alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

DB Belum Mengarah Ditetapkan KLB

BLORA – Meningkatnya penderita demam berdarah (DB) ternyata belum mengarah ditetapkannya kejadian luar biasa (KLB). Meski begitu, penderita DB berpotensi bertambah seiring musim hujan. Hingga akhir Februari, sudah ada 93 penderita DB. Jumlah ini naik drastis dibanding Januari, terdapat 15 penderita.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Blora Edi Sucipto mengatakan, kasus DB selama ini belum ditetapkan sebagai KLB. Karena untuk menjadi KLB, ada kategorinya. Setidaknya ditetapkan KLB, kata dia, jika tiga tahun berturut-turut ada kasus DB. Lalu, kasus itu dua kali lipat pada bulan yang sama pada tahun berbeda.

Dikatakan KLB jika ditetapkan Kementerian Kesehatan. Selama ini, DB di Blora belum pernah masuk dalam kategori KLB. Dia mengakui, selama musim hujan ini jumlah DB mengalami peningkatan. Perkembangan nyamuk Aedes aegypti karena banyaknya genangan air di rumah. Seperti genangan di wadah plastik dan ban bekas.

Baca Juga :  Jalan Taman Bahagia Dibangun Tahun Ini

Penyebaran nyamuk ini, lanjut Edi, bukan dari tempat yang kotor seperti selokan. Tetapi, lebih banyak berada di air jernih dan bersih. Selain itu, meningkatnya penderita DB ternyata bukan menjadi penyakit yang mendominasi di RSUD dr. R. Soetijono Blora. “Yang jelas DB tidak mendominasi (penderita di RSUD),” kata Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr. R. Soetijono Blora M. Jamil Muhlisin.

Dia mengatakan, selama ini penderita DB yang masuk RSUD tidak banyak. Tidak ada ledakan signifikan. Meski begitu, dia belum bisa menghitung jumlah pasien secara pasti. Sebaliknya, pasien merata dengan menderita diare, kejang, dan bronkopneumonia. 

BLORA – Meningkatnya penderita demam berdarah (DB) ternyata belum mengarah ditetapkannya kejadian luar biasa (KLB). Meski begitu, penderita DB berpotensi bertambah seiring musim hujan. Hingga akhir Februari, sudah ada 93 penderita DB. Jumlah ini naik drastis dibanding Januari, terdapat 15 penderita.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Blora Edi Sucipto mengatakan, kasus DB selama ini belum ditetapkan sebagai KLB. Karena untuk menjadi KLB, ada kategorinya. Setidaknya ditetapkan KLB, kata dia, jika tiga tahun berturut-turut ada kasus DB. Lalu, kasus itu dua kali lipat pada bulan yang sama pada tahun berbeda.

Dikatakan KLB jika ditetapkan Kementerian Kesehatan. Selama ini, DB di Blora belum pernah masuk dalam kategori KLB. Dia mengakui, selama musim hujan ini jumlah DB mengalami peningkatan. Perkembangan nyamuk Aedes aegypti karena banyaknya genangan air di rumah. Seperti genangan di wadah plastik dan ban bekas.

Baca Juga :  Bangun Kawasan dengan Penguatan Infrastruktur

Penyebaran nyamuk ini, lanjut Edi, bukan dari tempat yang kotor seperti selokan. Tetapi, lebih banyak berada di air jernih dan bersih. Selain itu, meningkatnya penderita DB ternyata bukan menjadi penyakit yang mendominasi di RSUD dr. R. Soetijono Blora. “Yang jelas DB tidak mendominasi (penderita di RSUD),” kata Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr. R. Soetijono Blora M. Jamil Muhlisin.

Dia mengatakan, selama ini penderita DB yang masuk RSUD tidak banyak. Tidak ada ledakan signifikan. Meski begitu, dia belum bisa menghitung jumlah pasien secara pasti. Sebaliknya, pasien merata dengan menderita diare, kejang, dan bronkopneumonia. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/