alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

DPRD Minta Pengecekan Kualitas Proyek Akhir Tahun

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Proyek konstruksi selama 2021 banyak yang pengerjaanya mendekati akhir tahun. Hal itu membuat kontraktor banyak mengebut pengerjaan untuk mengejar deadline pencairan. DPRD meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan pemeriksaan kualitas pengerjaan. 

‘’Pada 2022 perencanaan pengerjaannya harus dilakukan lebih awal,’’ kata Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto.

Menurut dia, mepetnya pengerjaan dengan deadline penyelesaian membuat rawan gagal bayar. Tentu akan menjadi preseden buruk bagi pemkab. Sebab, anggaran seharusnya bisa diserap namun gagal. 

Tetapi, dia memprediksi, pada 2021 tidak ada proyek mengalami gagal bayar. Semua proyek kontruksi terselesaikan sebelum tahun berganti. Semua rekanan juga terbayar. ‘’Saya lihat tidak ada gagal bayar. Tapi proyek yang dikerjakan sampai akhir tahun ini sangat rawan,’’ tutur sekretaris Fraksi Golkar itu.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Raih Investment Award

Proyek yang pengerjaanya berlangsung hingga Desember 2021 misalnya, pelebaran Jalan Nasional Bojonegoro-Balen, rehabilitasi gedung pemkab, jembatan Kanor-Rengel, dan sejumlah proyek lainnya. 

Gagal bayar kontraktor pemkab pernah terjadi pada 2018 lalu. Kala itu pengajuan pencairan baru dilakukan mendekati 31 Desember 2018. Hal itu membuat pencairan tidak bisa dilakukan karena ada berkas-berkas harus dilengkapi. 

Politikus asal Kecamatan Baureno itu menambahkan, pada 2022 pengerjaan proyek konstruksi yang besar-besar harus dilakukan lebih awal. Lelang harus dimulai awal tahun. Sehingga, sebelum pertengahan tahun pengerjaan sudah bisa dimulai. 

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Adie Wijtaksono mengatakan, pengerjaan proyek di OPD yang dipimpinnya tidak ada yang melewati batas. Semua sudah selesai sebelum akhir tahun. Meskipun mendekati deadline proyek-proyek di dinasnya selesai. 

Baca Juga :  Disuntik Modal Rp 22 Miliar

‘’Perbaikan gedung pemkab selesai minggu ketiga Desember. Semua sudah beres,’’ ujarnya.

Perbaikan gedung pemkab hanya dilakukan pada lapisan dinding yang lepas. Pengerjaan dilakukan sejak pertengahan 2021. Setelah pengerjan selesai, rekanan akan melakukan masa perawatan selama empat bulan ke depan. 

‘’Masa pemeliharaan masih dilakukan rekanan. Setelah itu ditangani oleh bagian umum setda,’’ jelasnya.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Proyek konstruksi selama 2021 banyak yang pengerjaanya mendekati akhir tahun. Hal itu membuat kontraktor banyak mengebut pengerjaan untuk mengejar deadline pencairan. DPRD meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan pemeriksaan kualitas pengerjaan. 

‘’Pada 2022 perencanaan pengerjaannya harus dilakukan lebih awal,’’ kata Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto.

Menurut dia, mepetnya pengerjaan dengan deadline penyelesaian membuat rawan gagal bayar. Tentu akan menjadi preseden buruk bagi pemkab. Sebab, anggaran seharusnya bisa diserap namun gagal. 

Tetapi, dia memprediksi, pada 2021 tidak ada proyek mengalami gagal bayar. Semua proyek kontruksi terselesaikan sebelum tahun berganti. Semua rekanan juga terbayar. ‘’Saya lihat tidak ada gagal bayar. Tapi proyek yang dikerjakan sampai akhir tahun ini sangat rawan,’’ tutur sekretaris Fraksi Golkar itu.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Raih Investment Award

Proyek yang pengerjaanya berlangsung hingga Desember 2021 misalnya, pelebaran Jalan Nasional Bojonegoro-Balen, rehabilitasi gedung pemkab, jembatan Kanor-Rengel, dan sejumlah proyek lainnya. 

Gagal bayar kontraktor pemkab pernah terjadi pada 2018 lalu. Kala itu pengajuan pencairan baru dilakukan mendekati 31 Desember 2018. Hal itu membuat pencairan tidak bisa dilakukan karena ada berkas-berkas harus dilengkapi. 

Politikus asal Kecamatan Baureno itu menambahkan, pada 2022 pengerjaan proyek konstruksi yang besar-besar harus dilakukan lebih awal. Lelang harus dimulai awal tahun. Sehingga, sebelum pertengahan tahun pengerjaan sudah bisa dimulai. 

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Adie Wijtaksono mengatakan, pengerjaan proyek di OPD yang dipimpinnya tidak ada yang melewati batas. Semua sudah selesai sebelum akhir tahun. Meskipun mendekati deadline proyek-proyek di dinasnya selesai. 

Baca Juga :  Disuntik Modal Rp 22 Miliar

‘’Perbaikan gedung pemkab selesai minggu ketiga Desember. Semua sudah beres,’’ ujarnya.

Perbaikan gedung pemkab hanya dilakukan pada lapisan dinding yang lepas. Pengerjaan dilakukan sejak pertengahan 2021. Setelah pengerjan selesai, rekanan akan melakukan masa perawatan selama empat bulan ke depan. 

‘’Masa pemeliharaan masih dilakukan rekanan. Setelah itu ditangani oleh bagian umum setda,’’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/