alexametrics
25.7 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Distributor Wilayah Timur dan Selatan Belum Terdeteksi

Data Pedagang Migor Diserahkan Bulog Blora

BLORA, Radar Bojonegoro – Penyaluran minyak goreng curah di daerah akan lebih mudah dan stabil. Bulog akan dilibatkan dalam pendistribusiannya. Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dindakop-UKM) Blora memproses pendataan pedagang.

 

Saat ini, baru terdaftar satu distributor minyak goreng curah di wilayah Blora. Sedangkan, wilayah selatan belum terdata, justru ada stok kiriman dari Surabaya. “Kami sudah dikirimi surat sejak Kamis (12/5) oleh Bulog Pati meminta bantuan pendataan,” kata Kepala Dindagkop-UKM Blora Kiswoyo.

 

Dia mengatakan, telah mendata pedagang minyak goreng curah setiap di pasar. Sudah dikirim kembali kepada Bulog Subdivre Pati. Hanya pihaknya belum mendapat kepastian jumlah pedagang menerima dan kuota diberikan.

Baca Juga :  Pelajar Begitu Menikmati 48 Karya Lukis

 

Kiswoyo belum mengetahui proses pendistribusian, kepada pedagang langsung atau skema lain. “Distribusi seperti apa belum mendapat kabar lagi, dilibatkan atau hanya pendampingan. Namun, kami mesti bertanggung jawab pengawalan,” jelasnya.

 

Menurut Kiswoyo, harga migor masih stabil, terpantau penjualan masih sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.500 per kilogram. Saat ini, dinasnya hanya mencatat satu distributor, yakni MD Morodadi. Distributor mendistribusikan di Pasar Ngawen, Jepon, dan Blora.

 

Sedangkan di wilayah selatan dan timur, seperti Randublatung dan Cepu, pihaknya belum mendeteksi. Namun, ada informasi distributor dari Surabaya. Padahal, menurut Kiswoyo, sudah ada ketentuan pendistribusian dari Jawa Tengah.

 

Sumiati salah satu pembeli minyak goreng curah di Pasar Cepu mengaku saat ini pembelian mulai stabil. Dibanding saat masih ada kebijakan subsidi minyak goreng kemasan. Per kilogram dihargai Rp 15.500.

Baca Juga :  Belum Setahun, Talud Bengawan di Desa Gadon Longsor

 

“Alhamdulillah sudah gampang daripada sebelumnya, sudah beberapa minggu lalu,” paparnya. (luk/rij)

BLORA, Radar Bojonegoro – Penyaluran minyak goreng curah di daerah akan lebih mudah dan stabil. Bulog akan dilibatkan dalam pendistribusiannya. Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dindakop-UKM) Blora memproses pendataan pedagang.

 

Saat ini, baru terdaftar satu distributor minyak goreng curah di wilayah Blora. Sedangkan, wilayah selatan belum terdata, justru ada stok kiriman dari Surabaya. “Kami sudah dikirimi surat sejak Kamis (12/5) oleh Bulog Pati meminta bantuan pendataan,” kata Kepala Dindagkop-UKM Blora Kiswoyo.

 

Dia mengatakan, telah mendata pedagang minyak goreng curah setiap di pasar. Sudah dikirim kembali kepada Bulog Subdivre Pati. Hanya pihaknya belum mendapat kepastian jumlah pedagang menerima dan kuota diberikan.

Baca Juga :  Belum Setahun, Talud Bengawan di Desa Gadon Longsor

 

Kiswoyo belum mengetahui proses pendistribusian, kepada pedagang langsung atau skema lain. “Distribusi seperti apa belum mendapat kabar lagi, dilibatkan atau hanya pendampingan. Namun, kami mesti bertanggung jawab pengawalan,” jelasnya.

 

Menurut Kiswoyo, harga migor masih stabil, terpantau penjualan masih sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.500 per kilogram. Saat ini, dinasnya hanya mencatat satu distributor, yakni MD Morodadi. Distributor mendistribusikan di Pasar Ngawen, Jepon, dan Blora.

 

Sedangkan di wilayah selatan dan timur, seperti Randublatung dan Cepu, pihaknya belum mendeteksi. Namun, ada informasi distributor dari Surabaya. Padahal, menurut Kiswoyo, sudah ada ketentuan pendistribusian dari Jawa Tengah.

 

Sumiati salah satu pembeli minyak goreng curah di Pasar Cepu mengaku saat ini pembelian mulai stabil. Dibanding saat masih ada kebijakan subsidi minyak goreng kemasan. Per kilogram dihargai Rp 15.500.

Baca Juga :  Ponpes Terus Bermunculan di Blora

 

“Alhamdulillah sudah gampang daripada sebelumnya, sudah beberapa minggu lalu,” paparnya. (luk/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Tiga Hari Satu Tulisan

Artikel Terbaru


/