28.6 C
Bojonegoro
Monday, February 6, 2023

885 PPS Dilantik, Sebagian Berstatus ASN

- Advertisement -

BLORA, Radar BojonegoroSebanyak 885 panitia pemungutan suara (PPS) resmi kemarin (24/1). Mereka dilantik setelah dinyatalan lolos dalam seleksi tulis dan wawancara. Mereka berhasil menyisihkan 1.339 peserta lainnya. Sebagian diantara PPS yang dilantik itu ada yang berstatus sebagi aparatur sipil negara (ASN).

 

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Blora Mohamad Khamdun mengatakan, ASN menjadi PPS tidak ada masalah. Selama hal itu tidak mengganggu kinerjanya sebagai ASN. Juga tidak menganggu kinerja sebagai PPS saat menjalankan tugas ASN.

 

- Advertisement -

‘’Pendaftar ASN menggunakan surat pernyataan dari pihaknya (intansi tempat bekerja) untuk mendaftar. Surat ini bisa menjadi penguat dalam kinerjanya nanti,’’ ucapnya saat pelantikan di Alun-Alun Blora.

 

Khamdun menuturkan, selama tahapan rerutmen, mulai tes tulis, wawancara hingga pelantikan dipastikan belum ada ASN yang dinyatakan lolos sebagai PPS yang mengundurkan diri.

 

PPS merupakan faktor utama untuk membangun demokrasi yang lebih baik. Meskipun PPS ini hanya di tingkat desa, tetap diharapkan menjadi ujung tombak pelaksanaan pemilu. Jika tidak serius dalam bertugas dia mempersilahkan PPS mundur.

 

‘’Baik buruknya pemilu kan ada di pemilihan tingkat desa. Kami harap PPS yang sudah dilantik jangan main-main,’’ jelasnya.

 

Selain pelantikan PPS, juga ditetapkan tempat pemungutan suara (TPS). Jumlahnya mencapai 3.054 buah.  Jumlah itu tersebar di Kabupaten Blora.

Bupati Blora Arief Rohman berharap para anggota PPS nantinya bisa menanamkan nilai-nilai moral untuk menyelenggarakan pemilu dengan asas-asas pemilu yang ada. PPS dituntut bekerja secara profesional dan berintegritas agar nantinya mampu menghasilkan wakil-wakil rakyat dari pemilu yang berkualitas.

 

‘’Mulai dilantik ini saya harap mulai efektif. Tolong dijalankan tugasnya dengan ikhlas,’’ tuturnya.  (hul/zim)

BLORA, Radar BojonegoroSebanyak 885 panitia pemungutan suara (PPS) resmi kemarin (24/1). Mereka dilantik setelah dinyatalan lolos dalam seleksi tulis dan wawancara. Mereka berhasil menyisihkan 1.339 peserta lainnya. Sebagian diantara PPS yang dilantik itu ada yang berstatus sebagi aparatur sipil negara (ASN).

 

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Blora Mohamad Khamdun mengatakan, ASN menjadi PPS tidak ada masalah. Selama hal itu tidak mengganggu kinerjanya sebagai ASN. Juga tidak menganggu kinerja sebagai PPS saat menjalankan tugas ASN.

 

- Advertisement -

‘’Pendaftar ASN menggunakan surat pernyataan dari pihaknya (intansi tempat bekerja) untuk mendaftar. Surat ini bisa menjadi penguat dalam kinerjanya nanti,’’ ucapnya saat pelantikan di Alun-Alun Blora.

 

Khamdun menuturkan, selama tahapan rerutmen, mulai tes tulis, wawancara hingga pelantikan dipastikan belum ada ASN yang dinyatakan lolos sebagai PPS yang mengundurkan diri.

 

PPS merupakan faktor utama untuk membangun demokrasi yang lebih baik. Meskipun PPS ini hanya di tingkat desa, tetap diharapkan menjadi ujung tombak pelaksanaan pemilu. Jika tidak serius dalam bertugas dia mempersilahkan PPS mundur.

 

‘’Baik buruknya pemilu kan ada di pemilihan tingkat desa. Kami harap PPS yang sudah dilantik jangan main-main,’’ jelasnya.

 

Selain pelantikan PPS, juga ditetapkan tempat pemungutan suara (TPS). Jumlahnya mencapai 3.054 buah.  Jumlah itu tersebar di Kabupaten Blora.

Bupati Blora Arief Rohman berharap para anggota PPS nantinya bisa menanamkan nilai-nilai moral untuk menyelenggarakan pemilu dengan asas-asas pemilu yang ada. PPS dituntut bekerja secara profesional dan berintegritas agar nantinya mampu menghasilkan wakil-wakil rakyat dari pemilu yang berkualitas.

 

‘’Mulai dilantik ini saya harap mulai efektif. Tolong dijalankan tugasnya dengan ikhlas,’’ tuturnya.  (hul/zim)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Bentuk Istana dari Lego

Dua Kali Bobol Konter

Potensi Ekspansi Pabrik, Jadi Perhatian

Pertanyakan Nasib Seluruh Karyawan


/