alexametrics
25.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Pembebasan Lahan Bandara Ngloram

Harga Tanah Rp 450 Ribu Per Meter

- Advertisement -

BLORA, Radar Bojonegoro – Perluasan Bandara Ngloram menemui jalan terjal, sebab beberapa warga yang tanahnya terdampak menolak harga yang ditentukan oleh tim appraisal (penaksiran) pembebasan lahan Rp 450 ribu per meter.

Rencananya akan ada pertemuan lagi bagi warga yang menolak, saat ini masih menunggu keputusan.

“Kami melaporkan dulu hasil sosialisasi hasil appraisal untuk menentukan harga lahan kepada pimpinan,” jelas Kepala Bandara Ngloram Abdul Rozak kemarin (26/6).

Menurut Rozak, terdapat warga yang menolak harga yang telah ditetapkan tim appraisal. Namun, mengklaim ada warga yang lahannya terdampak perluasan sepakat dengan harga. Sehingga, untuk yang menolak pihaknya masih menunggu instruksi dari pimpinan pusat.

Baca Juga :  Rajin Berolahraga, Mbah Yasmidi Masih Kuat Pikul Pasir Dalam Karung

“Untuk bagaimana selanjutnya langkah yang diambil bagi warga yang keberatan, kami jugga masih menunggu,” terangnya.

- Advertisement -

Setelah pimpinan pusat memberikan tanggapan, pihaknya merencanakan pertemuan lagi dengan warga terdampak perluasan bandara.  Terkait harga yang menentukan tim appraisal, sudah dalam kajian dan perhitungan termasuk bangunan dan tanamanyang ada di atasnya.

Camat Cepu Budiman menjelaskan, saat pertemuan agenda pembahasan harga lahan terdampak bandara terdapat warga yang menolak. harga lahan ditentukan tim appraisal, per meternya Rp 450 ribu dengan mempertimbanggkan harga di pasaran.

Jumlah tersebut sudah mencakup jika terdapat bangunan dan pohon atau tanaman di atas lahan warga. “Termasuk jika ada bangunan sumur di atas lahan,” jelasnya.

Baca Juga :  Prioritas Perbaikan Empat Jalan di Blora

Pihaknya tidak berwenang intervensi, sebab bertindak sebagai kewilayahan yang memfasilitasi kelancaran program perluasan bandara. Terkait harga, yang menentukan tim appraisal sudah dilakukan secara professional dan independen. Sebab, diambil dari luar bandara. “Yang menentukan dari Tim Appraisal KJPP, dari instansi luar dari bandara,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ngloram Diro belum bisa dikonfirmasi terkait jumlah warga yang menolak dan menerima harga yang telah ditentutan tim appraisal. (luk/msu)

BLORA, Radar Bojonegoro – Perluasan Bandara Ngloram menemui jalan terjal, sebab beberapa warga yang tanahnya terdampak menolak harga yang ditentukan oleh tim appraisal (penaksiran) pembebasan lahan Rp 450 ribu per meter.

Rencananya akan ada pertemuan lagi bagi warga yang menolak, saat ini masih menunggu keputusan.

“Kami melaporkan dulu hasil sosialisasi hasil appraisal untuk menentukan harga lahan kepada pimpinan,” jelas Kepala Bandara Ngloram Abdul Rozak kemarin (26/6).

Menurut Rozak, terdapat warga yang menolak harga yang telah ditetapkan tim appraisal. Namun, mengklaim ada warga yang lahannya terdampak perluasan sepakat dengan harga. Sehingga, untuk yang menolak pihaknya masih menunggu instruksi dari pimpinan pusat.

Baca Juga :  Bambang Kalahkan Anggota Satgas TMMD Dalam Bermain Tenis Meja

“Untuk bagaimana selanjutnya langkah yang diambil bagi warga yang keberatan, kami jugga masih menunggu,” terangnya.

- Advertisement -

Setelah pimpinan pusat memberikan tanggapan, pihaknya merencanakan pertemuan lagi dengan warga terdampak perluasan bandara.  Terkait harga yang menentukan tim appraisal, sudah dalam kajian dan perhitungan termasuk bangunan dan tanamanyang ada di atasnya.

Camat Cepu Budiman menjelaskan, saat pertemuan agenda pembahasan harga lahan terdampak bandara terdapat warga yang menolak. harga lahan ditentukan tim appraisal, per meternya Rp 450 ribu dengan mempertimbanggkan harga di pasaran.

Jumlah tersebut sudah mencakup jika terdapat bangunan dan pohon atau tanaman di atas lahan warga. “Termasuk jika ada bangunan sumur di atas lahan,” jelasnya.

Baca Juga :  Siap Layani Pembaca , Perpustakaan Keliling Kodim 0703 Cilacap

Pihaknya tidak berwenang intervensi, sebab bertindak sebagai kewilayahan yang memfasilitasi kelancaran program perluasan bandara. Terkait harga, yang menentukan tim appraisal sudah dilakukan secara professional dan independen. Sebab, diambil dari luar bandara. “Yang menentukan dari Tim Appraisal KJPP, dari instansi luar dari bandara,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ngloram Diro belum bisa dikonfirmasi terkait jumlah warga yang menolak dan menerima harga yang telah ditentutan tim appraisal. (luk/msu)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/