alexametrics
29.6 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Tunda Penerbangan Perdana di Bandara Ngloram

CEPU, Radar Bojonegoro – Rencana penerbangan perdana di Bandara Ngloram pada 29 Oktober resmi ditunda. Gegara penerapan kewajiban melaksanakan tes swab PCR bagi penumpang pesawat terbang.
Kebijakan itu berdampak tidak ada penumpang, karena harga tiket tinggi. Penerbangan perdana ditunda hingga batas waktu tak ditentukan.
Kepala Unit Penyelenggaran Bandar Udara (UPBU) Dewadaru yang membawahi Bandara Ngloram Ariadi Widiawan mengatakan, recnana penerbangan perdana besok (29/10) resmi ditunda. Pihaknya baru mendapatkan informasi dari maskapai citilink kemarin (27/10).
‘’Saya dapat informasi, tadi saya tanyakan memang ditunda disebabkan adanya PCR itu,’’ ujarnya.
Lalu kapan kira-kira penerbangan bisa dilakukan? Menurutnya paling tidak penerbangan bisa dilakukan saat kebijakan bahwa penerbangan cukup dengan antigen lagi.
Saat syarat penumbang cukup memakai tes antigen, penerbangan bisa dilakukan. ‘’Karena dari surat edaran PPKM itu sampai 1 November, jika saat itu kembali diterapkan cukup dengan antigen, satu hari setelahnya bisa dilakukan penerbangan,’’ bebernya.
Saat ini, lanjutnya, pihak citilink tidak mungkin memaksakan melakukan penerbangan. Daripada memaksakan penerbangan, kemudian tidak ada penumpang.
Tapi, Ariadi memastikan, sebenarnya Citilink sudah siap penerbangan. Karena izin rute sudah dikantongi, dan persiapan lain sudah sudah siap.   
Bupati Blora Arief Rohman memastikan untuk penerbangan Citiling dari Bandara Ngloram – Halim Perdana Kusuma tidak jadi dilakukan. Karena dari pihak maskapai belum siap, alasan adanya tes PCR yang memang harganya masih cukup mahal.
Sehingga, akan membebani penumpang. ‘’Sebenarnya untuk pemkab sudah siap, kami sudah mau penyambutan,’’ katanya terpisah.
Dengan adanya penundaan ini, juga belajar dari Bandara Kertajati Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dan Bandara Jenderal Besar (JB) Soedirman, Wirasaba, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
Agar Bandara Ngloram untuk peresmian benar-benar sukses, agar bandara ini tidak mangkrak.
Saat ini dari Citilink juga masih berhitung, jiak dipaksakan peresemian takutnya mandek seperti JB Soedirman. Selain itu, penundaan penerbangan perdana ini juga logis terkait adanya tes PCR. ‘’Tetap saya mendorong meminta kepada Citilink November ini harus bisa terbang, karena harapan publik Blora sudah tinggi,’’ klaimnya.

Baca Juga :  Melihat Rumah di Dekat Kali Lusi Terancam Hanyut ¬†

CEPU, Radar Bojonegoro – Rencana penerbangan perdana di Bandara Ngloram pada 29 Oktober resmi ditunda. Gegara penerapan kewajiban melaksanakan tes swab PCR bagi penumpang pesawat terbang.
Kebijakan itu berdampak tidak ada penumpang, karena harga tiket tinggi. Penerbangan perdana ditunda hingga batas waktu tak ditentukan.
Kepala Unit Penyelenggaran Bandar Udara (UPBU) Dewadaru yang membawahi Bandara Ngloram Ariadi Widiawan mengatakan, recnana penerbangan perdana besok (29/10) resmi ditunda. Pihaknya baru mendapatkan informasi dari maskapai citilink kemarin (27/10).
‘’Saya dapat informasi, tadi saya tanyakan memang ditunda disebabkan adanya PCR itu,’’ ujarnya.
Lalu kapan kira-kira penerbangan bisa dilakukan? Menurutnya paling tidak penerbangan bisa dilakukan saat kebijakan bahwa penerbangan cukup dengan antigen lagi.
Saat syarat penumbang cukup memakai tes antigen, penerbangan bisa dilakukan. ‘’Karena dari surat edaran PPKM itu sampai 1 November, jika saat itu kembali diterapkan cukup dengan antigen, satu hari setelahnya bisa dilakukan penerbangan,’’ bebernya.
Saat ini, lanjutnya, pihak citilink tidak mungkin memaksakan melakukan penerbangan. Daripada memaksakan penerbangan, kemudian tidak ada penumpang.
Tapi, Ariadi memastikan, sebenarnya Citilink sudah siap penerbangan. Karena izin rute sudah dikantongi, dan persiapan lain sudah sudah siap.   
Bupati Blora Arief Rohman memastikan untuk penerbangan Citiling dari Bandara Ngloram – Halim Perdana Kusuma tidak jadi dilakukan. Karena dari pihak maskapai belum siap, alasan adanya tes PCR yang memang harganya masih cukup mahal.
Sehingga, akan membebani penumpang. ‘’Sebenarnya untuk pemkab sudah siap, kami sudah mau penyambutan,’’ katanya terpisah.
Dengan adanya penundaan ini, juga belajar dari Bandara Kertajati Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dan Bandara Jenderal Besar (JB) Soedirman, Wirasaba, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
Agar Bandara Ngloram untuk peresmian benar-benar sukses, agar bandara ini tidak mangkrak.
Saat ini dari Citilink juga masih berhitung, jiak dipaksakan peresemian takutnya mandek seperti JB Soedirman. Selain itu, penundaan penerbangan perdana ini juga logis terkait adanya tes PCR. ‘’Tetap saya mendorong meminta kepada Citilink November ini harus bisa terbang, karena harapan publik Blora sudah tinggi,’’ klaimnya.

Baca Juga :  Penyaluran BLT Minyak Goreng Bersamaan¬† BPNT di Blora

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/