alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Server Trobel, Siswa Tunggu Hingga 45 Menit

CEPU – Hari pertama pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMP/MTs Senin (23/4) tak lancar. Para siswa harus menunggu hingga 45 menit. Penyebabnya server komputer mengalami masalah. Server pusatnya ada maintenance atau pemeliharaan. Kepala SMPN 3 Cepu Hermawan mengatakan, sebenarnya kemarin bukanlah trobel. Tapi, hanya log in saja yang tertunda. Namun, di SMPN 3 Cepu tertundanya log in server tidak terjadi secara bersamaan. 

Dari 9 ruangan tidak semua mengalami trobel. Ada dua ruang yang lancar tanpa kendala. “Baru ruangan yang lain ini yang mengalami trobel,” katanya kemarin.

Meski server terhenti dan siswa tidak bisa mengerjakan, menurut Hermawan, semua siswa diminta tetap di dalam ruangan. Dan, menunggu hingga server kembali berjalan. Siswa bisa mengerjakan UNBK setelah digunakan log in. 

Pria yang juga Ketua subrayon UNBK wilayah Cepu, Sambong, dan Kedungtuban itu menjelaskan, kali pertama setelah 15 menit tertunda, itu hanya satu ruang. Lalu ruang lain menyusul secara bergantian. Setiap satu ruang 5 menit. “Kalau total semua tertunda selama 45 menit,” ujarnya.

Baca Juga :  Fasilitas Terbatas, Latihan Bergantian

Penyebab trobel, lanjut Hermawan, dari pusat karena adanya perawatan server. Namun, trobel yang berbeda masing-masing ruangan, bahkan ada yang tidak bermasalah, kata dia, ini karena setiap sekolah tidak mengikuti server yang sama di pusat. 

Sebab, di pusat terdapat empat server. Dan salah satu server pusat itulah yang mengalami masalah. “Dan komputer kami sebagian itu juga ikut server yang trobel,” jelasnya.

Pastinya adanya trobel ini siswa melaksanakan UNBK hanya satu sesi. Seharusnya pulang pukul 09.30, terpaksa harus pukul 10.30. Sementara untuk wilayah subrayon Cepu, menurut Hermawan, untuk SMP dan MTs hampir keseluruhan mengalami masalah yang sama.

Sekretaris Pelaksana UNBK SMPN 1 Kedungtuban Hendy Trisakti mengatakan, tempatnya juga mengalami trobel, sama dengan sekolah lain. Namun, trobel ini sebenarnya bukan hanya saat sesi pertama saja. Setelah siswa bisa melakukan pengerjaan, sebenarnya server sekolah ke pusat itu masih mengalami masalah. 

Baca Juga :  Predator Anak Berkeliaran

Seperti saat siswa selesai mengerjakan soal dan akan di-upload ke pusat itu terkadang server offline kadang online. “Jadi sinyalnya itu tarik ulur, kalau mau ngirim terpaksa harus nunggu server online dulu,” ujarnya.

Informasi dihimpun, beberapa laporan di grup WhatsApp (WA) pelaksana UNBK di Blora ada sekolah yang sampai pukul 08.30 baru bisa mengerjakan. Karena token tidak kunjung muncul di server. Dan, siswa terpaksa tidak bisa mengerjakan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Blora Sugiyanto mengatakan, pengerjaan UNBK kemarin adanya perbaikan server dari pusat. Tapi setelah itu sudah lancar semua. “Yang trobel juga hanya beberapa,” kilahnya.

CEPU – Hari pertama pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMP/MTs Senin (23/4) tak lancar. Para siswa harus menunggu hingga 45 menit. Penyebabnya server komputer mengalami masalah. Server pusatnya ada maintenance atau pemeliharaan. Kepala SMPN 3 Cepu Hermawan mengatakan, sebenarnya kemarin bukanlah trobel. Tapi, hanya log in saja yang tertunda. Namun, di SMPN 3 Cepu tertundanya log in server tidak terjadi secara bersamaan. 

Dari 9 ruangan tidak semua mengalami trobel. Ada dua ruang yang lancar tanpa kendala. “Baru ruangan yang lain ini yang mengalami trobel,” katanya kemarin.

Meski server terhenti dan siswa tidak bisa mengerjakan, menurut Hermawan, semua siswa diminta tetap di dalam ruangan. Dan, menunggu hingga server kembali berjalan. Siswa bisa mengerjakan UNBK setelah digunakan log in. 

Pria yang juga Ketua subrayon UNBK wilayah Cepu, Sambong, dan Kedungtuban itu menjelaskan, kali pertama setelah 15 menit tertunda, itu hanya satu ruang. Lalu ruang lain menyusul secara bergantian. Setiap satu ruang 5 menit. “Kalau total semua tertunda selama 45 menit,” ujarnya.

Baca Juga :  Berkenalan Lewat Facebook, Gadis di Bawah Umur Diperkosa di Kuburan

Penyebab trobel, lanjut Hermawan, dari pusat karena adanya perawatan server. Namun, trobel yang berbeda masing-masing ruangan, bahkan ada yang tidak bermasalah, kata dia, ini karena setiap sekolah tidak mengikuti server yang sama di pusat. 

Sebab, di pusat terdapat empat server. Dan salah satu server pusat itulah yang mengalami masalah. “Dan komputer kami sebagian itu juga ikut server yang trobel,” jelasnya.

Pastinya adanya trobel ini siswa melaksanakan UNBK hanya satu sesi. Seharusnya pulang pukul 09.30, terpaksa harus pukul 10.30. Sementara untuk wilayah subrayon Cepu, menurut Hermawan, untuk SMP dan MTs hampir keseluruhan mengalami masalah yang sama.

Sekretaris Pelaksana UNBK SMPN 1 Kedungtuban Hendy Trisakti mengatakan, tempatnya juga mengalami trobel, sama dengan sekolah lain. Namun, trobel ini sebenarnya bukan hanya saat sesi pertama saja. Setelah siswa bisa melakukan pengerjaan, sebenarnya server sekolah ke pusat itu masih mengalami masalah. 

Baca Juga :  Dilema Fungsikan Portal Parkir Otomatis di Pasar Sido Makmur Blora

Seperti saat siswa selesai mengerjakan soal dan akan di-upload ke pusat itu terkadang server offline kadang online. “Jadi sinyalnya itu tarik ulur, kalau mau ngirim terpaksa harus nunggu server online dulu,” ujarnya.

Informasi dihimpun, beberapa laporan di grup WhatsApp (WA) pelaksana UNBK di Blora ada sekolah yang sampai pukul 08.30 baru bisa mengerjakan. Karena token tidak kunjung muncul di server. Dan, siswa terpaksa tidak bisa mengerjakan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Blora Sugiyanto mengatakan, pengerjaan UNBK kemarin adanya perbaikan server dari pusat. Tapi setelah itu sudah lancar semua. “Yang trobel juga hanya beberapa,” kilahnya.

Artikel Terkait

Most Read

Juara Umum di Kejurnas Semarang

Deg-degan Periksa Singa

Ancam Penjarakan Perusuh Pemilu

Artikel Terbaru


/