alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Truk Bertonase Tinggi Ancam Kerusakan Jalan di Blora

CEPU – Volume kendaraan melintas Jalan Blora-Cepu kini semakin padat. Intensitas kendaraan ini seiring ambrolnya Jembatan Cincin Widang, Tuban. Sehingga, kendaraan besar kerap melintas di Jalan Blora-Cepu karena menjadi akses penghubung antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Saking padatnya jalan selama 10 hari terakhir, data Satlantas Polres Blora, sudah ada tiga kendaraan terperosok. Selain itu, kendaraan besar tersebut juga mengancam kekuatan jalan. Sebab, jalan di Blora masih kelas III. Sedangkan, kendaraan besar tersebut seharusnya melintas di jalan kelas I dan II.

Kanit Laka Satlantas Polres Blora Iptu Les Pujianto mengatakan, selama 10 hari terakhir banyak kendaraan besar seperti tronton melintas. Dampaknya selama waktu itu, ada tiga kendaraan terperosok.

Baca Juga :  15.477 Kartu Tani belum Tersalurkan

Kali terakhir tiga hari lalu, ada truk terperosok di hutan wilayah Kalimodang. “Penyebabnya sendiri karena kondisi kendaraan sudah tua. Rem blong dan sopir ngantuk,” jelasnya Jumat (27/4).

Dia memprediksi intensitas kendaraan ini semakin banyak ketika memasuki Ramadan tahun ini. Karena kondisi jalan di pantura belum bisa dilalui secara maksimal. 

Kanit Turjawali Satlantas Polres Ipda Sholihun Ni’am mengatakan, ada peralihan akses pascatragedi Jembatan Cincin ambrol. Sejumlah kendaraan melintas Blora dan Semarang. Meski volume kendaraan meningkat, arus kendaraan masih lancar. 

Bahkan, menurut dia, tidak ada penjagaan di wilayah perbatasan, khususnya jembatan penghubung Blora-Bojonegoro di Kecamatan Cepu. Hanya, lanjut Ni’am, semua kelas jalan di Blora merupakan kelas jalan III A. Sedangkan, truk tronton seharusnya melalui jalan kelas I dan II atau yang bisa dilewati jalan pantura. 

Baca Juga :  KPUK Ajukan Anggaran Rp 63 Miliar

Kalau wilayah Blora belum mampu dinaiki beban 30-40 ton. Jadi, semua truk tronton melanggar kelas jalan. Sehingga, menurut dia, apabila terjaring razia truk dengan tonase berlebih tetap akan dilakukan penindakan.  “Belum ada perintah dari pimpinan untuk perlakuan khusus. Kalau pas operasi dia lewat tetap ditindak,” terangnya.

CEPU – Volume kendaraan melintas Jalan Blora-Cepu kini semakin padat. Intensitas kendaraan ini seiring ambrolnya Jembatan Cincin Widang, Tuban. Sehingga, kendaraan besar kerap melintas di Jalan Blora-Cepu karena menjadi akses penghubung antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Saking padatnya jalan selama 10 hari terakhir, data Satlantas Polres Blora, sudah ada tiga kendaraan terperosok. Selain itu, kendaraan besar tersebut juga mengancam kekuatan jalan. Sebab, jalan di Blora masih kelas III. Sedangkan, kendaraan besar tersebut seharusnya melintas di jalan kelas I dan II.

Kanit Laka Satlantas Polres Blora Iptu Les Pujianto mengatakan, selama 10 hari terakhir banyak kendaraan besar seperti tronton melintas. Dampaknya selama waktu itu, ada tiga kendaraan terperosok.

Baca Juga :  Berebut Kartu AK-1 Hendak Kerja Luar Kota

Kali terakhir tiga hari lalu, ada truk terperosok di hutan wilayah Kalimodang. “Penyebabnya sendiri karena kondisi kendaraan sudah tua. Rem blong dan sopir ngantuk,” jelasnya Jumat (27/4).

Dia memprediksi intensitas kendaraan ini semakin banyak ketika memasuki Ramadan tahun ini. Karena kondisi jalan di pantura belum bisa dilalui secara maksimal. 

Kanit Turjawali Satlantas Polres Ipda Sholihun Ni’am mengatakan, ada peralihan akses pascatragedi Jembatan Cincin ambrol. Sejumlah kendaraan melintas Blora dan Semarang. Meski volume kendaraan meningkat, arus kendaraan masih lancar. 

Bahkan, menurut dia, tidak ada penjagaan di wilayah perbatasan, khususnya jembatan penghubung Blora-Bojonegoro di Kecamatan Cepu. Hanya, lanjut Ni’am, semua kelas jalan di Blora merupakan kelas jalan III A. Sedangkan, truk tronton seharusnya melalui jalan kelas I dan II atau yang bisa dilewati jalan pantura. 

Baca Juga :  Kades Petahana Hanya Cuti

Kalau wilayah Blora belum mampu dinaiki beban 30-40 ton. Jadi, semua truk tronton melanggar kelas jalan. Sehingga, menurut dia, apabila terjaring razia truk dengan tonase berlebih tetap akan dilakukan penindakan.  “Belum ada perintah dari pimpinan untuk perlakuan khusus. Kalau pas operasi dia lewat tetap ditindak,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/