alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Korban Arisan Bodong Blora Bergantian Lapor Polisi

Radar Bojonegoro – Para korban arisan online bodong bergantian mendatangi Polres Blora untuk melaporkan Dila, diduga pelaku arisan bodong yang telah berhasil membawa kabur uang korban. Sesuai pengakuan korban di depan polisi, terlibat arisan online berawal dari tergiur dengan tawaran keuntungan hingga 50 persen.

Sulastri, salah satu korban dari Desa Gabusan, Kecamatan Jati mengatakan, melaporkan Dila, warga kecamatan setempat. Dila merupakan member dari pelaku N, pelaku asal Kecamatan Sambong. Korban mengalami kerugian hingga Rp 250 juta dari arisan online, uang itu didapatkan dari menggadaikan sertifikat tanahnya.

‘’Saya modal awal Rp 250 juta, dari menggadaikan sertifikat dan jual tanah,’’ katanya saat di Mapolres Blora usai membuat laporan terkait arisan online.

Sulastri menceritakan, sebelumnya tidak punya prasangka buruk kepada pelaku. Karena sudah mengenal cukup lama. Bahkan pelaku pernah ke rumahnya. Sampai akhirnya menghilang. ‘’Sampai saat ini nggak ada kabar, nomornya (ponsel) juga tak bisa dihubungi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Sumber Bau Minyak Mulai Dikosongkan

Berawal dari perkenalan itu, dia ditawari arisan online oleh pelaku, dan tergiur. Berharap keuntungannya dapat dijadikan untuk modal usaha. ‘’Pikiran saya itu maunya itu awalnya sudah tetap tarik uang dari hasil arisan, tapi uangnya itu di rumah mau buat apa, dan akhirnya kami dibelikan lagi gitu, tapi malah terjadi seperti saat ini,’’ ungkapnya.

Sulastri ikut arisan online sejak Oktober 2020 lalu. Awalnya karena pelaku sering posting, arisan Rp 3 juta dapat Rp 5 juta, arisan Rp 6,5 juta dapat Rp 10 juta. ‘’Makanya kami tergiur,’’ tuturnya.

Perempuan asal Desa Gabusan tersebut berharap dengan melapor ke pihak kepolisian, agar pelaku segera menyerahkan diri. ‘’Semoga Mbak Dila cepat pulang cepat menjelaskan biar ada titik terangnya,’’ harapnya.

Selain Sulastri, diperkirakan ada puluhan orang yang menjadi korban arisan online fiktif tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah, seperti Blora, Bojonegoro, Ngawi, hingga Grobogan. Apabila ditotal, jumlah arisan online fiktif tersebut puluhan miliar.

Baca Juga :  Jabar Sharza Berangkat dari Denmark Menuju Indonesia

Sementara itu, rumah pelaku N dan S yang ada di Nglajo, Kecamatan Cepu semua prabotannya diambil orang yang diduga korban arisan. Seperti Kamis (19/8) lalu perabotan di rumah N seperti lemari, kursi, dan benda lain dikeluarkan dari rumah pelaku disaksikan petugas setempat.

‘’Itu infonya perabotan semua itu kredit, karena perkara ini kemudian pemilik aslinya langsung mengambil perabotan tersebut,’’ ujar Ahmad Faisol tetangga rumah yang ditempati pelaku.

Menurut Faisol, rumah yang ditempati pelaku itu dulunya merupakan rumah miliknya. Saat itu, membelinya dengan harga Rp 300 juta. Namun, saat itu urusnnya pelaku dan BRI, pelaku melakukan pinjaman ke BRI untuk membeli rumahnya. ‘’Untuk dengan saya cash,’’ ujarnya. Namun, rumah tersebut tidak ditempati oleh pelaku hanya ditempati beberapa kali karena pelaku lebih sering ke rumah orang tuanya di Kecamatan Sambong.

Radar Bojonegoro – Para korban arisan online bodong bergantian mendatangi Polres Blora untuk melaporkan Dila, diduga pelaku arisan bodong yang telah berhasil membawa kabur uang korban. Sesuai pengakuan korban di depan polisi, terlibat arisan online berawal dari tergiur dengan tawaran keuntungan hingga 50 persen.

Sulastri, salah satu korban dari Desa Gabusan, Kecamatan Jati mengatakan, melaporkan Dila, warga kecamatan setempat. Dila merupakan member dari pelaku N, pelaku asal Kecamatan Sambong. Korban mengalami kerugian hingga Rp 250 juta dari arisan online, uang itu didapatkan dari menggadaikan sertifikat tanahnya.

‘’Saya modal awal Rp 250 juta, dari menggadaikan sertifikat dan jual tanah,’’ katanya saat di Mapolres Blora usai membuat laporan terkait arisan online.

Sulastri menceritakan, sebelumnya tidak punya prasangka buruk kepada pelaku. Karena sudah mengenal cukup lama. Bahkan pelaku pernah ke rumahnya. Sampai akhirnya menghilang. ‘’Sampai saat ini nggak ada kabar, nomornya (ponsel) juga tak bisa dihubungi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tersangka Pornoaksi Terancam Penjara 10 Tahun

Berawal dari perkenalan itu, dia ditawari arisan online oleh pelaku, dan tergiur. Berharap keuntungannya dapat dijadikan untuk modal usaha. ‘’Pikiran saya itu maunya itu awalnya sudah tetap tarik uang dari hasil arisan, tapi uangnya itu di rumah mau buat apa, dan akhirnya kami dibelikan lagi gitu, tapi malah terjadi seperti saat ini,’’ ungkapnya.

Sulastri ikut arisan online sejak Oktober 2020 lalu. Awalnya karena pelaku sering posting, arisan Rp 3 juta dapat Rp 5 juta, arisan Rp 6,5 juta dapat Rp 10 juta. ‘’Makanya kami tergiur,’’ tuturnya.

Perempuan asal Desa Gabusan tersebut berharap dengan melapor ke pihak kepolisian, agar pelaku segera menyerahkan diri. ‘’Semoga Mbak Dila cepat pulang cepat menjelaskan biar ada titik terangnya,’’ harapnya.

Selain Sulastri, diperkirakan ada puluhan orang yang menjadi korban arisan online fiktif tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah, seperti Blora, Bojonegoro, Ngawi, hingga Grobogan. Apabila ditotal, jumlah arisan online fiktif tersebut puluhan miliar.

Baca Juga :  Wah! Dua PNS Tercatat Anggota Parpol

Sementara itu, rumah pelaku N dan S yang ada di Nglajo, Kecamatan Cepu semua prabotannya diambil orang yang diduga korban arisan. Seperti Kamis (19/8) lalu perabotan di rumah N seperti lemari, kursi, dan benda lain dikeluarkan dari rumah pelaku disaksikan petugas setempat.

‘’Itu infonya perabotan semua itu kredit, karena perkara ini kemudian pemilik aslinya langsung mengambil perabotan tersebut,’’ ujar Ahmad Faisol tetangga rumah yang ditempati pelaku.

Menurut Faisol, rumah yang ditempati pelaku itu dulunya merupakan rumah miliknya. Saat itu, membelinya dengan harga Rp 300 juta. Namun, saat itu urusnnya pelaku dan BRI, pelaku melakukan pinjaman ke BRI untuk membeli rumahnya. ‘’Untuk dengan saya cash,’’ ujarnya. Namun, rumah tersebut tidak ditempati oleh pelaku hanya ditempati beberapa kali karena pelaku lebih sering ke rumah orang tuanya di Kecamatan Sambong.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/