alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Tiga Peserta Perades Plantungan Mundur

BLORA, Radar Bojonegoro – Proses seleksi perangkat desa (perades) di Desa Plantungan Kecamatan Blora Kota memanas, sempat terjadi aksi di balaidesa setempat, hingga ke kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Blora.
Aksi itu dipicu terjadi pergantian panitia, hingga tinga peserta mengundurkan diri.
Koordinator lapangan aksi warga Plantungan Muslimin mengatakan, dirinya dan warga lain di Desa Plantungan tidak setuju dengan kepanitiaan baru seleksi perades baru. Karena sempat ada pergantian kepanitiaan.
Panitia lama mengundurkan diri, kemudian ganti panita baru, ketua panitianya suami dari kepala desa.
‘’Itu mejadi polemik yang muncul di desa, sesuai prosedur pergantian, pembubaran, pembentukan baru itu tidak ada berita acaranya,’’ ujarnya.
Dia mengungkapkan, tidak transparansinya pemerintah desa dan panitia memicu puluhan warga desa mendatangi balai desa meminta kejelasan terkait panitia perades baru, dituding tak beres.
‘’Kami mendatangi kades pukul 10.00 pagi, kades tidak mau menunjukkan berita acaranya, menantang warga untuk melaporkan ke atasan, warga langsung spontan mendatangi dinas PMD,’’ tuturnya.
Dia menambahkan, kecuriagaan warga ini karena dengan diangkatnya suami kepala desa sebagai panitia seleksi perades, diduga ada permainan proses seleksi.  ‘’Tahapannya itu terjadi intimidasi, serangan atau unsur money politik,’’ tudingnya.
Sehingga, dalam seleksi perades di Desa Pelantungan dari 5 formasi dan 15 pendaftar ada 3 pendaftar mengundurkan diri. Pelaksanan seleksi perades dilakukan kemarin (21/12).
Sementara itu, Kepala Desa Plantungan belum bisa dikonfirmasi. Nomor ponselnya tidak aktif.
Camat Blora Budiman menuturkan, terkait permasalah Desa Plantungan akan digelar koordinasi dengan tim pembina di dinas PMD. Tentang pergantian kepanitiaan sudah dicek, dan sudah ditunjukkan surat pengunduran dirinya dari panitia lama. ‘’Yang dulu itu kan ketua panitianya yang mundur, tapi karena panitianya mundur anggotanya ikut mundur semua,’’ ujarnya.
Sehngga, perlu dibentuk panitia perades baru agar tahapan tetap berjalan. Tapi ternyata di dalam kepengurusan itu ada suami kepala desa yang ikut andil dalam kepanitiaan baru.
 ‘’Kalau menurut administrasi, semua sudah terpenuhi,’’ tegasnya.
Sehingga tahapan tetap berjalan, sesuai dengan tahapan. Meskipun, sebagian warga menolaknya.

Baca Juga :  Hak dan Kewajiban Bermedsos

BLORA, Radar Bojonegoro – Proses seleksi perangkat desa (perades) di Desa Plantungan Kecamatan Blora Kota memanas, sempat terjadi aksi di balaidesa setempat, hingga ke kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Blora.
Aksi itu dipicu terjadi pergantian panitia, hingga tinga peserta mengundurkan diri.
Koordinator lapangan aksi warga Plantungan Muslimin mengatakan, dirinya dan warga lain di Desa Plantungan tidak setuju dengan kepanitiaan baru seleksi perades baru. Karena sempat ada pergantian kepanitiaan.
Panitia lama mengundurkan diri, kemudian ganti panita baru, ketua panitianya suami dari kepala desa.
‘’Itu mejadi polemik yang muncul di desa, sesuai prosedur pergantian, pembubaran, pembentukan baru itu tidak ada berita acaranya,’’ ujarnya.
Dia mengungkapkan, tidak transparansinya pemerintah desa dan panitia memicu puluhan warga desa mendatangi balai desa meminta kejelasan terkait panitia perades baru, dituding tak beres.
‘’Kami mendatangi kades pukul 10.00 pagi, kades tidak mau menunjukkan berita acaranya, menantang warga untuk melaporkan ke atasan, warga langsung spontan mendatangi dinas PMD,’’ tuturnya.
Dia menambahkan, kecuriagaan warga ini karena dengan diangkatnya suami kepala desa sebagai panitia seleksi perades, diduga ada permainan proses seleksi.  ‘’Tahapannya itu terjadi intimidasi, serangan atau unsur money politik,’’ tudingnya.
Sehingga, dalam seleksi perades di Desa Pelantungan dari 5 formasi dan 15 pendaftar ada 3 pendaftar mengundurkan diri. Pelaksanan seleksi perades dilakukan kemarin (21/12).
Sementara itu, Kepala Desa Plantungan belum bisa dikonfirmasi. Nomor ponselnya tidak aktif.
Camat Blora Budiman menuturkan, terkait permasalah Desa Plantungan akan digelar koordinasi dengan tim pembina di dinas PMD. Tentang pergantian kepanitiaan sudah dicek, dan sudah ditunjukkan surat pengunduran dirinya dari panitia lama. ‘’Yang dulu itu kan ketua panitianya yang mundur, tapi karena panitianya mundur anggotanya ikut mundur semua,’’ ujarnya.
Sehngga, perlu dibentuk panitia perades baru agar tahapan tetap berjalan. Tapi ternyata di dalam kepengurusan itu ada suami kepala desa yang ikut andil dalam kepanitiaan baru.
 ‘’Kalau menurut administrasi, semua sudah terpenuhi,’’ tegasnya.
Sehingga tahapan tetap berjalan, sesuai dengan tahapan. Meskipun, sebagian warga menolaknya.

Baca Juga :  Pertahankan Kampung Samin Sambongrejo

Artikel Terkait

Most Read

Kurang Latihan Peragaan Busana

Bebaskan Lahan JLU Pertengahan 2018

Raih Dua Medali Perunggu di Makassar

Artikel Terbaru


/