alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Berkesenian di Era Adaptasi Baru

Radar Tuban – Selama pandemi Covid-19 belum berakhir, adaptasi kebiasaan baru harus dilakukan masyarakat untuk menjaga dari penularan virus korona. Yakni, rutin menggunakan alat pelindung diri, baik masker maupun face shield dan selalu cuci tangan.

Aturan yang sama juga berlaku untuk pe mentasan. Para pelaku seni diwajibkan tampil dengan pelindung diri. Agar tidak menutup make up-nya, penari tradisional di sejumlah panggung memakai face shield. Kaca pelindung muka tersebut digunakan untuk melindungi diri dari penularan virus melalui droplet.

Meski harus menggunakan peralatan tambahan, tak membuat pertunjukan para pelaku seni tersebut terganggu. Mereka tetap menghibur.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban Sulis tiyadi mengatakan, berkesenian selama pandemi tidak dilarang. Itu pun dengan catatan seluruh aturan protokol kesehatan dipenuhi.

Baca Juga :  Periode Hudanoor Sukses Kelola Keuangan Daerah

Selain menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker dan face shield, juga wajib jaga jarak. Baik saat tampil maupun di backstage. ‘’Berkesenian boleh tapi harus taat protokol kesehatan,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Sesuai surat edaran (SE) bupati Tuban tentang Perpanjangan Jam Malam, aturan yang membatasi rutinitas masyarakat hingga pukul 21.00 masih berlaku hingga Rabu (30/9) pekan depan atau empat hari lagi.

Jika batas waktu perpanjangan jam malam sudah habis, satgas akan memutuskan aturan lebih lanjut melalui SE terbaru. ‘’Saat ini, Tuban masih masuk zona yang rentan, jadi kondisi di lapangan menyesuaikan,’’ jelasnya.

Radar Tuban – Selama pandemi Covid-19 belum berakhir, adaptasi kebiasaan baru harus dilakukan masyarakat untuk menjaga dari penularan virus korona. Yakni, rutin menggunakan alat pelindung diri, baik masker maupun face shield dan selalu cuci tangan.

Aturan yang sama juga berlaku untuk pe mentasan. Para pelaku seni diwajibkan tampil dengan pelindung diri. Agar tidak menutup make up-nya, penari tradisional di sejumlah panggung memakai face shield. Kaca pelindung muka tersebut digunakan untuk melindungi diri dari penularan virus melalui droplet.

Meski harus menggunakan peralatan tambahan, tak membuat pertunjukan para pelaku seni tersebut terganggu. Mereka tetap menghibur.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban Sulis tiyadi mengatakan, berkesenian selama pandemi tidak dilarang. Itu pun dengan catatan seluruh aturan protokol kesehatan dipenuhi.

Baca Juga :  KSPPS BMT BIM Jawa Timur Berbagi 20.000 Paket Sembako

Selain menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker dan face shield, juga wajib jaga jarak. Baik saat tampil maupun di backstage. ‘’Berkesenian boleh tapi harus taat protokol kesehatan,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Sesuai surat edaran (SE) bupati Tuban tentang Perpanjangan Jam Malam, aturan yang membatasi rutinitas masyarakat hingga pukul 21.00 masih berlaku hingga Rabu (30/9) pekan depan atau empat hari lagi.

Jika batas waktu perpanjangan jam malam sudah habis, satgas akan memutuskan aturan lebih lanjut melalui SE terbaru. ‘’Saat ini, Tuban masih masuk zona yang rentan, jadi kondisi di lapangan menyesuaikan,’’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/