26.9 C
Bojonegoro
Monday, March 27, 2023

Tantangan Menarik Wisatawan Luar Daerah

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Daya tarik wisata diperlukan untuk menggaet pengunjung. Sebab, selama pandemi okupansi sempat merosot. Tahun ini wisatawan diprediksi akan meningkat.

 

‘’Selain menambah daya tarik wisata, juga promosi digital,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Budiyanto kemarin (28/2).

 

Menurut dia, stimulus menarik wisatawan luar daerah dengan menambah daya tarik wisata dan event. Serta mengundang artis seperti boy band dan tokoh-tokoh kharismatik. ‘’Paling tidak membuat penasaran wisatawan luar daerah,” ujar Budiyanto

- Advertisement -

 

Kunjungan wisatawan sempat merosot pada 2020 sampai 2021 adanya Covid-19 dengan pembatasan kegiatan masyarakat. Ketika Juni 2022 ke atas mulai pelonggaran kegiatan. Sejak itu, Budiyanto mengklaim pengunjung hotel dan wisata mengalami peningkatan.

 

‘’Kalau di hotel bisa dicek pengunjung dari luar dan dalam daerah. Sedangkan, wisatawan daerah atau desa wisata hanya bisa dicek melalui tiket,” bebernya.

 

‘’Menginap di hotel lebih sehari berarti akomodasi meningkat dua kali lipat. Seperti konsumsi, suvenir, dan makanan,” lanjut dia. Terlebih oleh-oleh khas. Sehingga meningkatkan pendapatan pelaku ekonomi dan seni.

 

Hanya, Budiyanto mengingatkan wisata sebagai stimulus pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Baik ekonomi kreatif (ekraf) hingga pelaku seni. ‘’Adanya wisata, membantu meningkatkan penjualan ekonomi kreatif, persewaan, bisnis fashion, hingga rias,” ujarnya. (yna/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Daya tarik wisata diperlukan untuk menggaet pengunjung. Sebab, selama pandemi okupansi sempat merosot. Tahun ini wisatawan diprediksi akan meningkat.

 

‘’Selain menambah daya tarik wisata, juga promosi digital,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Budiyanto kemarin (28/2).

 

Menurut dia, stimulus menarik wisatawan luar daerah dengan menambah daya tarik wisata dan event. Serta mengundang artis seperti boy band dan tokoh-tokoh kharismatik. ‘’Paling tidak membuat penasaran wisatawan luar daerah,” ujar Budiyanto

- Advertisement -

 

Kunjungan wisatawan sempat merosot pada 2020 sampai 2021 adanya Covid-19 dengan pembatasan kegiatan masyarakat. Ketika Juni 2022 ke atas mulai pelonggaran kegiatan. Sejak itu, Budiyanto mengklaim pengunjung hotel dan wisata mengalami peningkatan.

 

‘’Kalau di hotel bisa dicek pengunjung dari luar dan dalam daerah. Sedangkan, wisatawan daerah atau desa wisata hanya bisa dicek melalui tiket,” bebernya.

 

‘’Menginap di hotel lebih sehari berarti akomodasi meningkat dua kali lipat. Seperti konsumsi, suvenir, dan makanan,” lanjut dia. Terlebih oleh-oleh khas. Sehingga meningkatkan pendapatan pelaku ekonomi dan seni.

 

Hanya, Budiyanto mengingatkan wisata sebagai stimulus pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Baik ekonomi kreatif (ekraf) hingga pelaku seni. ‘’Adanya wisata, membantu meningkatkan penjualan ekonomi kreatif, persewaan, bisnis fashion, hingga rias,” ujarnya. (yna/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Suka Mainkan Alat Musik

Sita Ratusan Botol Arak Bali

PPPK Baru Belum Terima THR

Tahun Ini Normalisasi 57 Embung


/