pelayanan perbankan. Salah satunya Bank Jatim. Terpaksa harus menutup pelayanan untuk sementara waktu menyusul banyaknya karyawan yang terpapar virus jenis SARS CoV-2 tersebut.

Baca Juga :  1.069 Angsana Ditebang, Belum Jadwalkan Penanaman Pohon Kembali

Kendati kondisinya semakin mengkhawatirkan, Pemkab Tuban belum meningkatkan status pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PP KM) biasa. ‘’Untuk PPKM masih sama seperti sebelumnya,’’ terang Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tuban Arif Handoyo.

Untuk kebijakan lebih lanjut, kata dia, masih menunggu petunjuk dari pemerintah provinsi. Namun demikian, tegas Arif, aturan penekanan peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 mulai diting katkan. Khususnya ASN di lingkup pemkab setempat.

Salah satu penekanan yang mulai di terapkan, adalah sistem sif hari kerja. Yakni, satu hari bekerja di kantor satu hari bekerja dari rumah. Pembagian kerja secara sif tersebut untuk memastikan minimal 50 persen saja pegawai yang bekerja di kantor.

Baca Juga :  Foto Paspor CJH Dipercepat

‘’Untuk pegawai dengan gejala sakit mengarah pada Covid-19, seperti pilek, batuk tidak berda hak, demam, dan sesak napas, dapat langsung dipertimbangkan bekerja dari rumah dan segera memeriksakan diri ke dokter,’’ tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/