alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Panen Melimpah, Keuntungan Menipis

BLORA – Bupati Blora Djoko Nugroho menekankan agar petani tidak selalu dijadikan objek dalam hal pencapaian target produksi pangan, uji coba teknologi pangan, dan lainnya. Namun, petani juga harus dijadikan subjek yang bisa merasakan kemakmuran atas hasil yang mereka peroleh.

Menurutnya, selama ini petani terus dikejar untuk memenuhi target luas tanam, target produksi, dan lainnya. Giliran saat panen, harga jatuh, keuntungan menipis. Kondisi ini, kata dia, harus dipecahkan. 

’’Jadi, jangan jadikan petani sebagai objek saja, tapi berdayakan mereka agar bisa menjadi subjek dalam proses pendistribusian dan penentuan harga, sehingga bisa lebih sejahtera,” ujarnya.

Kokok merasa prihatin karena selama ini di saat petani panen melimpah, justru harga jatuh. Mereka yang seharusnya mendapatkan banyak keuntungan dari hasil panen hanya bisa meratapi nasib. Sementara yang menjadi kaya justru orang lain. Misalnya tengkulak yang seenaknya sendiri mempermainkan harga.

Baca Juga :  Mulai Siapkan Manasik Haji

Dia mendorong Bulog untuk segera merencanakan serapan gabah dengan harga yang baik di saat musim panen raya tiba. ’’Saat ini petani sedang melakukan musim tanam pertama yang diperkirakan akan panen raya di Februari, ’’ tegasnya. 

Dia melanjutkan, bila daya tampung gudang Bulog kurang, pemkab bersedia menyediakan lahan tambahan untuk pendirian gudang agar serapan gabah bisa maksimal. Sementara Kepala Subdivre Bulog Pati Muhammad Taufiq menyatakan, pihaknya akan segera menyusun rencana serapan gabah di Kabupaten Blora.

’’Masukan Pak bupati kami catat dan akan ditindaklanjuti dengan penyusunan rencana serapan gabah. Semoga nanti bisa serap gabah petani dengan maksimal dan tepat waktu, ’’ ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Blora Reni Miharti mengatakan, capaian target perluasanan lahan tanam padi periode Oktober 2016 hingga September 2017 yang mengalami peningkatan dan melebihi target.

Baca Juga :  Kadindagkop Baru Janjikan Perbaiki Birokrasi

’’Luas tanam padi kita periode tahun kemarin mengalami peningkatan dan menduduki peringkat ketiga se Jawa Tengah setelah Cilacap dan Grobogan. Dari target luas tanam padi 108.222 hektare, alhamdulillah bisa mencapai 113.894 hektare atau 105 persen,’’ terangnya. Sedangkan untuk jagung dan kedelai, luas tanamnya masih belum bisa memenuhi target, sehingga perlu upaya khusus agar kedua komoditas ini bisa makasimal.

BLORA – Bupati Blora Djoko Nugroho menekankan agar petani tidak selalu dijadikan objek dalam hal pencapaian target produksi pangan, uji coba teknologi pangan, dan lainnya. Namun, petani juga harus dijadikan subjek yang bisa merasakan kemakmuran atas hasil yang mereka peroleh.

Menurutnya, selama ini petani terus dikejar untuk memenuhi target luas tanam, target produksi, dan lainnya. Giliran saat panen, harga jatuh, keuntungan menipis. Kondisi ini, kata dia, harus dipecahkan. 

’’Jadi, jangan jadikan petani sebagai objek saja, tapi berdayakan mereka agar bisa menjadi subjek dalam proses pendistribusian dan penentuan harga, sehingga bisa lebih sejahtera,” ujarnya.

Kokok merasa prihatin karena selama ini di saat petani panen melimpah, justru harga jatuh. Mereka yang seharusnya mendapatkan banyak keuntungan dari hasil panen hanya bisa meratapi nasib. Sementara yang menjadi kaya justru orang lain. Misalnya tengkulak yang seenaknya sendiri mempermainkan harga.

Baca Juga :  Kaharudin Ketua Nasdem, Demokrat Usulkan PAW

Dia mendorong Bulog untuk segera merencanakan serapan gabah dengan harga yang baik di saat musim panen raya tiba. ’’Saat ini petani sedang melakukan musim tanam pertama yang diperkirakan akan panen raya di Februari, ’’ tegasnya. 

Dia melanjutkan, bila daya tampung gudang Bulog kurang, pemkab bersedia menyediakan lahan tambahan untuk pendirian gudang agar serapan gabah bisa maksimal. Sementara Kepala Subdivre Bulog Pati Muhammad Taufiq menyatakan, pihaknya akan segera menyusun rencana serapan gabah di Kabupaten Blora.

’’Masukan Pak bupati kami catat dan akan ditindaklanjuti dengan penyusunan rencana serapan gabah. Semoga nanti bisa serap gabah petani dengan maksimal dan tepat waktu, ’’ ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Blora Reni Miharti mengatakan, capaian target perluasanan lahan tanam padi periode Oktober 2016 hingga September 2017 yang mengalami peningkatan dan melebihi target.

Baca Juga :  Angkat Potensi Lokal dengan Mural

’’Luas tanam padi kita periode tahun kemarin mengalami peningkatan dan menduduki peringkat ketiga se Jawa Tengah setelah Cilacap dan Grobogan. Dari target luas tanam padi 108.222 hektare, alhamdulillah bisa mencapai 113.894 hektare atau 105 persen,’’ terangnya. Sedangkan untuk jagung dan kedelai, luas tanamnya masih belum bisa memenuhi target, sehingga perlu upaya khusus agar kedua komoditas ini bisa makasimal.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/