alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Didominasi SMA Sederajat

Darurat Tangani Angka Putus Sekolah di Blora

Kesadaran Pendidikan Kurang

BLORA, Radar Bojonegoro –  Angka putus sekolah masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah daerah. Akhir tahun lalu mencapai 1.078 anak. Terbanyak jenjang SMA sederajat. Faktor pergaulan dan perkawinan anak menjadi indikator. Sementara jenjang SD dan SMP cenderung berkurang.

 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora Mahbub Djunaidi mengungkapkan, data diterima dari dinas pendidikan (disdik) terdapat 1.078 siswa putus sekolah, dari tingkat SD sampai SMA sederajat.

 

“Paling banyak putus sekolah tingkat SMA, salah satunya karena pergaulan,” jelasnya.

 

Menurut dia, penyebab lainnya karena berhenti sekolah atau drop out. Berdasar data disdik terdapat 884 kategori drop out, meliputi jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK. “Up-date terbaru anak putus sekolah tahun ini, setelah Juni-Juli usai kelulusan,” jelasnya.

Baca Juga :  Persikaba Menunggu Keajaiban

 

Untuk menaggulangi masalah itu, pihaknya melakukan pencegahan dengan bimbingan dan sosialisasi. Terutama pandangan masyarakat terkait pentingnya pendidikan masih kurang. “Masuk di program luar sekolah, penanganan antisispasi dan sosialisasi kepada sekolah 12 tahun. Kalau SMA nanti ada program beasiswa, berisinergi dengan programnya pemerintah daerah satu sarjana dua desa,” jelasnya.

 

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Blora tahun ini terdapat 11 siswa SD putus sekolah, berkurang dari tahun lalu, yakni 19 siswa. Sedangkan, tingkat SMP menjadi 2 siswa dari tahun sebelumnya 24 siswa. Namun, dalam survei BPS, tidak menyebutkan angka putus sekolah jenjang SMA. (luk/rij)

Kesadaran Pendidikan Kurang

BLORA, Radar Bojonegoro –  Angka putus sekolah masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah daerah. Akhir tahun lalu mencapai 1.078 anak. Terbanyak jenjang SMA sederajat. Faktor pergaulan dan perkawinan anak menjadi indikator. Sementara jenjang SD dan SMP cenderung berkurang.

 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora Mahbub Djunaidi mengungkapkan, data diterima dari dinas pendidikan (disdik) terdapat 1.078 siswa putus sekolah, dari tingkat SD sampai SMA sederajat.

 

“Paling banyak putus sekolah tingkat SMA, salah satunya karena pergaulan,” jelasnya.

 

Menurut dia, penyebab lainnya karena berhenti sekolah atau drop out. Berdasar data disdik terdapat 884 kategori drop out, meliputi jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK. “Up-date terbaru anak putus sekolah tahun ini, setelah Juni-Juli usai kelulusan,” jelasnya.

Baca Juga :  Persikaba Menunggu Keajaiban

 

Untuk menaggulangi masalah itu, pihaknya melakukan pencegahan dengan bimbingan dan sosialisasi. Terutama pandangan masyarakat terkait pentingnya pendidikan masih kurang. “Masuk di program luar sekolah, penanganan antisispasi dan sosialisasi kepada sekolah 12 tahun. Kalau SMA nanti ada program beasiswa, berisinergi dengan programnya pemerintah daerah satu sarjana dua desa,” jelasnya.

 

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Blora tahun ini terdapat 11 siswa SD putus sekolah, berkurang dari tahun lalu, yakni 19 siswa. Sedangkan, tingkat SMP menjadi 2 siswa dari tahun sebelumnya 24 siswa. Namun, dalam survei BPS, tidak menyebutkan angka putus sekolah jenjang SMA. (luk/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/