alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

ASN dan Siswa Wajib Seragam Batik Lokal

BLORA, Radar Bojonegoro – Pemkab Blora telah memiliki batik khas lokal yang bakal dipatenkan. Semua aparatur sipil Negara (ASN) dan siswa bakal diwajibkan mengenakan motif jati itu.
Abdi Negara itu akan diwajibkan berseragam setiap Selasa, Kamis, dan Jumat. Desain itu, hasil sayembara yang digelar beberapa waktu lalu.
Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati mengatakan, dengan adanya berbagai macam motif batik Blora yang sudah ada, harus diimbangi dengan kualitas serta mempromosikan melalui berbagai media agar lebih dikenal dan mempunyai daya saing di daerah lain.
Pemkab Blora dari OPD setiap hari Selasa, Kamis, Jumat. ‘’Kami selalu memakai batik Blora, dan untuk setiap kegiatan di luar Kabupaten Blora, secara pribadi, kami selalu memakai batik khas Blora, semua batik hasil karya UMKM di Blora,’’ ujanya.
Desain batik khas ini bisa bermanfaat untuk semua, UMKM dan Kabupaten Blora. ‘’Sudah saatnya mengenalkan, ini lho Blora dengan batik jati,’’ tukasnya.
Ketua Dekranasda Blora Ainia Shalichah mengatakan, batik Blora merupakan sebuah karya terbaik dari hasil proses lomba desain batik dan iket Samin yang diselenggarakan Bappeda dan Dekranasda Blora. ‘’Ini dalam upaya menggali ide kreatif dari masyarakat dalam merancang desain motif batik jati Blora,’’ ujarnya.
Sementara itu, Kasubbid Litbang Bappeda Blora Wawan Dedi Marahendra mengatakan, setelah desain batik ini dilauncing, untuk produksinya tidak dilakukan di satu pengrajin saja. Tetapi bakal diproduksi semua pengrajin batik di Blora. ‘’Jadi nantinya bisa mendukung UMKM batik di Blora,’’ imbuhnya.
Desain batik ini bakal dikenakan secara resmi di Blora. Namun, sebelum itu desain batik ini akan dipatenkan yang bakal didaftarkan dalam hak kekayaan intelektual (HKI).
Akan dibuat surat edaran terkait PNS diwajibkan memakai desain ini. ‘’Nanti bukan hanya PNS, tapi siswa sekolah bakal memakai batik ini,’’ ungkapnya
Untuk pemesanan batik ini diserahkan pada masing-masing sekolah. Karena tidak dipatok di salah satu pengrajin saja.
Tentag desain yang tidak terlihat seperti bentuk daun jati.

Baca Juga :  Kawasan Objek Wisata Migas,¬†Kedungpupur Siap Diresmikan

BLORA, Radar Bojonegoro – Pemkab Blora telah memiliki batik khas lokal yang bakal dipatenkan. Semua aparatur sipil Negara (ASN) dan siswa bakal diwajibkan mengenakan motif jati itu.
Abdi Negara itu akan diwajibkan berseragam setiap Selasa, Kamis, dan Jumat. Desain itu, hasil sayembara yang digelar beberapa waktu lalu.
Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati mengatakan, dengan adanya berbagai macam motif batik Blora yang sudah ada, harus diimbangi dengan kualitas serta mempromosikan melalui berbagai media agar lebih dikenal dan mempunyai daya saing di daerah lain.
Pemkab Blora dari OPD setiap hari Selasa, Kamis, Jumat. ‘’Kami selalu memakai batik Blora, dan untuk setiap kegiatan di luar Kabupaten Blora, secara pribadi, kami selalu memakai batik khas Blora, semua batik hasil karya UMKM di Blora,’’ ujanya.
Desain batik khas ini bisa bermanfaat untuk semua, UMKM dan Kabupaten Blora. ‘’Sudah saatnya mengenalkan, ini lho Blora dengan batik jati,’’ tukasnya.
Ketua Dekranasda Blora Ainia Shalichah mengatakan, batik Blora merupakan sebuah karya terbaik dari hasil proses lomba desain batik dan iket Samin yang diselenggarakan Bappeda dan Dekranasda Blora. ‘’Ini dalam upaya menggali ide kreatif dari masyarakat dalam merancang desain motif batik jati Blora,’’ ujarnya.
Sementara itu, Kasubbid Litbang Bappeda Blora Wawan Dedi Marahendra mengatakan, setelah desain batik ini dilauncing, untuk produksinya tidak dilakukan di satu pengrajin saja. Tetapi bakal diproduksi semua pengrajin batik di Blora. ‘’Jadi nantinya bisa mendukung UMKM batik di Blora,’’ imbuhnya.
Desain batik ini bakal dikenakan secara resmi di Blora. Namun, sebelum itu desain batik ini akan dipatenkan yang bakal didaftarkan dalam hak kekayaan intelektual (HKI).
Akan dibuat surat edaran terkait PNS diwajibkan memakai desain ini. ‘’Nanti bukan hanya PNS, tapi siswa sekolah bakal memakai batik ini,’’ ungkapnya
Untuk pemesanan batik ini diserahkan pada masing-masing sekolah. Karena tidak dipatok di salah satu pengrajin saja.
Tentag desain yang tidak terlihat seperti bentuk daun jati.

Baca Juga :  Tes CAT Perades Perlu Dievaluasi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/