Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Ada Anggaran Kelanjutan Stadion Kridaloka

M
Penulis: M. Yusuf Purwanto❯
BEROLAHRAGA: Siswa-Siswi MTSN 1 Blora mengikuti pelajaran olahraga di Stadion Kridaloka. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
BEROLAHRAGA: Siswa-Siswi MTSN 1 Blora mengikuti pelajaran olahraga di Stadion Kridaloka. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)

Persikaba Butuh Stadion Layak


BLORA, Radar Bojonegoro - Anggaran pembangunan Stadion Kridaloka tahun ini tidak disepakati. Untuk melanjutkan kekurangan pengerjaan, Pemkab Blora mengajukan anggaran kepada pemerintah pusat. Persikaba berharap stadion bisa terus dibangun hingga memenuhi standar.

 

Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora Kunto Aji menjelaskan, pengajuan anggaran akhir tahun lalu tidak disepakati. ‘’Sudah diajukan tapi saat itu tidak disepakati," jelasnya

 

Menurut dia, masih mengupayakan pembangunan stadion bisa berlanjut. Ia telah mengajukan anggaran pembangunan melalui APBN kepada pemerintah pusat. Hingga mendekati akhir awal bulan ini masih menunggu. ‘’Mudah-mudahan dapat," ungkap dia.

Menjadi stadion standar pertandingan regional, menurut Kunto Aji, perlu melengkapi fasilitas seperti tribun. Sebab, tribun dibangun tahun lalu belum sepenuhnya jadi. Juga, masih butuh pengurukan tanah pada lapangan yang tidak rata.

 

‘’Idealnya ada tribun penonton. Idealnya juga rekayasa lalu lintas, antisipasi kericuhan semua harus ada. Tapi, kami mengambil standar tingkat regional dulu," terangnya.

Terpisah, Ketua Umum Persikaba Mariyanto mendorong pemkab tetap menganggarkan keberlanjutan pembangunan stadion. ‘’Saya mewakili pengurus Persikaba menghendaki anggaran tambahan dari pemkab entah diambilkan dari APBD maupun APBN, untuk mempercantik Stadion Kridaloka," jelasnya.

 

Menurut dia, home base stadion memenuhi standar dibutuhkan untuk kemajuan sepak bola di daerah. Hal itu dapat mendorong Persikaba yang berkompetisi Liga 3 ini bisa naik ke kasta lebih tinggi.

 

‘’Kalau mau naik ke level lebih tinggi lagi, tentu infrastruktur menjadi kebutuhan. Bukan sekadar menjadi penghias tapi menjadi kebutuhan," jelasnya. (luk/rij)

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

PSEL Bisa Jadi Harapan Baru, Kapasitas TPA Blora Makin Sempit

PSEL Bisa Jadi Harapan Baru, Kapasitas TPA Blora Makin Sempit

Dua tempat pemrosesan akhir (TPA) di Kabupaten Blora kian krisis kapasitas. Pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) kini digadang-gadang menjadi tumpuan harapan, untuk mengurai persoalan sampah yang makin menumpuk di Kabupaten Blora

Petani Siap Suplai 3.500 Ton Per Hari, GMM Blora Kembali Beroperasi

Petani Siap Suplai 3.500 Ton Per Hari, GMM Blora Kembali Beroperasi

Pabrik gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Blora bakal kembali beroperasi. Namun, petani tebu sudah pasang badan. Sedikitnya 3.500 ton tebu siap digelontorkan setiap hari, jika pabrik milik BUMN tersebut kembali menggiling.

 Pengurukan dan Pemadatan Dianggarkan Rp 11 Miliar, Waktu Pengerjaan 90 Hari

Pengurukan dan Pemadatan Dianggarkan Rp 11 Miliar, Waktu Pengerjaan 90 Hari

Pembangunan kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora dalam proses pengurukan dan pemadatan, yang saat ini sudah mencapai 60 persen. Pantauan lapangan, tampak beberapa alat berat, mulai eksavator dan truk yang menurunkan material urukan dan ba

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer