29.3 C
Bojonegoro
Wednesday, November 30, 2022

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat

- Advertisement -

BLORA, Radar Bojonegoro – Progres pembangunan dua rumah potong hewan (RPH) dinilai lambat. Rekanan terpaksa dipanggil untuk diminta keterangan. Jika pada akhir masa pengerjaan belum selesai, secara regulasi akan dikenakan denda.

 

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora Gundala Wejasena menjelaskan, pembangunan RPH sudah proses pengerjaan. Namun, dirasa kurang maksimal. Sehingga, dua rekanan dipanggil untuk dimintai keterangan.

 

“Kita panggil itu kan ada dua bangunan, yang satu rumah porong hewan ruminansia dan unggas, kami tanyakan progresnya bagaimana,” katanya.

- Advertisement -

 

Gundala mengungkapakan, untuk RPH Rumanesia sudah jalan, sedangkan untuk RPH unggas terdapat kendala teknis. Namun, setelah ditekankan komitmennya, pihak rekanan sepakat melanjutkan pembangunan hingga selesai pekerjaan.

Baca Juga :  Anggota Polres Tes Urine Mendadak

“Yang RPH unggas ada kendala teknis, karena harus perencanaa apa dan apa, Kalau saya bilang gini ya perencanaannya gimana, harus segera dilaksanakan, kalau sudah berani mengambil harus berani bertanggung jawab,” tegasnya.

 

Menurut Gundala, fungsi-fungsi harus dijalankan, baik itu segi konstruksi dan pengawasan dari konsultan. Jika terdapat keterlambatan akan diberikan sanksi berupa denda sesuai regulasi.

 

“Nanti misalkan kalau terlambat didenda sesuai aturan, tetap harus berjalan sesuai aturan,” tandasnya.

 

Pekerjaan proyek yang menelan anggaran Rp 3,4 Miliar untuk RPH unggas dan Rp 2,6 miliar untuk RPH Rumanesia tersebut rencananya selesai awal Desember.

Sesuai hasil pantauan di lapangan, sudah mulai terlihat aktivitas, sebab sebelumnya pekerja sempat diliburkan karena ada agenda lain dari pemberi kerja.

Baca Juga :  Kebakaran Mengancam, Perlu Tampungan Air Per Kecamatan

 

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Gedung Pemotongan Hewan Unggas DP4 Blora, Rasmiyana Mengungkapkan, progres pembangunan RPH rendah. Sehingga, rekanan harus melakukan percepatan pembangunan.

“Progres pembangunan RPH memang rendah. Harus ada percepatan. Kita kejar pelaksana untuk percepatan personel. Sudah saya minta untuk dikerjakan,” pintanya. (luk/msu)

BLORA, Radar Bojonegoro – Progres pembangunan dua rumah potong hewan (RPH) dinilai lambat. Rekanan terpaksa dipanggil untuk diminta keterangan. Jika pada akhir masa pengerjaan belum selesai, secara regulasi akan dikenakan denda.

 

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora Gundala Wejasena menjelaskan, pembangunan RPH sudah proses pengerjaan. Namun, dirasa kurang maksimal. Sehingga, dua rekanan dipanggil untuk dimintai keterangan.

 

“Kita panggil itu kan ada dua bangunan, yang satu rumah porong hewan ruminansia dan unggas, kami tanyakan progresnya bagaimana,” katanya.

- Advertisement -

 

Gundala mengungkapakan, untuk RPH Rumanesia sudah jalan, sedangkan untuk RPH unggas terdapat kendala teknis. Namun, setelah ditekankan komitmennya, pihak rekanan sepakat melanjutkan pembangunan hingga selesai pekerjaan.

Baca Juga :  Air Bengawan Solo Dicek

“Yang RPH unggas ada kendala teknis, karena harus perencanaa apa dan apa, Kalau saya bilang gini ya perencanaannya gimana, harus segera dilaksanakan, kalau sudah berani mengambil harus berani bertanggung jawab,” tegasnya.

 

Menurut Gundala, fungsi-fungsi harus dijalankan, baik itu segi konstruksi dan pengawasan dari konsultan. Jika terdapat keterlambatan akan diberikan sanksi berupa denda sesuai regulasi.

 

“Nanti misalkan kalau terlambat didenda sesuai aturan, tetap harus berjalan sesuai aturan,” tandasnya.

 

Pekerjaan proyek yang menelan anggaran Rp 3,4 Miliar untuk RPH unggas dan Rp 2,6 miliar untuk RPH Rumanesia tersebut rencananya selesai awal Desember.

Sesuai hasil pantauan di lapangan, sudah mulai terlihat aktivitas, sebab sebelumnya pekerja sempat diliburkan karena ada agenda lain dari pemberi kerja.

Baca Juga :  Pengumuman PPDB Tertunda Sehari 

 

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Gedung Pemotongan Hewan Unggas DP4 Blora, Rasmiyana Mengungkapkan, progres pembangunan RPH rendah. Sehingga, rekanan harus melakukan percepatan pembangunan.

“Progres pembangunan RPH memang rendah. Harus ada percepatan. Kita kejar pelaksana untuk percepatan personel. Sudah saya minta untuk dikerjakan,” pintanya. (luk/msu)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Demi Cewek di Luar Negeri, Curi HP

Suka Mewarnai Spongebob

Tingkatkan Sinergi Hadapi Resesi

Volume Waduk 50 Persen


/