alexametrics
25.7 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Demi Kesejahteraan, Terpaksa Kerja Luar Kota

POTENSI atlet di daerah perlu menjadi perhatian bersama. Karena beberapa atlet berpotensi hengkang dari daerah karena permasalahan ekonomi.

 

Menurut Wiji Supartini, beberapa atlet seperti Tarso, yang pernah juara dunia angkat besi pindah ke Aceh karena membutuhkan pekerjaan. Sehinggga memilih untuk tinggal di Aceh. “Itu asalnya dari Blora, karena butuh pekerjaan dan ada tawaran dari Aceh kemudian memilih pindah,” ungkapnya.

 

Selain itu, Surahmat, peraih perunggu di ajang Asia pada 2017, juga pidah ke Aceh, dan Tanti Pratiwi kategori angkat berat pindah di Kalimantan. Atlet angkat besi dari Blora juga ada yang jadi lurah di Semarang.

 

Menurutnya, pilihan tersebut diambil karena pemerintah daerah belum menfasilitasi pekerjaan. Diharapkan masa depan atlet bisa tertata setelah mengharumkan nama daerah dan Indonesia.

Baca Juga :  Satu CJH Gagal Berangkat, Empat Tertunda

 

“Kami yang merasa sebagai yang dituakan, pelu ada program bagi atlet yang telah membanggakan daerah agar tidak pergi, kalau ini demi kesejahteraan kenapa tidak, karena tidak bisa dipungkiri semua butuh makan,” jelasnya. (luk/msu)

POTENSI atlet di daerah perlu menjadi perhatian bersama. Karena beberapa atlet berpotensi hengkang dari daerah karena permasalahan ekonomi.

 

Menurut Wiji Supartini, beberapa atlet seperti Tarso, yang pernah juara dunia angkat besi pindah ke Aceh karena membutuhkan pekerjaan. Sehinggga memilih untuk tinggal di Aceh. “Itu asalnya dari Blora, karena butuh pekerjaan dan ada tawaran dari Aceh kemudian memilih pindah,” ungkapnya.

 

Selain itu, Surahmat, peraih perunggu di ajang Asia pada 2017, juga pidah ke Aceh, dan Tanti Pratiwi kategori angkat berat pindah di Kalimantan. Atlet angkat besi dari Blora juga ada yang jadi lurah di Semarang.

 

Menurutnya, pilihan tersebut diambil karena pemerintah daerah belum menfasilitasi pekerjaan. Diharapkan masa depan atlet bisa tertata setelah mengharumkan nama daerah dan Indonesia.

Baca Juga :  Minim Desa Mandiri, Didominasi Desa Berkembang di Blora

 

“Kami yang merasa sebagai yang dituakan, pelu ada program bagi atlet yang telah membanggakan daerah agar tidak pergi, kalau ini demi kesejahteraan kenapa tidak, karena tidak bisa dipungkiri semua butuh makan,” jelasnya. (luk/msu)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/