alexametrics
26.5 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Butuh Pasukan Pemadam Kebakaran di Kecamatan Pinggiran

Radar Bojonegoro – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora mencatat jumlah kebakaran tahun ini menurun dibanding sebelumnya. Tahun lalu terjadi 90 kali kebakaran, sedangkan hingga 23 November tahun ini, 42 kejadian.

Meski demikian, satuan penegak perda itu bakal mengajukan penambahan mobil pemadam kebakaran (damkar). Alasannya, untuk mengakses wilayah pinggiran, khususnya di Kecamatan Randublatung dan Ngawen.

‘’Untuk tambahnya damkar ini bukan karena tingginya angka kejadian kebakaran, tetapi tambahnya damkar untuk penanganan kebakaran di wilayah yang jauh dari kota,’’ kata Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora, Pujo Catur Santoso. Pujo menjelaskan, kebakaran terjadi hampir setiap bulan, rinciannya Januari terjadi dua kali kebakaran, Februari juga dua kejadian, kemudian Maret terjadi empat kebakaran.

Baca Juga :  Tahun Depan Masih Fokus Infrastruktur di Blora

Selanjutnya, kebakaran di April satu kejadian, bulan berikutnya Mei meningkat dua kejadian, Juni meningkat lima kejadian, Juli empat kejadian, dan Agustus delapan kejadian. Kemudian September enam kejadian, Oktober empat kejadian, dan selama November ini empat kejadian.

‘’Kejadian didominasi kebakaran rumah, lalu oven kayu, gudang kayu, pabrik gula, mobil. Kemudian, kebakaran lahan ada enam kali laporan,’’ jelasnya. Peta sebaran kebakaran di 13 kecamatan, selama satu tahun belum pernah kejadian kebakaran di Kecamatan Kedung tuban, Sambong, dan Jati.

Tingginya angka kebakaran ini, disebabkan karena kelalaian. Seperti lupa mematikan tungku masak, kemudian lupa mematikan perapian kandang, dan korsleting listrik. ‘’Untuk korsletinglistrik ini paling banyak di toko atau ruko,’’ bebernya.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Tuban Tembus 5.000 Pasien

Radar Bojonegoro – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora mencatat jumlah kebakaran tahun ini menurun dibanding sebelumnya. Tahun lalu terjadi 90 kali kebakaran, sedangkan hingga 23 November tahun ini, 42 kejadian.

Meski demikian, satuan penegak perda itu bakal mengajukan penambahan mobil pemadam kebakaran (damkar). Alasannya, untuk mengakses wilayah pinggiran, khususnya di Kecamatan Randublatung dan Ngawen.

‘’Untuk tambahnya damkar ini bukan karena tingginya angka kejadian kebakaran, tetapi tambahnya damkar untuk penanganan kebakaran di wilayah yang jauh dari kota,’’ kata Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora, Pujo Catur Santoso. Pujo menjelaskan, kebakaran terjadi hampir setiap bulan, rinciannya Januari terjadi dua kali kebakaran, Februari juga dua kejadian, kemudian Maret terjadi empat kebakaran.

Baca Juga :  SMA Negeri 1 Sumberrejo, SMA Desa, Prestasi Kota

Selanjutnya, kebakaran di April satu kejadian, bulan berikutnya Mei meningkat dua kejadian, Juni meningkat lima kejadian, Juli empat kejadian, dan Agustus delapan kejadian. Kemudian September enam kejadian, Oktober empat kejadian, dan selama November ini empat kejadian.

‘’Kejadian didominasi kebakaran rumah, lalu oven kayu, gudang kayu, pabrik gula, mobil. Kemudian, kebakaran lahan ada enam kali laporan,’’ jelasnya. Peta sebaran kebakaran di 13 kecamatan, selama satu tahun belum pernah kejadian kebakaran di Kecamatan Kedung tuban, Sambong, dan Jati.

Tingginya angka kebakaran ini, disebabkan karena kelalaian. Seperti lupa mematikan tungku masak, kemudian lupa mematikan perapian kandang, dan korsleting listrik. ‘’Untuk korsletinglistrik ini paling banyak di toko atau ruko,’’ bebernya.

Baca Juga :  Snesa Tak Lelah Jaring Siswa Berprestasi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/