alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Rawan Penimbunan, Perlu Pengawasan Minyak Subsidi

BLORA, Radar Bojonegoro – Minyak goreng yang dijual di minimarket kerap kali kosong. Tiap kali datang langsung terjual habis diborong pembeli. Kondisi tersebut karena kebijakan subsidi dari pemerintah pusat harga menjadi Rp 14.000. Pemerintah perlu mengawasi peredaran agar tidak terjadi penimbunan.

Salah satu pegawai minimarket di Jalan Pemuda yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan, stok minyak goreng subsidi sudah kosong sejak Senin (24/1). Tiap kali suplai minyak goreng datang segera diburu oleh pembeli. “Sejak ada kebijakan subsidi dari pemerintah langsung habis hari itu juga,” katanya kemarin (25/1).

Dirinya menjelaskan, saat ini suplai juga dibatasi, sehingga ketika minyak goreng habis tidak bisa langsung ambil stok lagi. Tokonya mendapatkan jadwal kiriman kemarin (26/1). “Besok kelihatanya sudah ada, tapi ya mungkin langsung dibeli orang-orang lagi,” ungkapnya.

Baca Juga :  DPRD Gelar Sidang Paripurna Penyampaian Rekomendasi LKPJ

Hal sama terjadi di minimarket utara Alun-Alun Blora, salah satu kasir menceritakan tiap kali minyak datang langsung diserbu pembeli. Saat ini minyak goreng subsidi sudah habis, tinggal minyak goreng yang tidak mendapat subsidi. “Sudah habis sejak kemarin, belum ada stok yang datang lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Sulastri, salah satu penjual gorengan mengaku senang jika ada subsidi untuk minyak goreng. Namun, jika tidak dibatasi untuk pembeliannya ke depan akan ada lonjakan harga. Sebab, jika harga sedang murah masyarakat berbondongbondong untuk membeli. “Khawatirnya ada hang membeli kemudian ditimbun, dijual lagi saat harga naik,” ungkapnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop) Blora Luluk Kusuma Agung Ariadi pihaknya mewantiwanti agar tidak panic buying saat harga murah karena subsidi,. Selain itu pihaknya akan menjadwalkan untuk melakukan pengecekan untuk mengantisipasi terjadi penimbunan. “Nanti kami jadwalkan untuk itu,” tuturnya. (luk)

Baca Juga :  Penyaluran BLT Minyak Goreng Bersamaan  BPNT di Blora

BLORA, Radar Bojonegoro – Minyak goreng yang dijual di minimarket kerap kali kosong. Tiap kali datang langsung terjual habis diborong pembeli. Kondisi tersebut karena kebijakan subsidi dari pemerintah pusat harga menjadi Rp 14.000. Pemerintah perlu mengawasi peredaran agar tidak terjadi penimbunan.

Salah satu pegawai minimarket di Jalan Pemuda yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan, stok minyak goreng subsidi sudah kosong sejak Senin (24/1). Tiap kali suplai minyak goreng datang segera diburu oleh pembeli. “Sejak ada kebijakan subsidi dari pemerintah langsung habis hari itu juga,” katanya kemarin (25/1).

Dirinya menjelaskan, saat ini suplai juga dibatasi, sehingga ketika minyak goreng habis tidak bisa langsung ambil stok lagi. Tokonya mendapatkan jadwal kiriman kemarin (26/1). “Besok kelihatanya sudah ada, tapi ya mungkin langsung dibeli orang-orang lagi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ajak Warga Blora Konsumsi Produk UMKM

Hal sama terjadi di minimarket utara Alun-Alun Blora, salah satu kasir menceritakan tiap kali minyak datang langsung diserbu pembeli. Saat ini minyak goreng subsidi sudah habis, tinggal minyak goreng yang tidak mendapat subsidi. “Sudah habis sejak kemarin, belum ada stok yang datang lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Sulastri, salah satu penjual gorengan mengaku senang jika ada subsidi untuk minyak goreng. Namun, jika tidak dibatasi untuk pembeliannya ke depan akan ada lonjakan harga. Sebab, jika harga sedang murah masyarakat berbondongbondong untuk membeli. “Khawatirnya ada hang membeli kemudian ditimbun, dijual lagi saat harga naik,” ungkapnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop) Blora Luluk Kusuma Agung Ariadi pihaknya mewantiwanti agar tidak panic buying saat harga murah karena subsidi,. Selain itu pihaknya akan menjadwalkan untuk melakukan pengecekan untuk mengantisipasi terjadi penimbunan. “Nanti kami jadwalkan untuk itu,” tuturnya. (luk)

Baca Juga :  Terbentur Minimnya Fasilitas Penderita

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/