Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jalan Dusun Gejeg-Kemadoh Masih Rusak

M
Penulis: M. Yusuf Purwanto❯
RUSAK: Jalan poros Ngawen-Kunduran tampak bergelombang dan rusak, aspal bolong, dan berdebu. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
RUSAK: Jalan poros Ngawen-Kunduran tampak bergelombang dan rusak, aspal bolong, dan berdebu. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
BLORA, Radar Bojonegoro – Ruas Jalan Dusun Gejeg, Karang Tengah hingga Dusun Kemadoh Desa Kepoh Kecamatan Jati masih rusah parah. Hingga kini tidak kunjung ada perbaikan. Padahal jalan tersebut merupakan akses tercepat yang menghubungkan ke lainnya.

Ana, salah satu warna mengatakan, ada dua akses menuju tempat tinggalnya. Yaitu, jalur utara dan jalur barat. ‘’Yang sering digunakan yang jalur barat. Sebab, jalur tersebut lebih efisien dan lebih cepat untuk menghubungkan ke desa lainnya. Namun, jalur tersebut malah yang rusak parah,’’ jelasnya.

Jalan tersebut memang dari dulu sering digunakan sebagai akses mengangkut kayu jati hasil hutan. Hingga saat ini, jalan tersebut masih rusak parah. ‘’Sudah tahun-tahunan rusak parah. Setiap pulang kampung ke Kepoh, tidak pernah disuguhi jalan yang mulus. Selalu rusak,’’ ungkapnya pemudik asal Gresik tersebut.

Yudi Kurniawan warga lainnya mengatakan, jalan tersebut merupakan akses yang sering digunakan oleh penduduk untuk ke dusun atau desa lainnya. Juga, sebagai akses pulang-pergi anak-anak sekolah di desanya.

‘’Setiap pulang kampung, miris melihat anak-anak sekolah melewati jalan penuh lumpur dan tidak layak dilewati. Padahal, jalan ini jalan tercepat untuk menghubungkan dengan desa lainnya,’’ tutur pemudik asal Jakarta tersebut.

Kepala Dusun Karang Tengah EkoSupratono mengatakan, Sebelumnya, pihak Pemkab sudah menggelontorkan dana untuk perbaikan jalan tersebut sekitar Rp 500 juta pada akhir tahun lalu. Namun perbaikan tersebut rusak akibat belum usai perbaikan sudah dilewati truk muatan kayu.

‘’Dari perhutani sudah ikut membantu. Namun, jalan masih rusak. Seusai agenda lebaran selesai, kami akan coba kembali audiensi dengan pemkab dan DPRD,’’ ungkapnya.

Kepala Desa Kepoh Sulawan menuturkan, belum ada rencana untuk memperbaiki jalan tersebut. Sebab, pemdes setempat tidak memiliki anggaran untuk memperbaiki jalan tersebut. Selain itu, jalan tersebut hanya bisa dilewati saat musim kemarau. ‘’Jalan tersebut sudah dijadikan ruas kabupaten saat saya menjabat. Kami berharap ada bantuan masuk agar bisa segera diperbaiki,’’ ucapnya. (hul/zim)

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Tertinggi di Kecamatan Bojonegoro Kota

Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Tertinggi di Kecamatan Bojonegoro Kota

Angka kekerasan terhadap anak menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan ini tak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mencari bantuan dan melapor.

81 Desa di Bojonegoro Kriris Air Bersih Belum Tersentuh Sumur Bor

81 Desa di Bojonegoro Kriris Air Bersih Belum Tersentuh Sumur Bor

Krisis air bersih tahun ini lebih parah, kemarau berkepanjangan hingga menyebabkan ratusan warga desa kesulitan air. Bahkan, sebanyak 81 desa belum mendapat intervensi dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti sumur bor.

Merawat Sejarah Bojonegoro, Mengenang Jasa Leluhur

Merawat Sejarah Bojonegoro, Mengenang Jasa Leluhur

Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349, Pemkab menggelar ziarah di tiga makam leluhur, Jumat (16/10).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer