alexametrics
23.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Keluhkan Proyek Gelontoran Belum Berfungsi

- Advertisement -

CEPU – Proyek gelotoran air untuk pengairan sawah di Kelurahan Balun sampai sekarang belum bisa difungsikan. Proyek selesai September 2017 itu dengan anggaran Rp 941 juta dari dana alokasi khusus (DAK) Blora, masih perlu dilakukan modifikasi lagi oleh desa penerima. Sebab, penempatan pompa air penyedot agar lebih dekat dengan Bengawan Solo. Karena penempatan pompa air dari rekanan tidak sesuai. Sehingga, pompa air tidak bisa mengangkat air dengan maksimal. Padahal, gelontoran air ini difungsikan pengairan sawah di dua wilayah. Yakni, Kelurahan Balun dan Desa Nglanjuk. 

Kepala UPTD Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Cepu Sumaryono mengatakan, penyerahan proyek ke kelompok tani Balun pada awal 2018. Tapi, sampai sekarang tidak bisa difungsikan. “Baru sekali diuji coba. Tapi airnya keluar hanya kecil, tidak seperti diharapkan,” jelasnya Jumat (27/4).

Baca Juga :  Kemenag Blora Terjunkan Pendamping PPH

Meski belum berfungsi, Kelurahan Balun harus membayar tagihan listrik untuk mesin, setiap bulan sebesar Rp 2 juta. Akhirnya, Kelurahan Balun tidak bisa meneruskan menggunakan proyek ini. “Dan sejak Maret lalu bangunan gelontoran besar ini diserahterimakan kepada Desa Nglanjuk,” ujarnya.

Bangunan gelontoran besar ini, mulai bisa difungsikan menunggu dana pendamping dari desa. “Untuk memodifikasi tempat mesin pompa airnya,” ujarnya. Bangunan gelontoran besar ini diproyeksikan bisa mengairi sawah hingga 100 hektare. Saat ini sudah dipasang empat boks berada di Balun dan Nglanjuk.

Kepala Desa Nglanjuk Wiji mengatakan, serah terima kepada Desa Nglanjuk sudah berlangsung. “Ya itu baru diserahkan secara fisiknya,” ujarnya.

- Advertisement -

Terpisah, Agus perwakilan dari CV Semangat, selaku rekanan membangun proyek ini, belum memberi penjelasan. Dia tidak merespons ketika disinggung terkait penempatan pompa hingga tidak bisa mengeluarkan air secara maksimal.

Baca Juga :  Perlu Strategi Datangkan Investor di Blora

CEPU – Proyek gelotoran air untuk pengairan sawah di Kelurahan Balun sampai sekarang belum bisa difungsikan. Proyek selesai September 2017 itu dengan anggaran Rp 941 juta dari dana alokasi khusus (DAK) Blora, masih perlu dilakukan modifikasi lagi oleh desa penerima. Sebab, penempatan pompa air penyedot agar lebih dekat dengan Bengawan Solo. Karena penempatan pompa air dari rekanan tidak sesuai. Sehingga, pompa air tidak bisa mengangkat air dengan maksimal. Padahal, gelontoran air ini difungsikan pengairan sawah di dua wilayah. Yakni, Kelurahan Balun dan Desa Nglanjuk. 

Kepala UPTD Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Cepu Sumaryono mengatakan, penyerahan proyek ke kelompok tani Balun pada awal 2018. Tapi, sampai sekarang tidak bisa difungsikan. “Baru sekali diuji coba. Tapi airnya keluar hanya kecil, tidak seperti diharapkan,” jelasnya Jumat (27/4).

Baca Juga :  Butuh Perbaikan Jalan Menuju Bandara

Meski belum berfungsi, Kelurahan Balun harus membayar tagihan listrik untuk mesin, setiap bulan sebesar Rp 2 juta. Akhirnya, Kelurahan Balun tidak bisa meneruskan menggunakan proyek ini. “Dan sejak Maret lalu bangunan gelontoran besar ini diserahterimakan kepada Desa Nglanjuk,” ujarnya.

Bangunan gelontoran besar ini, mulai bisa difungsikan menunggu dana pendamping dari desa. “Untuk memodifikasi tempat mesin pompa airnya,” ujarnya. Bangunan gelontoran besar ini diproyeksikan bisa mengairi sawah hingga 100 hektare. Saat ini sudah dipasang empat boks berada di Balun dan Nglanjuk.

Kepala Desa Nglanjuk Wiji mengatakan, serah terima kepada Desa Nglanjuk sudah berlangsung. “Ya itu baru diserahkan secara fisiknya,” ujarnya.

- Advertisement -

Terpisah, Agus perwakilan dari CV Semangat, selaku rekanan membangun proyek ini, belum memberi penjelasan. Dia tidak merespons ketika disinggung terkait penempatan pompa hingga tidak bisa mengeluarkan air secara maksimal.

Baca Juga :  Para Atlet Blora Matangkan Persiapan Pekan Olahraga Daerah

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/