alexametrics
28.3 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Kantongi Dua Nama Kades

BLORA – Kasus korupsi keuangan desa menjadi fokus penegakan hukum di Blora. Setelah Kades Kentong dilaporkan karena diduga menyelewengkan dana desa (DD) dan tanah bondo deso (kas desa), polisi diam-diam juga juga mengantongi dua nama kades yang bermasalah dengan DD.  Satreskrim Polres Blora sudah mulai melakukan penyelidikan.‘’Kasus dugaan penyalahgunaan dana desa terhadap dua kepala desa sedang dilakukan penyelidikan,’’ kata Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Heri Dwi Utomo minggu (25/3).

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga sudak berkoordinasi dengan badan pengawas keuangan dan pembangunan (BPKP) untuk mendeteksi kerugian atas dugaan kasus tersebut. ‘’Saat ini masih menunggu hasilnya,’’ ujarnya. Meski begitu, Heri masih enggan mengungkapkan identitas kedua kades tersebut. ‘’Ini belum P21, jadi masih belum  bisa kami publikasi,’’ ujarnya saat ditemui Wartawan Jawa Pos Radar Blora.

Baca Juga :  Ajukan Bantuan Bangun Jalan ke Bojonegoro Rp 90 Miliar

Heri hanya menyebutkan, kedua kades tersebut tidak terkait dengan kasus serupa di Desa Kentong Kecamatan Cepu yang telah dilaporkan terlebih dahulu. ‘’Dua kasus korupsi (kades,Red) ini beda. Tidak termasuk kasus di Desa Kentong,’’ ujarnya. Sementara itu, untuk kasus Desa Kentong masih terus berlanjut hingga minggu (25/3). Pihak kepolisian berusaha melakukan pengembangan. ‘’Untuk Kentong masih lidik,’’ ujar Heri.

Dia mengungkapkan, kasus korupsi memang menjadi target Polres Lamongan. Tahun ini ditargetkan mengungkapkan minimal dua kasus korupsi. ‘’Terkait dugaan penyalahgunaan dana desa di Blora sudah ada tiga kasus tahun ini,’’ tukasnya.

BLORA – Kasus korupsi keuangan desa menjadi fokus penegakan hukum di Blora. Setelah Kades Kentong dilaporkan karena diduga menyelewengkan dana desa (DD) dan tanah bondo deso (kas desa), polisi diam-diam juga juga mengantongi dua nama kades yang bermasalah dengan DD.  Satreskrim Polres Blora sudah mulai melakukan penyelidikan.‘’Kasus dugaan penyalahgunaan dana desa terhadap dua kepala desa sedang dilakukan penyelidikan,’’ kata Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Heri Dwi Utomo minggu (25/3).

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga sudak berkoordinasi dengan badan pengawas keuangan dan pembangunan (BPKP) untuk mendeteksi kerugian atas dugaan kasus tersebut. ‘’Saat ini masih menunggu hasilnya,’’ ujarnya. Meski begitu, Heri masih enggan mengungkapkan identitas kedua kades tersebut. ‘’Ini belum P21, jadi masih belum  bisa kami publikasi,’’ ujarnya saat ditemui Wartawan Jawa Pos Radar Blora.

Baca Juga :  Gunakan Crane Tertibkan Baliho Ukuran Besar

Heri hanya menyebutkan, kedua kades tersebut tidak terkait dengan kasus serupa di Desa Kentong Kecamatan Cepu yang telah dilaporkan terlebih dahulu. ‘’Dua kasus korupsi (kades,Red) ini beda. Tidak termasuk kasus di Desa Kentong,’’ ujarnya. Sementara itu, untuk kasus Desa Kentong masih terus berlanjut hingga minggu (25/3). Pihak kepolisian berusaha melakukan pengembangan. ‘’Untuk Kentong masih lidik,’’ ujar Heri.

Dia mengungkapkan, kasus korupsi memang menjadi target Polres Lamongan. Tahun ini ditargetkan mengungkapkan minimal dua kasus korupsi. ‘’Terkait dugaan penyalahgunaan dana desa di Blora sudah ada tiga kasus tahun ini,’’ tukasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/