alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Belum Merendam Permukiman Warga, Empat Desa Diterjang Banjir

CEPU – Empat desa di Kecamatan Cepu diterjang banjir luapan Bengawan Solo, jumat (23/2). Yakni, Desa Nglanjuk, Desa Jipang, Desa Sumberpitu, dan Kelurahan Balun. Namun, banjir belum sampai merendam permukiman warga. Hanya, menggenangi areal persawahan.

Agung Gihardi warga Kelurahan Balun mengatakan, air mulai terlihat naik ke permukaan dan mendekati permukiman sejak pukul 05.00. Hingga siang, debit air terus naik. “Di sini konstruksi bangunannya tergolong tinggi. Jadi kalau air masih segini belum bisa masuk,” katanya. 

Masuknya air sampai ke permukiman warga, menurut Agung, karena pintu air pada tanggul tidak berfungsi normal. Pintunya sudah lama rusak. Sehingga, air dari bengawan masuk melalui gorong-gorong yang tersambung hingga ke pintu air.

Baca Juga :  Banjir Rendam Kota dan Bancar 

Anggota Tim Respon Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Dae­rah (BPBD) Blora Agung Tri mengatakan, dari empat desa yang terdampak banjir kebanyakan menggenangi persawahan. Seperti di Desa Jipang, air menggenangi areal persawahan seluas 10 hektare. 

Desa Sumberpitu, air juga menggenangi areal persawahan seluas 2 hektare. Di Desa Nglanjuk permukiman penduduk juga aman dari luapan air, hanya 4 hektare lahan pertanian tergenang. “Hanya di Kelurahan Balun, air setinggi 50 sentimeter (cm) merendam jalan lingkungan,” tuturnya.

Kondisi Bengawan Solo kemarin siaga kuning. Pukul 06.00 dari papan duga air Karangnongko, air menyentuh ang­ka 28.76. Pukul 09.00 air kembali naik 28.78. Namun, pukul 12.00 debit air Bengawan Solo mengalami penurunan, menjadi 28.67 meter. “Sampai saat ini air berangsur menurun,” imbuhnya.

Baca Juga :  Jalan Lettu Suyitno Terjadi Genangan

Disinggung terkait kemungkinan luapan air lagi? Menurut Agung, tergantung dari hulu, seperti Sragen, Madiun, dan Ponorogo. Jika ada kiriman air lagi, bisa saja air Bengawan Solo naik lagi. “Tergantung cuaca hulu sore ini (kemarin),” ujarnya. 

CEPU – Empat desa di Kecamatan Cepu diterjang banjir luapan Bengawan Solo, jumat (23/2). Yakni, Desa Nglanjuk, Desa Jipang, Desa Sumberpitu, dan Kelurahan Balun. Namun, banjir belum sampai merendam permukiman warga. Hanya, menggenangi areal persawahan.

Agung Gihardi warga Kelurahan Balun mengatakan, air mulai terlihat naik ke permukaan dan mendekati permukiman sejak pukul 05.00. Hingga siang, debit air terus naik. “Di sini konstruksi bangunannya tergolong tinggi. Jadi kalau air masih segini belum bisa masuk,” katanya. 

Masuknya air sampai ke permukiman warga, menurut Agung, karena pintu air pada tanggul tidak berfungsi normal. Pintunya sudah lama rusak. Sehingga, air dari bengawan masuk melalui gorong-gorong yang tersambung hingga ke pintu air.

Baca Juga :  Waspada Siaga Merah Lagi

Anggota Tim Respon Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Dae­rah (BPBD) Blora Agung Tri mengatakan, dari empat desa yang terdampak banjir kebanyakan menggenangi persawahan. Seperti di Desa Jipang, air menggenangi areal persawahan seluas 10 hektare. 

Desa Sumberpitu, air juga menggenangi areal persawahan seluas 2 hektare. Di Desa Nglanjuk permukiman penduduk juga aman dari luapan air, hanya 4 hektare lahan pertanian tergenang. “Hanya di Kelurahan Balun, air setinggi 50 sentimeter (cm) merendam jalan lingkungan,” tuturnya.

Kondisi Bengawan Solo kemarin siaga kuning. Pukul 06.00 dari papan duga air Karangnongko, air menyentuh ang­ka 28.76. Pukul 09.00 air kembali naik 28.78. Namun, pukul 12.00 debit air Bengawan Solo mengalami penurunan, menjadi 28.67 meter. “Sampai saat ini air berangsur menurun,” imbuhnya.

Baca Juga :  Jalan Lettu Suyitno Terjadi Genangan

Disinggung terkait kemungkinan luapan air lagi? Menurut Agung, tergantung dari hulu, seperti Sragen, Madiun, dan Ponorogo. Jika ada kiriman air lagi, bisa saja air Bengawan Solo naik lagi. “Tergantung cuaca hulu sore ini (kemarin),” ujarnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/