alexametrics
23.6 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Minta Pertamina Gandeng Badan Usaha Milik Daerah

BLORA, Radar Bojonegoro – Sumur NGU-1x di Lapangan Alas Dara Kemuning (ADK) sudah beroperasi kemarin (28/12).  PT Pertamina EP CEPU ADK selaku operator lapangan sumur gas di di Desa Nglobo, Kecamatan Jiken itu, diminta menggadeng badan usaha milik daerah (BUMD).

PEPC ADK diproyeksikan menambah produksi gas sebesar 3,5 MMSCFD ( Milliion Standard Cubic Feet Day).

Bupati Blora Arief Rohman menuturkan, dengan mulai beroperasinya produksi gas di sumur NGU-1x ini berharap Pertamina turut bersinergi dengan BUMD di Kabupaten Blora. Sehingga dapat berkembang dan semakin bermanfaat bagi masyarakat. 

‘’Saya titip juga BUMD kami untuk bisa diajak bekerja sama, sehingga nantinya bisa mendukung pendapatan untuk daerah. Perlu BUMD kami untuk dibina oleh BUMN Pertamina,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Gaji 3.186 GTT-PTT di Bawah UMK

Sumur yang dibor sejak 2017 lalu yang menghasilkan gas ini berharap, agar nantinya daerah-daerah operasi dari Pertamina ini dapat merasakan manfaatnya. Sehingga daerah tersebut dapat turut berkembang dan mampu mengembangkan potensinya. 

‘’Desa Nglobo ini potensinya luar biasa untuk wisata dan sebagainya, dan nanti kami dorong,’’ tandasnya.

Menurutnya, desa ini menghasikan gas, sehingga ingin desa ini dan sekitarnya menjadi desa maju dan makmur.

Selain itu, bupati juga mengapresiasi kerja keras dan kekompakan dari PEPC ADK, sehingga Lapangan ini bisa beroperasi. Karena, dengan beroperasinya sumur di lapangan ADK ini, rasanya seperti mission impossible. Tapi ternyata hari ini bisa terlaksana, ini semuanya atas kerja keras dan kekompakan dari teman teman Pertamina ADK,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Dipecat dari Gerindra, Setiyadji Anggap Tak Adil

SKK Migas diminta untuk menggali potensi di lapangan wilayah Blora ini. ‘’Kami berharap, lapangan yang menurut penelitian tidak ekonomis, seperti ADK ini orang menyangsikan, ternyata ketika diolah ekonomis juga,’’ ucapnya.

Sementara itu, Direktur PEPC ADK Deddy Syam mengatakan, meski banyak yang meragukan, tetapi pada 28 Desember ini sudah mampu on stream beroperasi. ‘’Project ini saya katakan project cabe rawit roro jonggrang, kecil tapi gaungnya sampe kemana-mana dari sisi pemda, Pertamina, ibu dirut, sampai ke komut juga ditanyakan bagaimana progressnya, kita progres,’’ tuturnya.

Lapangan Pertamina EP Cepu Alas Dara Kemuning (PEPC ADK) memiliki luas area 23,71 km persegi, terdiri dari WK Kemuning dan WK Alas Dara.

BLORA, Radar Bojonegoro – Sumur NGU-1x di Lapangan Alas Dara Kemuning (ADK) sudah beroperasi kemarin (28/12).  PT Pertamina EP CEPU ADK selaku operator lapangan sumur gas di di Desa Nglobo, Kecamatan Jiken itu, diminta menggadeng badan usaha milik daerah (BUMD).

PEPC ADK diproyeksikan menambah produksi gas sebesar 3,5 MMSCFD ( Milliion Standard Cubic Feet Day).

Bupati Blora Arief Rohman menuturkan, dengan mulai beroperasinya produksi gas di sumur NGU-1x ini berharap Pertamina turut bersinergi dengan BUMD di Kabupaten Blora. Sehingga dapat berkembang dan semakin bermanfaat bagi masyarakat. 

‘’Saya titip juga BUMD kami untuk bisa diajak bekerja sama, sehingga nantinya bisa mendukung pendapatan untuk daerah. Perlu BUMD kami untuk dibina oleh BUMN Pertamina,’’ ujarnya.

Baca Juga :  LMDH Picu Kelangkaan Pupuk

Sumur yang dibor sejak 2017 lalu yang menghasilkan gas ini berharap, agar nantinya daerah-daerah operasi dari Pertamina ini dapat merasakan manfaatnya. Sehingga daerah tersebut dapat turut berkembang dan mampu mengembangkan potensinya. 

‘’Desa Nglobo ini potensinya luar biasa untuk wisata dan sebagainya, dan nanti kami dorong,’’ tandasnya.

Menurutnya, desa ini menghasikan gas, sehingga ingin desa ini dan sekitarnya menjadi desa maju dan makmur.

Selain itu, bupati juga mengapresiasi kerja keras dan kekompakan dari PEPC ADK, sehingga Lapangan ini bisa beroperasi. Karena, dengan beroperasinya sumur di lapangan ADK ini, rasanya seperti mission impossible. Tapi ternyata hari ini bisa terlaksana, ini semuanya atas kerja keras dan kekompakan dari teman teman Pertamina ADK,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Tempe Daun Jati Masih Bertahan

SKK Migas diminta untuk menggali potensi di lapangan wilayah Blora ini. ‘’Kami berharap, lapangan yang menurut penelitian tidak ekonomis, seperti ADK ini orang menyangsikan, ternyata ketika diolah ekonomis juga,’’ ucapnya.

Sementara itu, Direktur PEPC ADK Deddy Syam mengatakan, meski banyak yang meragukan, tetapi pada 28 Desember ini sudah mampu on stream beroperasi. ‘’Project ini saya katakan project cabe rawit roro jonggrang, kecil tapi gaungnya sampe kemana-mana dari sisi pemda, Pertamina, ibu dirut, sampai ke komut juga ditanyakan bagaimana progressnya, kita progres,’’ tuturnya.

Lapangan Pertamina EP Cepu Alas Dara Kemuning (PEPC ADK) memiliki luas area 23,71 km persegi, terdiri dari WK Kemuning dan WK Alas Dara.

Artikel Terkait

Most Read

Kenal Satu Bulan, Dicabuli 

DPRD Juga Menolak Beras Impor

Rangka Bengkok, Nyaris Roboh 

Artikel Terbaru


/