alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Bukan Bendera HTI, tapi Bendera Tauhid

BLORA, Radar Bojonegoro – Posting-an Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Blora di media sosial (medsos) sempat menarik perhatian. Karena membentangkan bendera hitam dan putih bertuliskan tauhid yang diduga bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Terkait itu, Pemuda Muhammadiyah Blora melakukan klarifikasi resmi di kantor PD Muhamadiyah setempat kemarin (19/8).

Ketua Pemuda Muhammadiyah Blora M. Syaifudin mengatakan, pembentangan bendera tauhid itu bukan pada rangkaian upacara bendera. Namun usai penampilan seni tari pelajar Blora pada Sabtu (17/8). ’’Kokam yang selesai mengikuti upacara berkumpul di dekat pohon beringin bagian barat dan sambil istirahat membentangkan bendera tauhid itu,’’ ujarnya kemarin (19/8). 

Namun, dia menyatakan, Kokam mengartikan bendera itu bukan bendera HTI. Tapi bendera tauhid yang diagungkan umat Islam dunia. ’’Dan taman-taman (Kokam) tidak ada hubungannya dengan HTI, tidak ada,’’  tegasnya.

Baca Juga :  Berharap Ada Penataan PKLĀ 

Selain itu, ujarnya, membawa bendera itu bukan kali itu saja. Saat Muktamar Muhammadiyah di Jogja beberapa waktu lalu ada juga yang mengibarkan bendera yang sama. ’’Tapi tidak menjadi masalah,’’ tukasnya. 

Dia mengaku sudah menduga sejak awal bahwa posting-an ini akan ramai. Hanya saja pihaknya tidak bisa mencegah karena dia tidak di lokasi saat Kokam Blora berfoto dengan bendera tauhid itu. 

Di akhir kesempatan itu Kokam Blora menyampaikan permohonan maaf atas ketidak-nyamanan yang dirasakan beberapa pihak atas munculnya posting-an tersebut. Pihaknya berharap, setelah ada klarifikasi ini permasalahan tersebut tidak menjadi polemik lebih lanjut. 

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Blora Mochamad Iskak mengatakan, sebelum klarifikasi tersebut pihaknya memanggil ketua Kokam untuk klarifikasi. ’’Sekaligus diberikan pembinaan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Blora Gelar Festival Kelor

BLORA, Radar Bojonegoro – Posting-an Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Blora di media sosial (medsos) sempat menarik perhatian. Karena membentangkan bendera hitam dan putih bertuliskan tauhid yang diduga bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Terkait itu, Pemuda Muhammadiyah Blora melakukan klarifikasi resmi di kantor PD Muhamadiyah setempat kemarin (19/8).

Ketua Pemuda Muhammadiyah Blora M. Syaifudin mengatakan, pembentangan bendera tauhid itu bukan pada rangkaian upacara bendera. Namun usai penampilan seni tari pelajar Blora pada Sabtu (17/8). ’’Kokam yang selesai mengikuti upacara berkumpul di dekat pohon beringin bagian barat dan sambil istirahat membentangkan bendera tauhid itu,’’ ujarnya kemarin (19/8). 

Namun, dia menyatakan, Kokam mengartikan bendera itu bukan bendera HTI. Tapi bendera tauhid yang diagungkan umat Islam dunia. ’’Dan taman-taman (Kokam) tidak ada hubungannya dengan HTI, tidak ada,’’  tegasnya.

Baca Juga :  4.413 Peserta Berebut 857 Kursi Perades

Selain itu, ujarnya, membawa bendera itu bukan kali itu saja. Saat Muktamar Muhammadiyah di Jogja beberapa waktu lalu ada juga yang mengibarkan bendera yang sama. ’’Tapi tidak menjadi masalah,’’ tukasnya. 

Dia mengaku sudah menduga sejak awal bahwa posting-an ini akan ramai. Hanya saja pihaknya tidak bisa mencegah karena dia tidak di lokasi saat Kokam Blora berfoto dengan bendera tauhid itu. 

Di akhir kesempatan itu Kokam Blora menyampaikan permohonan maaf atas ketidak-nyamanan yang dirasakan beberapa pihak atas munculnya posting-an tersebut. Pihaknya berharap, setelah ada klarifikasi ini permasalahan tersebut tidak menjadi polemik lebih lanjut. 

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Blora Mochamad Iskak mengatakan, sebelum klarifikasi tersebut pihaknya memanggil ketua Kokam untuk klarifikasi. ’’Sekaligus diberikan pembinaan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Berharap Ada Penataan PKLĀ 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/