31.1 C
Bojonegoro
Thursday, June 1, 2023

Dipecat dari Gerindra, Setiyadji Anggap Tak Adil

- Advertisement -

BLORA, Radar Bojonegoro – Kabar mengejutkan datang dari internal DPC Partai Gerindra Blora. Setiyadji Setyawidjaja anggota DPRD Blora dari fraksi Gerindra dipecat sebagai kader. Otomatis haknya sebagai kader Gerindra yang menduduki anggota DPRD 2019-2024 berpotensi hilang. Pemecatan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra diduga Setiyadji tak patuh pada partai.
Setiyadji membenarkan atas pemecatan tersebut kemarin (23/11). Hanya, dirinya mengaku aneh atas pemecatan ini. Kaget dan tidak tahu mengapa sampai dipecat. Apalagi dirinya mantan ketua DPC Gerindra Blora dua periode. Dan saat ini menjabat sebagai dewan kehormatan DPC Gerindra. Alasan itulah membuatnya bertanya-tanya bisa sampai dianggap tidak patuh pada partai.
Menurutnya, itu memang keputusan partai. Tapi, dirinya menilai ini tidak adil. Mengingat dirinya yang membawa Gerindra berdiri di Blora pada 2010 dan sampai mendapatkan empat kursi DPRD. Tentu, dirinya mengaku sebagai pengurus Gerindra pertama.
‘’Ini mohon maaf ini lembaga saya sendiri, partai saya sendiri, ideologi saya sendiri yang sebetulnya saya tanamkan untuk Pak Prabowo, tapi apa boleh buat ya,’’ keluhnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Setiyadji mengaku, membesarkan Gerindra dari awal, sejak belum punya pengurus ranting sampai menjadi kuat. Dan ikut pemilu yang semula satu kursi menjadi empat kursi DPRD. Dipertengahan sebelum Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 dirinya diganti oleh ketua DPC baru. Hasilnya pada 2019 lalu kursi Gerindra tinggal dua kursi.
‘’Di sini mungkin awal mulanya, sehingga saya dikatakan tidak kooperatif. Tapi tidak koperatifnya seperti apa? Saya itu bingung,’’ keluhnya.
Saat dirinya tidak ikut beberapa kegiatan karena alasan banyak urusan, seperti sakit dan masih masa pandemi. ‘’Saya tidak aktif itu juga karena saya sedang sakit, surat bukti dari dokter buktinya masih ada,’’ jelasnya.
Terkait permasalahan iuran partai, yang menunggak beberapa bulan, menurut Setiyadji, itu bukan alasan. Karena dalam AD/ART tidak ada yang menyatakan mewajibkan iuran. ‘’Tapi itu juga sudah saya bayar sampai September 2021 ini,’’ imbuhnya.
Saat dianggap tidak aktif itu, Setiyadji mendapatkan panggilan dari partai. Kemudian berlanjut diberikan surat pemberhentian sebagai anggota Partai Gerindra. ‘’Dengan demikian saya dipecat sebagai keanggotaan Partai Gerindra,’’ imbuhnya.
Setiyadji tidak diam atas pemecatan tersebut. Dirinya berupaya melakukan langkah hukum selanjutnya. ‘’Tapi sebelum itu saya mempersiapkan dulu apa langkah selanjutnya yang perlu saya lakukan,’’ tukasnya.
Ketua DPC Gerindra Blora Jayadi membenarkan DPP melakukan pemecatan terhadap Setiyadji. Alasannya karena Setiyadji dianggap kurang taat dengan partai. ‘’Tidak melakukan iuran partai berkali-kali. Berturut-turut menunggak. Namun akhirnya dibayar. Tiba-tiba turun surat dari DPP. Dia diberhentikan dari keanggotaannya,’’ jelasnya.
Karena sudah diberhentikan dari keanggotaan partai, otomatis hak-haknya hilang. Termasuk keanggotaan jadi DPRD. Tentu, Gerindra harus mengajukan penggantinya dalam proses pergantian antarwaktu (PAW). ‘’Kalau sudah dikeluarkan dari partai, sudah tidak jadi DPRD. Hak-haknya hilang,’’ tegasnya.

 
Alasan Gerindra Memberhentikan Setiyadji
-Setiyadji dianggap kurang taat dengan partai.
-Tidak melakukan iuran partai hingga menunggak. Akhirnya dibayar.
-Tiba-tiba turun surat dari DPP dia diberhentikan.
-Gerindra segera menyiapkan PAW dan penggantinya di DPRD.

Kiprah Setiyadji di Gerinda
-Anggota DPRD Blora saat ini.
-Ketua DPC Gerindra Blora dua periode.
-Saat ini menjabat Dewan Kehormatan DPC Gerindra.
-Membesarkan Gerindra dari awal, sejak belum punya pengurus ranting.

BLORA, Radar Bojonegoro – Kabar mengejutkan datang dari internal DPC Partai Gerindra Blora. Setiyadji Setyawidjaja anggota DPRD Blora dari fraksi Gerindra dipecat sebagai kader. Otomatis haknya sebagai kader Gerindra yang menduduki anggota DPRD 2019-2024 berpotensi hilang. Pemecatan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra diduga Setiyadji tak patuh pada partai.
Setiyadji membenarkan atas pemecatan tersebut kemarin (23/11). Hanya, dirinya mengaku aneh atas pemecatan ini. Kaget dan tidak tahu mengapa sampai dipecat. Apalagi dirinya mantan ketua DPC Gerindra Blora dua periode. Dan saat ini menjabat sebagai dewan kehormatan DPC Gerindra. Alasan itulah membuatnya bertanya-tanya bisa sampai dianggap tidak patuh pada partai.
Menurutnya, itu memang keputusan partai. Tapi, dirinya menilai ini tidak adil. Mengingat dirinya yang membawa Gerindra berdiri di Blora pada 2010 dan sampai mendapatkan empat kursi DPRD. Tentu, dirinya mengaku sebagai pengurus Gerindra pertama.
‘’Ini mohon maaf ini lembaga saya sendiri, partai saya sendiri, ideologi saya sendiri yang sebetulnya saya tanamkan untuk Pak Prabowo, tapi apa boleh buat ya,’’ keluhnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Setiyadji mengaku, membesarkan Gerindra dari awal, sejak belum punya pengurus ranting sampai menjadi kuat. Dan ikut pemilu yang semula satu kursi menjadi empat kursi DPRD. Dipertengahan sebelum Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 dirinya diganti oleh ketua DPC baru. Hasilnya pada 2019 lalu kursi Gerindra tinggal dua kursi.
‘’Di sini mungkin awal mulanya, sehingga saya dikatakan tidak kooperatif. Tapi tidak koperatifnya seperti apa? Saya itu bingung,’’ keluhnya.
Saat dirinya tidak ikut beberapa kegiatan karena alasan banyak urusan, seperti sakit dan masih masa pandemi. ‘’Saya tidak aktif itu juga karena saya sedang sakit, surat bukti dari dokter buktinya masih ada,’’ jelasnya.
Terkait permasalahan iuran partai, yang menunggak beberapa bulan, menurut Setiyadji, itu bukan alasan. Karena dalam AD/ART tidak ada yang menyatakan mewajibkan iuran. ‘’Tapi itu juga sudah saya bayar sampai September 2021 ini,’’ imbuhnya.
Saat dianggap tidak aktif itu, Setiyadji mendapatkan panggilan dari partai. Kemudian berlanjut diberikan surat pemberhentian sebagai anggota Partai Gerindra. ‘’Dengan demikian saya dipecat sebagai keanggotaan Partai Gerindra,’’ imbuhnya.
Setiyadji tidak diam atas pemecatan tersebut. Dirinya berupaya melakukan langkah hukum selanjutnya. ‘’Tapi sebelum itu saya mempersiapkan dulu apa langkah selanjutnya yang perlu saya lakukan,’’ tukasnya.
Ketua DPC Gerindra Blora Jayadi membenarkan DPP melakukan pemecatan terhadap Setiyadji. Alasannya karena Setiyadji dianggap kurang taat dengan partai. ‘’Tidak melakukan iuran partai berkali-kali. Berturut-turut menunggak. Namun akhirnya dibayar. Tiba-tiba turun surat dari DPP. Dia diberhentikan dari keanggotaannya,’’ jelasnya.
Karena sudah diberhentikan dari keanggotaan partai, otomatis hak-haknya hilang. Termasuk keanggotaan jadi DPRD. Tentu, Gerindra harus mengajukan penggantinya dalam proses pergantian antarwaktu (PAW). ‘’Kalau sudah dikeluarkan dari partai, sudah tidak jadi DPRD. Hak-haknya hilang,’’ tegasnya.

 
Alasan Gerindra Memberhentikan Setiyadji
-Setiyadji dianggap kurang taat dengan partai.
-Tidak melakukan iuran partai hingga menunggak. Akhirnya dibayar.
-Tiba-tiba turun surat dari DPP dia diberhentikan.
-Gerindra segera menyiapkan PAW dan penggantinya di DPRD.

Kiprah Setiyadji di Gerinda
-Anggota DPRD Blora saat ini.
-Ketua DPC Gerindra Blora dua periode.
-Saat ini menjabat Dewan Kehormatan DPC Gerindra.
-Membesarkan Gerindra dari awal, sejak belum punya pengurus ranting.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/