alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Netralitas Kepala Desa Diuji, Hari Ini Panwaskab Panggil 18 Kades

BLORA – Sebanyak 18 kepala desa (kades) yang diduga ikut mendatangi ketika kunjungan calon gubernur (cagub) Sudirman Said, akan diperiksa sabtu ini (24/8).  Mereka akan diperiksa di kantor Panwascam Kecamatan Cepu.

Pemeriksaan ini untuk klari­fikasi terhadap kepala desa yang diduga mendatangi Sudirman Said ketika berkunjung di Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Senin (19/2) lalu. Upaya ini sekaligus menguji netralitas aparatur desa dalam pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Tengah.

Anggota Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Sugie Rusyono mengatakan, kades yang dipangil hari ini sebanyak 18 orang. Jumlah ini lebih banyak dari sebelumnya, yang rencananya 15 kades. 

Bertambahnya jumlah kades, kata dia, setelah panwaskab melakukan pendalaman. 18 kades itu, 9 dari Kecamatan Cepu, 6 dari Kecamatan Sambong, dan 3 dari Kecamatan Kedungtuban. (Selengkapnya lihat grafis).

Baca Juga :  Lima Rumah Roboh di Japah

“Kades ini juga sudah dilayangkan surat pemanggilan sebelumnya,” ujarnya.

Terkait tempat pemanggilan ini, menurut Sugie, akan ditempatkan di Panwascam Cepu. Karena, memang untuk kades yang dipanggil dari tiga kecamatan yang berdekatan dengan Cepu. Sugie menegaskan, pemanggilan terhadap 18 kades ini untuk memberikan klarifikasi terhadap kades.

Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Blora Heri Agung Susanto, besar kemungkinan juga akan diperiksa. Sebab, ketika Sudirman Said ke Desa Jipang, juga mendatangi rumahnya di Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban. Kebetulan, Agung sapaannya juga menjadi Kades Sidorejo.  “Ada kemungkinan untuk dipanggil,” bebernya.

Karena kunjungan Sudirman Said ke Desa Jipang, memantau pengiriman beras ACT ke Palestina, juga mampir ke Kecamatan Kedungtuban di Rumah Agung. “Tapi, untuk materi apa yang dibahas di sana kami tidak tahu,” ujarnya.

Baca Juga :  Kapolres Imbau Tunggu Hasil Resmi dari KPU

Pemanggilan ini terkait netralitas kades dalam pilgub. Sesuai UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, jika kades itu tidak boleh berpolitik, dan ternyata 18 kades ini malah didapati mendatangi acara pertemuan salah satu cagub. Malah ada yang datang dengan baju keki, dan didapati berfoto juga dengan cagub tersebut.

BLORA – Sebanyak 18 kepala desa (kades) yang diduga ikut mendatangi ketika kunjungan calon gubernur (cagub) Sudirman Said, akan diperiksa sabtu ini (24/8).  Mereka akan diperiksa di kantor Panwascam Kecamatan Cepu.

Pemeriksaan ini untuk klari­fikasi terhadap kepala desa yang diduga mendatangi Sudirman Said ketika berkunjung di Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Senin (19/2) lalu. Upaya ini sekaligus menguji netralitas aparatur desa dalam pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Tengah.

Anggota Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Sugie Rusyono mengatakan, kades yang dipangil hari ini sebanyak 18 orang. Jumlah ini lebih banyak dari sebelumnya, yang rencananya 15 kades. 

Bertambahnya jumlah kades, kata dia, setelah panwaskab melakukan pendalaman. 18 kades itu, 9 dari Kecamatan Cepu, 6 dari Kecamatan Sambong, dan 3 dari Kecamatan Kedungtuban. (Selengkapnya lihat grafis).

Baca Juga :  Kang Yudi Kukuh di Puncak

“Kades ini juga sudah dilayangkan surat pemanggilan sebelumnya,” ujarnya.

Terkait tempat pemanggilan ini, menurut Sugie, akan ditempatkan di Panwascam Cepu. Karena, memang untuk kades yang dipanggil dari tiga kecamatan yang berdekatan dengan Cepu. Sugie menegaskan, pemanggilan terhadap 18 kades ini untuk memberikan klarifikasi terhadap kades.

Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Blora Heri Agung Susanto, besar kemungkinan juga akan diperiksa. Sebab, ketika Sudirman Said ke Desa Jipang, juga mendatangi rumahnya di Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban. Kebetulan, Agung sapaannya juga menjadi Kades Sidorejo.  “Ada kemungkinan untuk dipanggil,” bebernya.

Karena kunjungan Sudirman Said ke Desa Jipang, memantau pengiriman beras ACT ke Palestina, juga mampir ke Kecamatan Kedungtuban di Rumah Agung. “Tapi, untuk materi apa yang dibahas di sana kami tidak tahu,” ujarnya.

Baca Juga :  Patung Kuda dan Kereta Dipesan di Jogjakarta

Pemanggilan ini terkait netralitas kades dalam pilgub. Sesuai UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, jika kades itu tidak boleh berpolitik, dan ternyata 18 kades ini malah didapati mendatangi acara pertemuan salah satu cagub. Malah ada yang datang dengan baju keki, dan didapati berfoto juga dengan cagub tersebut.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/