alexametrics
24 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Warga Mengeluh, Empat Kali Minyak Mentah MGS Menggung Tumpah

CEPU  – Minyak mentah dari Main Gathering Station (MGS) Menggung Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Sabtu (21/4) dini hari pukul 00.30 tumpah. Tumpahan ini meluber hingga ke selokan saluran air di luar pagar MGS Menggung. Letaknya berdekatan dengan permukiman di Kelurahan Ngelo. Akibatnya, bau tak sedap dirasakan oleh warga sekitar lokasi. 

Tumpahan minyak diduga bukan hanya Sabtu dini hari lalu, namun sudah terjadi beberapa kali di tempat penampungan minyak milik Pertamina EP ini. “Kejadian minyak tumpah seperti ini sudah empat kali ini,” ujar Badan Purwanto, warga RT 2/RW 2, Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu.

Kejadian yang sudah empat kali ini, menurut Badan, sapaan akrabnya,  paling parah terjadi pada 2013 lalu. Karena saat itu yang tumpah bukanlah minyak, namun kondensat yang masuk pada selokan yang sama. Padahal selokan di depan pagar MGS Menggung itu berjarak tidak jauh dari permukiman warga, hanya berjarak sekitar 5 meter dari permukiman dan hanya terhalang jalan. “Harusnya minyak tidak boleh ke luar ke selokan, itu pencemaran,” ungkapnya .

Baca Juga :  Durasi Pelunasan Dua Tahun, Bunga 5,9 Persen, Perbaikan Jalan di Blora

Karena sudah empat kali tumpah, Badan menilai ini keteledoran dari Pertamina. Bahkan menurutnya dengan kejadian ini Pertamina di MGS Menggung kerjanya ngawur. Karena itu,  MGS Menggung harus ditutup atau dipindah.

Ketua RT 2/RW 2, Kelurahan Ngelo, Bambang menambahkan, tumpahan minyak mentah tersebut diketahui warga sesaat setelah turun hujan pada Sabtu (21/4) lalu. Karena setelah hujan tiba-tiba tercium bau menyengat dari minyak mentah.  Setelah dicari sumber bau ternyata berasal dari selokan depan MGS Menggung. Warga segera memberitahu petugas jaga atas kejadian tersebut. “Tapi saat itu tidak bisa langsung dilakukan perbaikan,” ujarnya.

Baru kemudian pada pukul 09.00 WIB, petugas dari Pertamina datang membawa truk vacum untuk melakukan penyedotan. Namun, saat itu tumpahan minyak tidak lagi mengalir. Petugas lain juga tampak  membersihkan rumput yang tercecer minyak dengan peralatan. “Sampai hari ini (kemarin) bekasnya masih menempel di dinding selokan,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati: Money Politics Semakin Jor-joran

Sementara itu, Government & PR Assistant Manager Pertamina EP Cepu Pandjie Galih Anoraga mengatakan, untuk minyak yang meluber ke selokan bukanlah tumpahan dari penampungan minyak MGS Menggung. Tapi, setelah kejadian tersebut, Pertamina EP kemudian melakukan upaya penanganan rembesan yang ada di selokan sekitar  MGS Menggung. Setelah mendapat laporan dari warga adanya rembesan. “Mulai pagi (Sabtu 21/4) sekitar pukul 05.30 sudah dilakukan pembersihan,” ujarnya.

Pandjie menambahkan bahwa penyebab kejadian tersebut masih dalam investigasi tim terkait.  Bahkan Pandji memastian kondisi selokan sudah bersih dari bekas minyak. Tim Pertamina terus menyisir sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada lagi bekas minyak.

CEPU  – Minyak mentah dari Main Gathering Station (MGS) Menggung Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Sabtu (21/4) dini hari pukul 00.30 tumpah. Tumpahan ini meluber hingga ke selokan saluran air di luar pagar MGS Menggung. Letaknya berdekatan dengan permukiman di Kelurahan Ngelo. Akibatnya, bau tak sedap dirasakan oleh warga sekitar lokasi. 

Tumpahan minyak diduga bukan hanya Sabtu dini hari lalu, namun sudah terjadi beberapa kali di tempat penampungan minyak milik Pertamina EP ini. “Kejadian minyak tumpah seperti ini sudah empat kali ini,” ujar Badan Purwanto, warga RT 2/RW 2, Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu.

Kejadian yang sudah empat kali ini, menurut Badan, sapaan akrabnya,  paling parah terjadi pada 2013 lalu. Karena saat itu yang tumpah bukanlah minyak, namun kondensat yang masuk pada selokan yang sama. Padahal selokan di depan pagar MGS Menggung itu berjarak tidak jauh dari permukiman warga, hanya berjarak sekitar 5 meter dari permukiman dan hanya terhalang jalan. “Harusnya minyak tidak boleh ke luar ke selokan, itu pencemaran,” ungkapnya .

Baca Juga :  Blora Menuju Tiga Abad

Karena sudah empat kali tumpah, Badan menilai ini keteledoran dari Pertamina. Bahkan menurutnya dengan kejadian ini Pertamina di MGS Menggung kerjanya ngawur. Karena itu,  MGS Menggung harus ditutup atau dipindah.

Ketua RT 2/RW 2, Kelurahan Ngelo, Bambang menambahkan, tumpahan minyak mentah tersebut diketahui warga sesaat setelah turun hujan pada Sabtu (21/4) lalu. Karena setelah hujan tiba-tiba tercium bau menyengat dari minyak mentah.  Setelah dicari sumber bau ternyata berasal dari selokan depan MGS Menggung. Warga segera memberitahu petugas jaga atas kejadian tersebut. “Tapi saat itu tidak bisa langsung dilakukan perbaikan,” ujarnya.

Baru kemudian pada pukul 09.00 WIB, petugas dari Pertamina datang membawa truk vacum untuk melakukan penyedotan. Namun, saat itu tumpahan minyak tidak lagi mengalir. Petugas lain juga tampak  membersihkan rumput yang tercecer minyak dengan peralatan. “Sampai hari ini (kemarin) bekasnya masih menempel di dinding selokan,” ujarnya.

Baca Juga :  Terlalu Tajam, Tikungan Jalan Ronggolawe Dirombak

Sementara itu, Government & PR Assistant Manager Pertamina EP Cepu Pandjie Galih Anoraga mengatakan, untuk minyak yang meluber ke selokan bukanlah tumpahan dari penampungan minyak MGS Menggung. Tapi, setelah kejadian tersebut, Pertamina EP kemudian melakukan upaya penanganan rembesan yang ada di selokan sekitar  MGS Menggung. Setelah mendapat laporan dari warga adanya rembesan. “Mulai pagi (Sabtu 21/4) sekitar pukul 05.30 sudah dilakukan pembersihan,” ujarnya.

Pandjie menambahkan bahwa penyebab kejadian tersebut masih dalam investigasi tim terkait.  Bahkan Pandji memastian kondisi selokan sudah bersih dari bekas minyak. Tim Pertamina terus menyisir sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada lagi bekas minyak.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/