alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Sigap dan Tanggap Darurat

Radar Tuban – PT PJB UBJOM PLTU Tanjung Awar-Awar Tuban mendapat ancaman peledakan bom kemarin (31/3) pagi. Dengan kesigapan Tim Tanggap Darurat, tim medis, tim pemadam kebakaran, dan sekuriti, ancaman terhadap perusahaan pem bangkitan listrik tersebut berhasil ditangkal.

Ancaman terjadi sekitar pukul 09.00. Berawal dari orang misterius meng hubungi admin building. Dia mengancam akan meledakkan bom di gedung admin apabila tidak memenuhi sejumlah uang tebusan. Akibatnya, resepsionis panik dan meneruskan informasi kepada ketua Tim Tanggap Darurat.

Tim langsung merespons cepat dengan mengabarkan ancaman tersebut kepada General Manager PT PJB UBJOM PLTU Tanjung Awar-Awar Mohammad Heryono yang juga kapten Tim Tanggap Darurat. Dia pun menyiapkan peralatan dan personel. Langkah cepat pun dilakukan dengan mengevakuasi gedung admin.

Dia dibantu satpam mengarahkan karyawan yang sedang work from office (WFO) ke assembly point. Karyawan yang telah dievakuasi diatur barisannya sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 Absensi dilakukan supervisor SDM dengan mencocokkan jumlah karyawan yang WFO maupun work from home (WFH).

Baca Juga :  Musnahkan Ribuan Pil Ekstasi

Tujuannya, untuk mengetahui apakah masih ada karyawan di gedung admin yang masih tertinggal. Di sela proses evakuasi ledakan bom, tim pemadam kebakaran bergerak cepat. Tak berselang lama api membesar yang mengakibatkan sekuriti yang terlibat evakuasi terkena percikan api. Api berhasil dipadamkan.

Sementara sekuriti yang menjadi korban ditangani tim medis dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Tim Tanggap Darurat pun melaporkan kepada ketua Tim Tanggap Darurat bahwa api berhasil dipadamkan dan satu korban telah ditangani dan dilakukan perawatan. Laporan diteruskan ke general manager. General Manager PT PJB UBJOM PLTU Tanjung Awar-Awar yang memantau langsung simulasi tersebut mengimbau agar dilakukan investigasi lebih lanjut dan tetap siaga untuk mengantisipasi aksi teror lanjutan.

Namun, tiba-tiba ada laporan dari komandan regu satpam bahwa telah di tangkap seorang pria misterius di anjungan tunai mandiri (ATM) depan PT PJB UBJOM PLTU Tanjung Awar-Awar.

Baca Juga :  Miliki Nilai Kinerja Penganggaran yang Baik, Kemenko Perekonomian

Orang misterius berhasil dilumpuhkan dan dibekuk. Selanjutnya dilakukan interogasi di pos satpam depan. Dari handphone yang disita diketahui orang misterius tersebut telah melakukan panggilan ke nomor PLTU Tanjung AwarAwar sekitar pukul 09.00. Sesuai jam telepon aksi teror.

Dari hasil investigasi, ternyata pelaku berencana meledakkan bom kedua di dekat kantor P2B (Pusat Pengatur Beban). Namun, gagal akibat pelaku berhasil ditangkap lebih dahulu. Dikawal satpam, pria misterius diserahkan ke Polres Tuban untuk diperiksa lebih lanjut.

Simulasi pun selesai dan dilakukan penormalan kerusakan akibat tindakan aksi teror. Simulasi ini sebagai upaya mengantisipasi kebakaran dan tindakan aksi teror. Terlebih, belakangan terjadi aksi teror di Makassar dan musibah kebakaran kilang minyak Balongan.

Dengan simulasi ini, diharapkan objek vital nasional ini tetap aman dari segala bentuk gangguan, sehingga tetap beroperasi normal dan maksimal untuk mencukupi kebutuhan pasokan listrik nasional.

Radar Tuban – PT PJB UBJOM PLTU Tanjung Awar-Awar Tuban mendapat ancaman peledakan bom kemarin (31/3) pagi. Dengan kesigapan Tim Tanggap Darurat, tim medis, tim pemadam kebakaran, dan sekuriti, ancaman terhadap perusahaan pem bangkitan listrik tersebut berhasil ditangkal.

Ancaman terjadi sekitar pukul 09.00. Berawal dari orang misterius meng hubungi admin building. Dia mengancam akan meledakkan bom di gedung admin apabila tidak memenuhi sejumlah uang tebusan. Akibatnya, resepsionis panik dan meneruskan informasi kepada ketua Tim Tanggap Darurat.

Tim langsung merespons cepat dengan mengabarkan ancaman tersebut kepada General Manager PT PJB UBJOM PLTU Tanjung Awar-Awar Mohammad Heryono yang juga kapten Tim Tanggap Darurat. Dia pun menyiapkan peralatan dan personel. Langkah cepat pun dilakukan dengan mengevakuasi gedung admin.

Dia dibantu satpam mengarahkan karyawan yang sedang work from office (WFO) ke assembly point. Karyawan yang telah dievakuasi diatur barisannya sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 Absensi dilakukan supervisor SDM dengan mencocokkan jumlah karyawan yang WFO maupun work from home (WFH).

Baca Juga :  Positif Covid Bertambah 13 Orang, Salah Satunya Anak Usia 11 Tahun

Tujuannya, untuk mengetahui apakah masih ada karyawan di gedung admin yang masih tertinggal. Di sela proses evakuasi ledakan bom, tim pemadam kebakaran bergerak cepat. Tak berselang lama api membesar yang mengakibatkan sekuriti yang terlibat evakuasi terkena percikan api. Api berhasil dipadamkan.

Sementara sekuriti yang menjadi korban ditangani tim medis dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Tim Tanggap Darurat pun melaporkan kepada ketua Tim Tanggap Darurat bahwa api berhasil dipadamkan dan satu korban telah ditangani dan dilakukan perawatan. Laporan diteruskan ke general manager. General Manager PT PJB UBJOM PLTU Tanjung Awar-Awar yang memantau langsung simulasi tersebut mengimbau agar dilakukan investigasi lebih lanjut dan tetap siaga untuk mengantisipasi aksi teror lanjutan.

Namun, tiba-tiba ada laporan dari komandan regu satpam bahwa telah di tangkap seorang pria misterius di anjungan tunai mandiri (ATM) depan PT PJB UBJOM PLTU Tanjung Awar-Awar.

Baca Juga :  Laba BUMD Naik, Sektor Pendapatan Ditambah

Orang misterius berhasil dilumpuhkan dan dibekuk. Selanjutnya dilakukan interogasi di pos satpam depan. Dari handphone yang disita diketahui orang misterius tersebut telah melakukan panggilan ke nomor PLTU Tanjung AwarAwar sekitar pukul 09.00. Sesuai jam telepon aksi teror.

Dari hasil investigasi, ternyata pelaku berencana meledakkan bom kedua di dekat kantor P2B (Pusat Pengatur Beban). Namun, gagal akibat pelaku berhasil ditangkap lebih dahulu. Dikawal satpam, pria misterius diserahkan ke Polres Tuban untuk diperiksa lebih lanjut.

Simulasi pun selesai dan dilakukan penormalan kerusakan akibat tindakan aksi teror. Simulasi ini sebagai upaya mengantisipasi kebakaran dan tindakan aksi teror. Terlebih, belakangan terjadi aksi teror di Makassar dan musibah kebakaran kilang minyak Balongan.

Dengan simulasi ini, diharapkan objek vital nasional ini tetap aman dari segala bentuk gangguan, sehingga tetap beroperasi normal dan maksimal untuk mencukupi kebutuhan pasokan listrik nasional.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/