alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Bakar-Bakar hingga Nonton Konser Virtual

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Liburan akhir tahun, di rumah saja. Liburnya bertepatan akhir pekan, tentu ada rentang waktu lumayan. Tentu, akan menjadi kenangan manis menyambut tahun baru bersama keluarga, kerabat, dan teman-teman. 

Bakar-bakar menjadi pilihan terbanyak. Juga memasak dan makan bersama orang tua. Sambil ngobrol dan cerita. Ada juga yang memilih di rumah dengan konser virtual. Momentum akhir tahun beragam konser virtual berbayar. Juga ada yang memilih membaca buku. 

Serta memilih rebahan di rumah dengan bermain gadget. Namun, yang memilih staycation atau menginap di hotel ternyata masih sedikit. Tidak keluar kota ini karena rerata mematuhi instruksi pemerintah mencegah kerumunan yang rentan Covid-19. 

Alfina Hidayah Firgawati memilih mengisi libur tahun baru dengan berkumpul bersama keluarga. Menikmati masakan dari ibu dan saling bercerita. Terlebih tak banyak waktu dimiliki bersama keluarga di hari-hari biasa.

“Hanya itu kesempatan berkumpul bersama keluarga. Ketika hari-hari biasa semua sibuk,” ungkap dara  21 tahun itu.

Firga sapaannya mengatakan, berkumpul bersama keluarga adalah kegiatan penting. Menjadi kesempatan menjaga komunikasi dan kedekatan bersama anggota keluarga lain. “Mumpung ada waktu berkumpul kenapa tidak,” ungkap dara asal Desa/Kecamatan Trucuk itu.

Baca Juga :  Sidang Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Jari

Menurut Firga merayakan tahun baru bersama keluarga, tanpa keluar rumah tetap menyenangkan dan aman. Terlebih dengan adanya PPKM. “Lebih baik demi keamananan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Sementara itu, Maya Monica Larasati memilih gelar acara bakar-bakar bersama teman-teman di sekitar rumah pada malam tahun baru. Agenda bakar-bakar ini berlanjut dengan teman-teman sesama pemain bola saat hari pertama 2022.

“Bakar sosis,” ungkap gadis asal Desa Batokan, Kecamatan Kasiman itu.

Maya menilai kegiatan bakar-bakar menjadi alternatif merayakan tahun baru di tengah pandemi. Terlebih tidak memerlukan banyak biaya dan tetap menyenangkan. Karena bisa berkumpul dan menciptakan keseruan bersama teman-teman. “Pandemi tidak bisa ke mana-mana,” jelas pemain BFC Putri itu.

Siti Sumadyah memilih mengisi libur tahun barunya dengan menonton konser virtual bersama teman-teman. Terlebih banyak boyband maupun girlband Korea Selatan menggelar konser virtual. “Tapi berbayar,” ungkap dara asal Desa/Kecamatan Kalitidu itu

Dyah sapaannya merayakan pergantian tahun dengan membuat camilan untuk keluarga. Kemudian menemani ibunya menonton sinetron. Terlebih memiliki kesamaan sinetron yang disukai.

Baca Juga :  Dinas Peternakan Didesak Serius Atasi Produksi Telur Yang Minim

Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Bojonegoro Moch Subeki mengungkapkan, budaya staycation dari kalangan anak-anak muda, peningkatannya tidak signifikan. Seringkali anak-anak muda yang staycation ini menginap di hotel luar Bojonegoro. 

“Masyarakat sekarang itu sejak pandemi Covid-19 tentu jenuh di rumah terus. Jadi pasti ingin mengupayakan pergi ke luar kota, meski hanya menginap di hotel,” tuturnya.

Sementara itu, dari sektor restoran atau katering cenderung mulai stabil. Mengingat sudah banyak pelonggaran. Sehingga diizinkan menggelar acara seperti resepsi pernikahan atau acara lainnya dengan pembatasan jumlah pengunjung. “Tapi intinya kondisi perekonomian secara umum masih belum pulih sepenuhnya. Jadi masih harus berjuang tahun depan,” pungkasnya. (irv)

Tahun Baru Tetap Seru di Rumah

• Makan dan saling bercerita

• Bakar-bakar bersama teman-teman

• Menonton konser virtual

• Membuat camilan dan memasak

• Menonton sinetron atau film

• Membaca buku, novel, dan koran

• Staycation di hotel.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Liburan akhir tahun, di rumah saja. Liburnya bertepatan akhir pekan, tentu ada rentang waktu lumayan. Tentu, akan menjadi kenangan manis menyambut tahun baru bersama keluarga, kerabat, dan teman-teman. 

Bakar-bakar menjadi pilihan terbanyak. Juga memasak dan makan bersama orang tua. Sambil ngobrol dan cerita. Ada juga yang memilih di rumah dengan konser virtual. Momentum akhir tahun beragam konser virtual berbayar. Juga ada yang memilih membaca buku. 

Serta memilih rebahan di rumah dengan bermain gadget. Namun, yang memilih staycation atau menginap di hotel ternyata masih sedikit. Tidak keluar kota ini karena rerata mematuhi instruksi pemerintah mencegah kerumunan yang rentan Covid-19. 

Alfina Hidayah Firgawati memilih mengisi libur tahun baru dengan berkumpul bersama keluarga. Menikmati masakan dari ibu dan saling bercerita. Terlebih tak banyak waktu dimiliki bersama keluarga di hari-hari biasa.

“Hanya itu kesempatan berkumpul bersama keluarga. Ketika hari-hari biasa semua sibuk,” ungkap dara  21 tahun itu.

Firga sapaannya mengatakan, berkumpul bersama keluarga adalah kegiatan penting. Menjadi kesempatan menjaga komunikasi dan kedekatan bersama anggota keluarga lain. “Mumpung ada waktu berkumpul kenapa tidak,” ungkap dara asal Desa/Kecamatan Trucuk itu.

Baca Juga :  227 Proyek Selesai Tender

Menurut Firga merayakan tahun baru bersama keluarga, tanpa keluar rumah tetap menyenangkan dan aman. Terlebih dengan adanya PPKM. “Lebih baik demi keamananan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Sementara itu, Maya Monica Larasati memilih gelar acara bakar-bakar bersama teman-teman di sekitar rumah pada malam tahun baru. Agenda bakar-bakar ini berlanjut dengan teman-teman sesama pemain bola saat hari pertama 2022.

“Bakar sosis,” ungkap gadis asal Desa Batokan, Kecamatan Kasiman itu.

Maya menilai kegiatan bakar-bakar menjadi alternatif merayakan tahun baru di tengah pandemi. Terlebih tidak memerlukan banyak biaya dan tetap menyenangkan. Karena bisa berkumpul dan menciptakan keseruan bersama teman-teman. “Pandemi tidak bisa ke mana-mana,” jelas pemain BFC Putri itu.

Siti Sumadyah memilih mengisi libur tahun barunya dengan menonton konser virtual bersama teman-teman. Terlebih banyak boyband maupun girlband Korea Selatan menggelar konser virtual. “Tapi berbayar,” ungkap dara asal Desa/Kecamatan Kalitidu itu

Dyah sapaannya merayakan pergantian tahun dengan membuat camilan untuk keluarga. Kemudian menemani ibunya menonton sinetron. Terlebih memiliki kesamaan sinetron yang disukai.

Baca Juga :  SMKN PALANG TUBAN SAMBUT TAHUN BARU DENGAN SEMANGAT BARU

Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Bojonegoro Moch Subeki mengungkapkan, budaya staycation dari kalangan anak-anak muda, peningkatannya tidak signifikan. Seringkali anak-anak muda yang staycation ini menginap di hotel luar Bojonegoro. 

“Masyarakat sekarang itu sejak pandemi Covid-19 tentu jenuh di rumah terus. Jadi pasti ingin mengupayakan pergi ke luar kota, meski hanya menginap di hotel,” tuturnya.

Sementara itu, dari sektor restoran atau katering cenderung mulai stabil. Mengingat sudah banyak pelonggaran. Sehingga diizinkan menggelar acara seperti resepsi pernikahan atau acara lainnya dengan pembatasan jumlah pengunjung. “Tapi intinya kondisi perekonomian secara umum masih belum pulih sepenuhnya. Jadi masih harus berjuang tahun depan,” pungkasnya. (irv)

Tahun Baru Tetap Seru di Rumah

• Makan dan saling bercerita

• Bakar-bakar bersama teman-teman

• Menonton konser virtual

• Membuat camilan dan memasak

• Menonton sinetron atau film

• Membaca buku, novel, dan koran

• Staycation di hotel.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/