alexametrics
24.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

96 Penderita DB, Satu Meninggal

BLORA – Penyakit demam berdarah (DB) memang selalu membahayakan bagi penderitanya. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora, Henny Indriyanti mengatakan, jumlah penderita DB selama tahun ini sebanyak 98 penderita dan satu diantaranya meninggal dunia.

Diprediksi, penderita DB akan meningkat selama musim hujan. Karena, selama musim hujan banyak genangan air yang menjadi media berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti yang menyebarkan penyakit DB. ‘’Oleh karena itu kami meminta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Jangan biarkan ada tempat-tempat menggenangnya air,’’ pintanya. 

Untuk mencegah melonjaknya jumlah kasus DB, Dinkes Blora kini mulai melakukan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya, dengan meminta masyarakat mengintensifkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui kegiatan 3 M, menguras, menutup dan mengubur media atau wadah tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

Baca Juga :  Standar Kecantikan Picu Penyakit Mental

Menurutnya, PSN tidak hanya dilakukan di dalam rumah, tapi juga di luar rumah. Sebab, selama ini biasanya wadah yang menjadi tempat air seperti botol dan plastik bekas, potongan bambu hingga ban bekas terbanyak berada di sekitar pemukiman warga dan menjadi tempat tumbuhnya nyamuk. Dan itu sangat jarang mendapatkan perhatian masyarakat.‘’Paling tidak seminggu sekali semestinya dilakukan PSN baik di dalam rumah maupun di kawasan pemukiman,’’ imbuhnya.

Selain itu, untuk antisipasi DB Dinkes juga melakukan fogging (pengasapan) di daerah endemis DB. Serta, melakukan perekrutan relawan juru pemantau jentik (jumantik) nyamuk. Yang banyak diambil dari para pelajar SD, SMP dan SMA untuk memberikan pengertian pencegahan DB. Dinkes juga memberikan bubuk abate kepada semua Puskesmas untuk ditaburkan di tempat penampungan air yang tidak memungkinkan untuk dikuras sehingga perkembangbiakan nyamuk bisa dicegah.

Baca Juga :  Menunggu Kepastian Jadwal CAT

Henny juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika didapati keluarganya mengalami demam tinggi untuk segera diperiksakan di pelayanan kesehatan terdekat. ‘’Jangan sampai terlambat memeriksakan, ditakutkan nantinya itu adalah DB,’’ kata dia.

BLORA – Penyakit demam berdarah (DB) memang selalu membahayakan bagi penderitanya. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora, Henny Indriyanti mengatakan, jumlah penderita DB selama tahun ini sebanyak 98 penderita dan satu diantaranya meninggal dunia.

Diprediksi, penderita DB akan meningkat selama musim hujan. Karena, selama musim hujan banyak genangan air yang menjadi media berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti yang menyebarkan penyakit DB. ‘’Oleh karena itu kami meminta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Jangan biarkan ada tempat-tempat menggenangnya air,’’ pintanya. 

Untuk mencegah melonjaknya jumlah kasus DB, Dinkes Blora kini mulai melakukan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya, dengan meminta masyarakat mengintensifkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui kegiatan 3 M, menguras, menutup dan mengubur media atau wadah tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

Baca Juga :  Infrastruktur Harus Ramah Disabilitas di Blora

Menurutnya, PSN tidak hanya dilakukan di dalam rumah, tapi juga di luar rumah. Sebab, selama ini biasanya wadah yang menjadi tempat air seperti botol dan plastik bekas, potongan bambu hingga ban bekas terbanyak berada di sekitar pemukiman warga dan menjadi tempat tumbuhnya nyamuk. Dan itu sangat jarang mendapatkan perhatian masyarakat.‘’Paling tidak seminggu sekali semestinya dilakukan PSN baik di dalam rumah maupun di kawasan pemukiman,’’ imbuhnya.

Selain itu, untuk antisipasi DB Dinkes juga melakukan fogging (pengasapan) di daerah endemis DB. Serta, melakukan perekrutan relawan juru pemantau jentik (jumantik) nyamuk. Yang banyak diambil dari para pelajar SD, SMP dan SMA untuk memberikan pengertian pencegahan DB. Dinkes juga memberikan bubuk abate kepada semua Puskesmas untuk ditaburkan di tempat penampungan air yang tidak memungkinkan untuk dikuras sehingga perkembangbiakan nyamuk bisa dicegah.

Baca Juga :  Wujudkan Pelayanan Kesehatan Secara Maksimal

Henny juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika didapati keluarganya mengalami demam tinggi untuk segera diperiksakan di pelayanan kesehatan terdekat. ‘’Jangan sampai terlambat memeriksakan, ditakutkan nantinya itu adalah DB,’’ kata dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/