alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Selama Enam Bulan, Minim Psikolog Menangani Korban

Tangani Sepuluh Kasus Kekerasan Anak

BLORA, Radar Bojonegoro – Pertengahan tahun ini tercatat 10 laporan kekerasan terhadap anak. Didominasi bentuk kekerasan seksual dengan jumlah 9 kasus dan 1 kasus kekerasan fisik. Selain itu, pemerintah daerah baru memiliki satu psikolog. Idealnya harus ada di setiap rumah sakit daerah maupun swasta.

 

Kepala Bidan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindunan Anak Dinas Sosial (Dinsos) Amida Hayu Kristiana melalui Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Anak Wahyu Titis Prasetyawan mengungkapkan, pada Juni terdapat 10 laporan kekerasan teradap anak. Sembilan kekerasan seksual dan satu kasus kekerasan fisik.

 

Semua korban, menurut Amida, sapaannya, saat ini masih dalam penanganan dan didampingi secara sosial hingga sembuh. Korban biasanya merasa trauma dengan kejadian dialami.

Baca Juga :  Dampak Getaran Picu Rumah Retak, Warga Minta Kompensasi

 

Amida mengungkapkan baru terdapat satu psikolog yang harus merangkap di RSUD Cepu. Jumlah itu dirasa kurang, idealnya tiap rumah sakit terdapat satu psikolog. “Kurang, begitu juga di rumah sakit swasta. Idealnya satu rumah sakit ada satu, dengan keterbatasan tenaga memang semua sangat membutuhkan,” ungkapnya kemarin (22/6).

 

Kepala Dinsos P3A Blora Inda Purwaningtyas mengungkapkan, hanya ada satu psikolog saat ini bertugas mengatasi masalah trauma kejiwaan dialami para korban kekerasan. Namun, pihaknya berkomitmen sinergi dengan multi stakeholder untuk kontrol kekerasan pada anak di lapangan.

 

“Intinya kami memberikan perlindunggan kepada anak, perlindungan terhadap anak sipil, seperti juga anak berhadapan dengan hukum,” tuturnya.

Baca Juga :  Tiket Pesawat Sudah Bisa Diakses

 

Pihaknya mengaku saat ini mempersiapkan penilaian kabupaten layak anak (KLA). Tentu, berharap dalam penilaian yang dilaksanakan tahun ini, daerah mendapatkan peningkatan dari predikat pratama menjadi madya. (luk/rij)

BLORA, Radar Bojonegoro – Pertengahan tahun ini tercatat 10 laporan kekerasan terhadap anak. Didominasi bentuk kekerasan seksual dengan jumlah 9 kasus dan 1 kasus kekerasan fisik. Selain itu, pemerintah daerah baru memiliki satu psikolog. Idealnya harus ada di setiap rumah sakit daerah maupun swasta.

 

Kepala Bidan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindunan Anak Dinas Sosial (Dinsos) Amida Hayu Kristiana melalui Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Anak Wahyu Titis Prasetyawan mengungkapkan, pada Juni terdapat 10 laporan kekerasan teradap anak. Sembilan kekerasan seksual dan satu kasus kekerasan fisik.

 

Semua korban, menurut Amida, sapaannya, saat ini masih dalam penanganan dan didampingi secara sosial hingga sembuh. Korban biasanya merasa trauma dengan kejadian dialami.

Baca Juga :  Perlu Ada Pendampingan Operator Bantuan Operasional Sekolah di Blora

 

Amida mengungkapkan baru terdapat satu psikolog yang harus merangkap di RSUD Cepu. Jumlah itu dirasa kurang, idealnya tiap rumah sakit terdapat satu psikolog. “Kurang, begitu juga di rumah sakit swasta. Idealnya satu rumah sakit ada satu, dengan keterbatasan tenaga memang semua sangat membutuhkan,” ungkapnya kemarin (22/6).

 

Kepala Dinsos P3A Blora Inda Purwaningtyas mengungkapkan, hanya ada satu psikolog saat ini bertugas mengatasi masalah trauma kejiwaan dialami para korban kekerasan. Namun, pihaknya berkomitmen sinergi dengan multi stakeholder untuk kontrol kekerasan pada anak di lapangan.

 

“Intinya kami memberikan perlindunggan kepada anak, perlindungan terhadap anak sipil, seperti juga anak berhadapan dengan hukum,” tuturnya.

Baca Juga :  Melanggar, 42 Kendaraan Ditindak

 

Pihaknya mengaku saat ini mempersiapkan penilaian kabupaten layak anak (KLA). Tentu, berharap dalam penilaian yang dilaksanakan tahun ini, daerah mendapatkan peningkatan dari predikat pratama menjadi madya. (luk/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/