alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Sebanyak 82 Aparatur Sipil Negara Bakal Pensiun

BLORA, Radar Bojonegoro – Sebanyak 82 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Blora yang bakal pensiun Maret dan April mendatang. Sedangkan, empat ASN terdampak peraturan susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) berpeluang mengisi jabatan yang kosong. Saat ini empat ASN tersebut mengisi jabatan subkoordinasi dinas.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Blora Heru Eko Wiyono mengatakan, 82 ASN akan purnatugas ini terbagi menjadi dua masa pensiun. Yakni 37 ASN akan purnatugas per 1 Maret dan 45 ASN per 1 April. “Semua pegawai pensiun sudah ada penyerahan SK oleh Bupati di pendapa,” katanya kemarin (21/1).

Heru menjelaskan, ASN yang pensiun dari berbagai organisasi pemerintah daerah (OPD). Tentu jabatan kosong akan diisi sesuai regulasi perekrutan pegawai pemkab. Termasuk peluang empat ASN terdampak penyederhanaan birokrasi. “Saat ini diberikan tugas mengisi di subkoordinasi,”  jelasnya.

Baca Juga :  Patung Kuda dan Kereta Dipesan di Jogjakarta

Eempat pejabat tersebut dua mengisi subkor dinas perdagangan. Dua lainnya di subkor dinas perpustakaan. Menurut dia, beberapa bulan ke depan akan melakukan pengisian jabatan yang kosong. Empat ASN berpeluang mengisi jabatan, namun mempertimbangkan kualifikasi. 

“Jadi tidak ada istilah yang nonjob dampak perubahan SOTK baru,” ungkapnya.

Heru menegaskan, dahulu saat pengangkatan sebagai CPNS, 82 pegawai akan purna itu menerima langsung SK dari bupati. Sehingga tradisi penyerahan SK pensiun juga diberikan bupati bentuk apresiasi.   

Sebelumnya, Bupati Arief Rohman saat penyerahan SK pensiun berharap seluruh PNS purna tetap bisa aktif dan produktif di tengah masyarakat. Selain itu tetap dibuka ruang memberikan ide gagasan kemajuan daerah. 

Baca Juga :  Mahal Tidak Masalah, Asal untuk Petani

“Yang mau jadi kepala desa atau nyalon DPRD ya monggo jika merasa masih mampu. Jika ingin fokus membesarkan cucu ya bisa. Atau mau bikin usaha baru, akan kami minta PT. Taspen dan Bank Jateng untuk memfasilitasi. Bisa dalam bentuk pembinaan usaha atau bantuan modalnya,” ujarnya. (luk)

BLORA, Radar Bojonegoro – Sebanyak 82 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Blora yang bakal pensiun Maret dan April mendatang. Sedangkan, empat ASN terdampak peraturan susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) berpeluang mengisi jabatan yang kosong. Saat ini empat ASN tersebut mengisi jabatan subkoordinasi dinas.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Blora Heru Eko Wiyono mengatakan, 82 ASN akan purnatugas ini terbagi menjadi dua masa pensiun. Yakni 37 ASN akan purnatugas per 1 Maret dan 45 ASN per 1 April. “Semua pegawai pensiun sudah ada penyerahan SK oleh Bupati di pendapa,” katanya kemarin (21/1).

Heru menjelaskan, ASN yang pensiun dari berbagai organisasi pemerintah daerah (OPD). Tentu jabatan kosong akan diisi sesuai regulasi perekrutan pegawai pemkab. Termasuk peluang empat ASN terdampak penyederhanaan birokrasi. “Saat ini diberikan tugas mengisi di subkoordinasi,”  jelasnya.

Baca Juga :  Limbah Covid Capai 369 Ton, Dua Kali Lipat Limbah B3 Tahun Lalu

Eempat pejabat tersebut dua mengisi subkor dinas perdagangan. Dua lainnya di subkor dinas perpustakaan. Menurut dia, beberapa bulan ke depan akan melakukan pengisian jabatan yang kosong. Empat ASN berpeluang mengisi jabatan, namun mempertimbangkan kualifikasi. 

“Jadi tidak ada istilah yang nonjob dampak perubahan SOTK baru,” ungkapnya.

Heru menegaskan, dahulu saat pengangkatan sebagai CPNS, 82 pegawai akan purna itu menerima langsung SK dari bupati. Sehingga tradisi penyerahan SK pensiun juga diberikan bupati bentuk apresiasi.   

Sebelumnya, Bupati Arief Rohman saat penyerahan SK pensiun berharap seluruh PNS purna tetap bisa aktif dan produktif di tengah masyarakat. Selain itu tetap dibuka ruang memberikan ide gagasan kemajuan daerah. 

Baca Juga :  Kades Segera Laporkan Kebutuhan Aparatur

“Yang mau jadi kepala desa atau nyalon DPRD ya monggo jika merasa masih mampu. Jika ingin fokus membesarkan cucu ya bisa. Atau mau bikin usaha baru, akan kami minta PT. Taspen dan Bank Jateng untuk memfasilitasi. Bisa dalam bentuk pembinaan usaha atau bantuan modalnya,” ujarnya. (luk)

Artikel Terkait

Most Read

Awas, Pekan Depan Mulai Macet

Titik Krisis Air Bersih Meluas

Tegur Teman Tak Peduli Kebersihan

Artikel Terbaru


/