alexametrics
25.7 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Butuh Sentuhan Anggaran

PARA atlet yang tergabung dalam PABSI Blora banyak menorehkan prestasi, selain kebutuhan sarana, juga perlu sentuhan pola makan. Sebab, dari 20 atlet yang tergabung, semuanya dari keluarga menengah ke bawah, keterbatasan dana menjadi kendala, sehingga belum bisa memenuhi standar pola makan yang baik untuk atlet.

 

Seperti Novel, Atlet yang pernah menjuarai di tingkat provinsi itu mengaku tidak ada yang spesial dalam pola makan. Asupan makan seperti biasa, tidak ada yang khusus.

 

Sebenarnya, pola makan penting. Karena olah raga angkat besi membutuhkan kondisi tubuh prima.

 

“Penting juga untuk pembentukan tubuh, ikut dikategori berat berapa, itu sebenarnya butuh pola makan dan gizi yang baik, yang penting saat ini latihan saja,” ungkap remaja yang masih duduk di bangku SMP itu.

Baca Juga :  Peserta Tes Perades Mengaku Ditawari Rp 100 Juta

 

Pengurus PABSI Blora Arianingsih menjelaskan, pola gizi bagi atlet masih belum tersentuh, sebab yang tergabung rerata adalah anak dari keluarga  menengah kebawah. Sehingga asupan gizi masih perlu ditingkatkan. Sedangkan dana yang tersedia terbatas.

 

“Itu masih menjadi buah pemikiran kami, karena untuk angkat besi membutuhkan gizi yang seimbang antara yang dibutuhkan dan yang dikeluarkan,” paparnya.

 

Seharunya bisa mencukupi standarnya, seperti lima empat sehat lima sempurna. Sebetulnya jika ada bantuan dari daerah, misalkan atlet yang mempunyai potensi pola gizi diberikan dengan intensif.  Untuk saat ini, lebih intens kepada melatih otot-otot.

“Kepinginan kami, yang berpotensi ada pemenuhan gizinya, hal itu akan berdampak pada prestasi. Jika latihan ditunjang dengan gizi yang baik, insya Allah akan  lebih baik,” tuturnya. (luk/msu)

Baca Juga :  Bongkar Dua Papan Reklame

PARA atlet yang tergabung dalam PABSI Blora banyak menorehkan prestasi, selain kebutuhan sarana, juga perlu sentuhan pola makan. Sebab, dari 20 atlet yang tergabung, semuanya dari keluarga menengah ke bawah, keterbatasan dana menjadi kendala, sehingga belum bisa memenuhi standar pola makan yang baik untuk atlet.

 

Seperti Novel, Atlet yang pernah menjuarai di tingkat provinsi itu mengaku tidak ada yang spesial dalam pola makan. Asupan makan seperti biasa, tidak ada yang khusus.

 

Sebenarnya, pola makan penting. Karena olah raga angkat besi membutuhkan kondisi tubuh prima.

 

“Penting juga untuk pembentukan tubuh, ikut dikategori berat berapa, itu sebenarnya butuh pola makan dan gizi yang baik, yang penting saat ini latihan saja,” ungkap remaja yang masih duduk di bangku SMP itu.

Baca Juga :  Joko Listiyono, Sulap Limbah Kayu Jadi Barongan Mini

 

Pengurus PABSI Blora Arianingsih menjelaskan, pola gizi bagi atlet masih belum tersentuh, sebab yang tergabung rerata adalah anak dari keluarga  menengah kebawah. Sehingga asupan gizi masih perlu ditingkatkan. Sedangkan dana yang tersedia terbatas.

 

“Itu masih menjadi buah pemikiran kami, karena untuk angkat besi membutuhkan gizi yang seimbang antara yang dibutuhkan dan yang dikeluarkan,” paparnya.

 

Seharunya bisa mencukupi standarnya, seperti lima empat sehat lima sempurna. Sebetulnya jika ada bantuan dari daerah, misalkan atlet yang mempunyai potensi pola gizi diberikan dengan intensif.  Untuk saat ini, lebih intens kepada melatih otot-otot.

“Kepinginan kami, yang berpotensi ada pemenuhan gizinya, hal itu akan berdampak pada prestasi. Jika latihan ditunjang dengan gizi yang baik, insya Allah akan  lebih baik,” tuturnya. (luk/msu)

Baca Juga :  Sentra Kayu Jati Randublatung

Artikel Terkait

Most Read

Rutin Konsumsi Vitamin

Sundul Truk, Bus Terbakar

Artikel Terbaru


/