alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Nakes Berduka Kembali, Kepala Puskesmas Meninggal Positif Covid-19

Radar Bojonegoro – Dunia kesehatan Blora kembali berduka. Kepala UPTD Pus kes mas Ngroto, Kecamatan Cepu, Nuryanta meninggal dunia di RSUD Moewardi Solo karena positif Covid-19, Selasa malam (22/9).

Ini merupakan tenaga medis kedua di Blora yang meninggal karena Virus Korona. Sebelumnya, Dokter Heri Prasetya, tenaga medis di RSUD Blora meninggal Agustus lalu. Plt Kepala Dinas Kesehatan Blora, Henny Indriyanti mengatakan, Nuryanta sebelumnya sempat dirawat di Puskemas Randublatung pada Kamis (17/9).

Kemudian Jumat (18/9) dirujuk ke RSUD R Soeprapto Cepu dan Sabtu (19/9) dirujuk ke RSUD Moewardi Solo. ‘’Beliau memiliki penyakit penyerta hipertensi dan Diabetes melitus,’’ ujarnya kemarin (23/9). Nuryanta dimakamkan di taman makam pahlawan Kecamatan Randublatung kemarin. Para pengantar pemakaman tidak bisa mendekat, hanya melihat dari jarak jauh.

Baca Juga :  Sisakan Pembebasan Tanah Kas Desa Blora

‘’Pemakamannya tadi (kemarin, Red) pukul 12.00,’’ ungkapnya. Puskesmas Ngroto selanjutnya ditutup sementara. Di mungkinkan baru akan kembali dibuka besok (25/9). Sedangkan untuk semua pegawai di Puskemas Ngroto dilakukan swab test kemarin (23/9).

‘’Swab test sudah dilakukan kepada seluruh pegawai Puskesmas Ngroto, mudah-mudah hasilnya negatif dan tidak ada lagi nakes yang meninggal,’’ tuturnya. Menurut dia, perkembangan Covid-19 di Blora memang kembali menghawatirkan. Statusnya kembali naik menjadi zona oranye atau resiko sedang.

Karena sejak Selasa lalu (22/9) jumlah pasien positif naik drastis. ‘’Kemarin (Selasa, 22/9) tambah 22 kasus baru, hari ini (kemarin, red) tambah dua kasus baru,’’ bebernya. Dia mengungkapkan, pesebaran Covid-19 di Blora juga kembali meningkat.

Baca Juga :  Angka Kematian Covid-19 di Lamongan Rendah

Kecamatan yang zona oranye bertambah. Awalnya hanya Kecamatan Kedungtuban dan Ngawen. Kini tambah Kecamatan Tunjungan, Bogorejo, Blora, Kunduran, Jati, Randublatung, Kradenan dan Cepu. Sementara itu, Camat Cepu Luluk Kusuma Agung Ariadi menambahkan, Puskesmas Ngroto telah dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan.

‘’Pelayanan juga ditutup, sementara pelayanan masyarakat dialihkan ke Puskesmas Cepu dan Kapuan,’’ ujarnya. Dia menambahkan, di Kecamatan Cepu terdapat tiga puskesmas. Yakni, Puskesmas Cepu, Kapuan dan Ngroto. Selain itu dari pegawai juga sudah dilakukan swab. ‘’Termasuk juga keluarganya,’’ imbuh dia.

Radar Bojonegoro – Dunia kesehatan Blora kembali berduka. Kepala UPTD Pus kes mas Ngroto, Kecamatan Cepu, Nuryanta meninggal dunia di RSUD Moewardi Solo karena positif Covid-19, Selasa malam (22/9).

Ini merupakan tenaga medis kedua di Blora yang meninggal karena Virus Korona. Sebelumnya, Dokter Heri Prasetya, tenaga medis di RSUD Blora meninggal Agustus lalu. Plt Kepala Dinas Kesehatan Blora, Henny Indriyanti mengatakan, Nuryanta sebelumnya sempat dirawat di Puskemas Randublatung pada Kamis (17/9).

Kemudian Jumat (18/9) dirujuk ke RSUD R Soeprapto Cepu dan Sabtu (19/9) dirujuk ke RSUD Moewardi Solo. ‘’Beliau memiliki penyakit penyerta hipertensi dan Diabetes melitus,’’ ujarnya kemarin (23/9). Nuryanta dimakamkan di taman makam pahlawan Kecamatan Randublatung kemarin. Para pengantar pemakaman tidak bisa mendekat, hanya melihat dari jarak jauh.

Baca Juga :  Alihkan Jamkesda ke BPJS

‘’Pemakamannya tadi (kemarin, Red) pukul 12.00,’’ ungkapnya. Puskesmas Ngroto selanjutnya ditutup sementara. Di mungkinkan baru akan kembali dibuka besok (25/9). Sedangkan untuk semua pegawai di Puskemas Ngroto dilakukan swab test kemarin (23/9).

‘’Swab test sudah dilakukan kepada seluruh pegawai Puskesmas Ngroto, mudah-mudah hasilnya negatif dan tidak ada lagi nakes yang meninggal,’’ tuturnya. Menurut dia, perkembangan Covid-19 di Blora memang kembali menghawatirkan. Statusnya kembali naik menjadi zona oranye atau resiko sedang.

Karena sejak Selasa lalu (22/9) jumlah pasien positif naik drastis. ‘’Kemarin (Selasa, 22/9) tambah 22 kasus baru, hari ini (kemarin, red) tambah dua kasus baru,’’ bebernya. Dia mengungkapkan, pesebaran Covid-19 di Blora juga kembali meningkat.

Baca Juga :  Angka Kematian Covid-19 di Lamongan Rendah

Kecamatan yang zona oranye bertambah. Awalnya hanya Kecamatan Kedungtuban dan Ngawen. Kini tambah Kecamatan Tunjungan, Bogorejo, Blora, Kunduran, Jati, Randublatung, Kradenan dan Cepu. Sementara itu, Camat Cepu Luluk Kusuma Agung Ariadi menambahkan, Puskesmas Ngroto telah dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan.

‘’Pelayanan juga ditutup, sementara pelayanan masyarakat dialihkan ke Puskesmas Cepu dan Kapuan,’’ ujarnya. Dia menambahkan, di Kecamatan Cepu terdapat tiga puskesmas. Yakni, Puskesmas Cepu, Kapuan dan Ngroto. Selain itu dari pegawai juga sudah dilakukan swab. ‘’Termasuk juga keluarganya,’’ imbuh dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/