alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Bau Minyak di Ngelo uji Lab Dilakukan Pertamina

CEPU – Bau minyak yang dikeluhkan warga RW 2 Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, selama empat tahun kembali diuji laboratorium. rabu (22/11), Pertamina EP Asset 4 Field Cepu melakukan uji laboratorium dengan melakukan treatment kimiawi di limbah minyak. Uji lab ini Pertamina mengundang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora dan warga sekitar.

Lisa Amelia, chemist PT Tesso Tetra Chemika, sebagai tim uji lab kimiawi, mengatakan bahwa pengujian mengambil contoh limbah minyak dari tiga titik bak penampungan. Salah satunya titik paling dekat dengan warga. 

Contoh limbah ini lalu dibawa ke laboratorium Pertamina. Setelah diberikan dosis oksidator dan katalisator, warga dan DLH beserta Pertamina untuk mencium bau dari limbah tersebut. Hasilnya telah terjadi perubahan awalnya berbau menjadi tidak tercium. 

Baca Juga :  Didesain Rumah Hobbits hingga Masjid Timur Tengah

Selain itu, hydrogen sulfide (H2S) yang awalnya hingga 100 lebih setelah diberikan katalisator dan oksidator menjadi nol. ’’Setelah dicek H2S tidak ada lagi, ’’ tuturnya.

Service Enginer PT Tesso Tetra Chemika Agus Sholeh menambahkan, penampungan limbah minyak itu hingga berbau ada dua kemungkinan. Yakni, karena adanya H2S dan ada bakteri yang hidup di dalamnya. 

Tapi, setelah diberi treatment kimiawi, awalnya H2S di atas 100 menjadi nol dan aroma juga menjadi berkurang. Dia menyadari bau minyak belum bisa hilang semua karena alasan baru skala lab. ’’Baru nanti setelah di lapangan, dosis katalisator dan oksidator akan disesuaikan di lapangan,’’ tuturnya.

Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Heru Irianto mengatakan treatment chemical (kimiawi) ini adalah proses jangka panjang. ’’Kalau proses ini baik (bisa menghilangkan bau), tentu proses lain tidak perlu dilakukan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Texas Wonocolo

Kabid Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Blora Tedi Rindaryo mengatakan, setelah ini DLH akan mengawasi terkait pelaksanaan sistem ini hingga benar-benar warga tidak lagi mengeluh bau minyak. ’’Untuk tindak lanjut akan terus dilakukan,’’ tuturnya.

Badan Purwanto, warga Desa Ngelo, mengatakan, masyarakat tidak peduli apa pun ditempuh Pertamina, asalkan bau minyak hilang. Tapi, yang membuat masyarakat kecewa karena Pertamina belum pernah meminta maaf, meski sudah ada upaya ini. ’’Selama ini tidak pernah ada permintaan maaf,” sesalnya.

CEPU – Bau minyak yang dikeluhkan warga RW 2 Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, selama empat tahun kembali diuji laboratorium. rabu (22/11), Pertamina EP Asset 4 Field Cepu melakukan uji laboratorium dengan melakukan treatment kimiawi di limbah minyak. Uji lab ini Pertamina mengundang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora dan warga sekitar.

Lisa Amelia, chemist PT Tesso Tetra Chemika, sebagai tim uji lab kimiawi, mengatakan bahwa pengujian mengambil contoh limbah minyak dari tiga titik bak penampungan. Salah satunya titik paling dekat dengan warga. 

Contoh limbah ini lalu dibawa ke laboratorium Pertamina. Setelah diberikan dosis oksidator dan katalisator, warga dan DLH beserta Pertamina untuk mencium bau dari limbah tersebut. Hasilnya telah terjadi perubahan awalnya berbau menjadi tidak tercium. 

Baca Juga :  Korban Arisan Bodong Blora Bergantian Lapor Polisi

Selain itu, hydrogen sulfide (H2S) yang awalnya hingga 100 lebih setelah diberikan katalisator dan oksidator menjadi nol. ’’Setelah dicek H2S tidak ada lagi, ’’ tuturnya.

Service Enginer PT Tesso Tetra Chemika Agus Sholeh menambahkan, penampungan limbah minyak itu hingga berbau ada dua kemungkinan. Yakni, karena adanya H2S dan ada bakteri yang hidup di dalamnya. 

Tapi, setelah diberi treatment kimiawi, awalnya H2S di atas 100 menjadi nol dan aroma juga menjadi berkurang. Dia menyadari bau minyak belum bisa hilang semua karena alasan baru skala lab. ’’Baru nanti setelah di lapangan, dosis katalisator dan oksidator akan disesuaikan di lapangan,’’ tuturnya.

Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Heru Irianto mengatakan treatment chemical (kimiawi) ini adalah proses jangka panjang. ’’Kalau proses ini baik (bisa menghilangkan bau), tentu proses lain tidak perlu dilakukan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Tetapkan Tiga Tersangka

Kabid Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Blora Tedi Rindaryo mengatakan, setelah ini DLH akan mengawasi terkait pelaksanaan sistem ini hingga benar-benar warga tidak lagi mengeluh bau minyak. ’’Untuk tindak lanjut akan terus dilakukan,’’ tuturnya.

Badan Purwanto, warga Desa Ngelo, mengatakan, masyarakat tidak peduli apa pun ditempuh Pertamina, asalkan bau minyak hilang. Tapi, yang membuat masyarakat kecewa karena Pertamina belum pernah meminta maaf, meski sudah ada upaya ini. ’’Selama ini tidak pernah ada permintaan maaf,” sesalnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/