29.3 C
Bojonegoro
Wednesday, November 30, 2022

Terbukti Palsukan Surat Seleksi Perades

Dua Kades di Blora Terancam Diberhentikan

- Advertisement -

BLORA, Radar Bojonegoro – Dua kepala desa (kades) di Kecamatan Japah dan Kradenan terancam diberhentikan. Sebab, sesuai hasil sidang putusan di Pengadilan Negeri Blora, terbukti memalsukan surat seleksi perangkat desa (perades).

 

Para terdakwa itu meliputi, Kepala Kades Begajing, Kecamatan Japah Mohammad Kasno, bersama Muhammad Romli sebagai pendamping desa.

 

Kades Nginggil, Kecamatan Kradenan Darno serta Suprono selaku operator desa. Usai divonis, mereka pulang ke rumah masing-masing.

- Advertisement -

 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Blora, Ichwan Effendi mengungkapkan, hasil putusan sidang empat terdakwa divonis bersalah pada Kamis (22/9).

 

Mereka divonis hukuman 5 bulan penjara. JPU dan terdakwa menyatakan pikir-pikir.

 

“Tetap di rumah. Sambil menunggu tujuh hari untuk pikir-pikir. Apakah banding atau menerima putusan,” ujarnya.

Baca Juga :  Memoles Harta Karun yang Terpendam

 

Dia menambahkan, jika yang tersangkut hukum berupaya banding, kemudian berkas dikirim ke Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Tengah. Nanti tinggal PT Jateng mengeluarkan keputusan hasilnya.

 

Usai sidang, terdakwa langsung pulang. Sebelumnya JPU menuntun empat terdakwa 6 bulan sedangkan putusan 5 bulan.

 

“Tapi kalau di rumah (7 hari ini, red) menerima hasil putusan, ya statusnya Inkcraht (berkekuatan hokum tetap). Jadi ditahan di Rutan, kalau terdakwa banding, saya banding,” tegasnya.

 

Para terdakwa terbukti telah memenuhi unsur memalsukan surat terkait pengisian perangkat desa, sehingg melanggar Pasal 263 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan vonis 5 bulan penjara dan ditahan. (luk/msu)

Baca Juga :  Saat Pendudukan Jepang, IBO Ditutup

BLORA, Radar Bojonegoro – Dua kepala desa (kades) di Kecamatan Japah dan Kradenan terancam diberhentikan. Sebab, sesuai hasil sidang putusan di Pengadilan Negeri Blora, terbukti memalsukan surat seleksi perangkat desa (perades).

 

Para terdakwa itu meliputi, Kepala Kades Begajing, Kecamatan Japah Mohammad Kasno, bersama Muhammad Romli sebagai pendamping desa.

 

Kades Nginggil, Kecamatan Kradenan Darno serta Suprono selaku operator desa. Usai divonis, mereka pulang ke rumah masing-masing.

- Advertisement -

 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Blora, Ichwan Effendi mengungkapkan, hasil putusan sidang empat terdakwa divonis bersalah pada Kamis (22/9).

 

Mereka divonis hukuman 5 bulan penjara. JPU dan terdakwa menyatakan pikir-pikir.

 

“Tetap di rumah. Sambil menunggu tujuh hari untuk pikir-pikir. Apakah banding atau menerima putusan,” ujarnya.

Baca Juga :  Tak Ingin Dicap Miskin, 14 KPM di Blora Menolak BLT BBM

 

Dia menambahkan, jika yang tersangkut hukum berupaya banding, kemudian berkas dikirim ke Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Tengah. Nanti tinggal PT Jateng mengeluarkan keputusan hasilnya.

 

Usai sidang, terdakwa langsung pulang. Sebelumnya JPU menuntun empat terdakwa 6 bulan sedangkan putusan 5 bulan.

 

“Tapi kalau di rumah (7 hari ini, red) menerima hasil putusan, ya statusnya Inkcraht (berkekuatan hokum tetap). Jadi ditahan di Rutan, kalau terdakwa banding, saya banding,” tegasnya.

 

Para terdakwa terbukti telah memenuhi unsur memalsukan surat terkait pengisian perangkat desa, sehingg melanggar Pasal 263 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan vonis 5 bulan penjara dan ditahan. (luk/msu)

Baca Juga :  518 Karateka Bertanding di Cepu

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Demi Cewek di Luar Negeri, Curi HP

Suka Mewarnai Spongebob

Tingkatkan Sinergi Hadapi Resesi

Volume Waduk 50 Persen


/