alexametrics
23.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Kapolres Minta Anggota Waspada

- Advertisement -

BLORA – Kapolres Blora AKBP Saptono, khawatir terhadap keselamatan anggotanya ketika berdinas. Pihaknya mengingatkan anggotanya untuk berhati-hati, sekaligus membekali pelatihan kemampuan dasar perlawanan teror (wanteror). Kekhawatiran ini seiring tewasnya Aiptu Samsul Huda, anggota Polrestabes Semarang. Korban tewas Sabtu (20/1) lalu. “Saya harap semuanya berhati-hati dan waspada, saat berdinas maupun di luar dinas,” tegas Kapolres senin (22/1).

Bukan hanya keamanan diri anggota yang menjadi perhatian, kata Kapolres, tapi sekaligus penggunaan senjata api (senpi) saat berdinas. Kapolres meminta dilakukan pengawasan, jangan sampai terjadi pelanggaran, bahkan membahayakan orang lain.

“Bagi anggota, menggunakan senpi harus dilakukan pengawasan dan tes psikologis berkala, untuk mencegah terjadinya pelanggaran ­penyalahgunaan senpi,” ujar Saptono. Sekaligus menginginkan anggota kepolisian dalam tugas­nya sehari-hari bisa menjadi contoh masyarakat. 

Baca Juga :  Tiga Sekolah Khawatir Banjir ketika UNBK

Pihaknya juga membekali anggota satsabhara pelatihan dan simulasi kemampuan dasar wanteror. Setidaknya, bisa mengantisipasi terjadinya aksi teror yang bisa terjadi setiap saat. Baik menghadapi situasi teror langsung atau objek yang disertai penyanderaan.

Pembekalan anggota satsabhara ini, sekaligus sebagai pasukan khusus menghadapi pemilihan gubernur (pilgub) Juni mendatang. Pembekalan ini, kata Kapolres, bukan berarti kawasan Blora rawan. Sebaliknya, hanya mengantisipasi sewaktu-waktu terjadi teror.

BLORA – Kapolres Blora AKBP Saptono, khawatir terhadap keselamatan anggotanya ketika berdinas. Pihaknya mengingatkan anggotanya untuk berhati-hati, sekaligus membekali pelatihan kemampuan dasar perlawanan teror (wanteror). Kekhawatiran ini seiring tewasnya Aiptu Samsul Huda, anggota Polrestabes Semarang. Korban tewas Sabtu (20/1) lalu. “Saya harap semuanya berhati-hati dan waspada, saat berdinas maupun di luar dinas,” tegas Kapolres senin (22/1).

Bukan hanya keamanan diri anggota yang menjadi perhatian, kata Kapolres, tapi sekaligus penggunaan senjata api (senpi) saat berdinas. Kapolres meminta dilakukan pengawasan, jangan sampai terjadi pelanggaran, bahkan membahayakan orang lain.

“Bagi anggota, menggunakan senpi harus dilakukan pengawasan dan tes psikologis berkala, untuk mencegah terjadinya pelanggaran ­penyalahgunaan senpi,” ujar Saptono. Sekaligus menginginkan anggota kepolisian dalam tugas­nya sehari-hari bisa menjadi contoh masyarakat. 

Baca Juga :  Dua Hari Diterjang Angin, Delapan Rumah Rusak

Pihaknya juga membekali anggota satsabhara pelatihan dan simulasi kemampuan dasar wanteror. Setidaknya, bisa mengantisipasi terjadinya aksi teror yang bisa terjadi setiap saat. Baik menghadapi situasi teror langsung atau objek yang disertai penyanderaan.

Pembekalan anggota satsabhara ini, sekaligus sebagai pasukan khusus menghadapi pemilihan gubernur (pilgub) Juni mendatang. Pembekalan ini, kata Kapolres, bukan berarti kawasan Blora rawan. Sebaliknya, hanya mengantisipasi sewaktu-waktu terjadi teror.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/