alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Ruang Isolasi Overload, Pasien Tunggu Giliran di Ruang Transit

Radar Tuban – Ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD dr R. Koesma Tuban sudah overload. Kapasitas 61 kamar isolasi yang tersedia sudah terisi semua. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Direktur RSUD dr R. Koesma Tuban Saiful Hadi mengatakan, 61 tempat tidur yang tersedia sudah termasuk penambahan baru. Semuanya terisi penuh. Tidak ada lagi ruang isolasi yang tersisa. ‘’Berapa pun kami tambah (ruang isolasi, Red) terus penuh,’’ kata Saiful, sapaan akrabnya.

Bagaimana dengan pasien yang telanjur masuk? Diakui Saiful, jumlah pasien positif covid yang dirawat di rumah sakitnya sudah melebihi kapasitas ruang isolasi. Namun, bukan berarti pasien yang masuk telantar atau tercampur dengan pasien umum. Untuk menyiasati kekurangan kamar isolasi, kata dia, RSUD sudah menyiapkan ruang isolasi sementara dan ruang transit pasca dari UGD. ‘’Pasien yang baru masuk sementara menunggu di UGD sambil menunggu giliran (untuk dipindah, Red)’’ ujarnya.

Mantan kepala dinas kesehatan itu mengatakan, situasi amat sulit. Pasien yang masuk tidak bisa langsung dibawa ke ruang isolasi untuk mendapat perawatan secara intensif. Melainkan harus transit dulu menunggu giliran masuk ruang isolasi.

Baca Juga :  Pemulangan Jemaah Haji asal Lamongan Dua Tahap

‘’Hampir tidak ada ruang isolasi yang kosong. Setiap ada pasien yang keluar (membaik atau sembuh, Red), langsung diisi dengan pasien baru yang sebelumnya sudah menunggu giliran masuk,’’ terangnya.

Karena itu, lanjut Saiful, jika situasi yang sulit ini terus berlanjut tanpa penurunan jumlah pasien yang menjalani perawatan di RSUD, maka segala kemungkinan risiko yang tidak diharapkan bisa terjadi. Misalnya, rumah sakit tak mampu menampung pasien positif yang mengalami gejala sakit dan keterbatasan perawatan karena sudah kewalahan. ‘’Tentu, ini tidak kami harapkan,’’ tandasnya.

Juru bicara Satgas Covid-19 Tuban Endah Nurul Kumarijati mengatakan, penambahan ruang isolasi tidak hanya di RSUD, tapi juga semua rumah sakit di Tuban. Hanya saja, penambahan ruang isolasi di RSUD terbanyak. Totalnya 61 kamar. Sementara RSNU totalnya 32 kamar, RS Ali Mansyur Jatirogo 24 kamar, RS Medika Mulia 17 kamar, dan RS Muhammadiyah 9 kamar.

Baca Juga :  Tegur Jukir Nakal di Bojonegoro

Endah juga mengakui, sekarang ini situasinya amat sulit. Sebab, seluruh ruang isolasi yang tersedia hampir penuh. ‘’RSUD yang ruang isolasinya paling banyak, juga sudah penuh,’’ tegas dia.

Pejabat definitif sekretaris dinas kesehatan ini menyampaikan, berapa pun ruang isolasi disediakan, kalau selama langkah preventif atau pencegahan di hulu tidak berjalan optimal, maka selama itu pula ruang isolasi yang disediakan tidak akan mampu menampung pasien. ‘’Selama tidak ada kesadaran bersama dalam upaya pencegahan, sulit (untuk menghentikan laju penambahan pasien, Red),’’ tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan update yang disampaikan satgas kemarin (31/12) kasus terkonfirmasi baru kembali ditemukan sebanyak 40 kasus berbanding pasien sembuh 19 orang dan kasus meninggal 4 orang.

Praktis, total kumulatif jumlah pasien positif mencapai 1.790 orang berbanding angka kesembuhan 1.160 orang dan pasien meninggal 190 orang. Sedangkan yang masih menjalani perawatan dan isolasi sebanyak 440 pasien.

Radar Tuban – Ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD dr R. Koesma Tuban sudah overload. Kapasitas 61 kamar isolasi yang tersedia sudah terisi semua. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Direktur RSUD dr R. Koesma Tuban Saiful Hadi mengatakan, 61 tempat tidur yang tersedia sudah termasuk penambahan baru. Semuanya terisi penuh. Tidak ada lagi ruang isolasi yang tersisa. ‘’Berapa pun kami tambah (ruang isolasi, Red) terus penuh,’’ kata Saiful, sapaan akrabnya.

Bagaimana dengan pasien yang telanjur masuk? Diakui Saiful, jumlah pasien positif covid yang dirawat di rumah sakitnya sudah melebihi kapasitas ruang isolasi. Namun, bukan berarti pasien yang masuk telantar atau tercampur dengan pasien umum. Untuk menyiasati kekurangan kamar isolasi, kata dia, RSUD sudah menyiapkan ruang isolasi sementara dan ruang transit pasca dari UGD. ‘’Pasien yang baru masuk sementara menunggu di UGD sambil menunggu giliran (untuk dipindah, Red)’’ ujarnya.

Mantan kepala dinas kesehatan itu mengatakan, situasi amat sulit. Pasien yang masuk tidak bisa langsung dibawa ke ruang isolasi untuk mendapat perawatan secara intensif. Melainkan harus transit dulu menunggu giliran masuk ruang isolasi.

Baca Juga :  Deadline Proyek Nasional Tinggal Dua Bulan

‘’Hampir tidak ada ruang isolasi yang kosong. Setiap ada pasien yang keluar (membaik atau sembuh, Red), langsung diisi dengan pasien baru yang sebelumnya sudah menunggu giliran masuk,’’ terangnya.

Karena itu, lanjut Saiful, jika situasi yang sulit ini terus berlanjut tanpa penurunan jumlah pasien yang menjalani perawatan di RSUD, maka segala kemungkinan risiko yang tidak diharapkan bisa terjadi. Misalnya, rumah sakit tak mampu menampung pasien positif yang mengalami gejala sakit dan keterbatasan perawatan karena sudah kewalahan. ‘’Tentu, ini tidak kami harapkan,’’ tandasnya.

Juru bicara Satgas Covid-19 Tuban Endah Nurul Kumarijati mengatakan, penambahan ruang isolasi tidak hanya di RSUD, tapi juga semua rumah sakit di Tuban. Hanya saja, penambahan ruang isolasi di RSUD terbanyak. Totalnya 61 kamar. Sementara RSNU totalnya 32 kamar, RS Ali Mansyur Jatirogo 24 kamar, RS Medika Mulia 17 kamar, dan RS Muhammadiyah 9 kamar.

Baca Juga :  Memajukan Tuban di Berbagai Bidang

Endah juga mengakui, sekarang ini situasinya amat sulit. Sebab, seluruh ruang isolasi yang tersedia hampir penuh. ‘’RSUD yang ruang isolasinya paling banyak, juga sudah penuh,’’ tegas dia.

Pejabat definitif sekretaris dinas kesehatan ini menyampaikan, berapa pun ruang isolasi disediakan, kalau selama langkah preventif atau pencegahan di hulu tidak berjalan optimal, maka selama itu pula ruang isolasi yang disediakan tidak akan mampu menampung pasien. ‘’Selama tidak ada kesadaran bersama dalam upaya pencegahan, sulit (untuk menghentikan laju penambahan pasien, Red),’’ tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan update yang disampaikan satgas kemarin (31/12) kasus terkonfirmasi baru kembali ditemukan sebanyak 40 kasus berbanding pasien sembuh 19 orang dan kasus meninggal 4 orang.

Praktis, total kumulatif jumlah pasien positif mencapai 1.790 orang berbanding angka kesembuhan 1.160 orang dan pasien meninggal 190 orang. Sedangkan yang masih menjalani perawatan dan isolasi sebanyak 440 pasien.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/