alexametrics
22.8 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

31 Angkutan Umum di Blora Ditilang

BLORA – Sebanyak 31 angkutan umum dan angkutan barang ditindak petugas saat razia gabungan kemarin (19/2). Razia kendaraan di depan Terminal Tipe B Blora tersebut awalnya menjaring 103 kendaraan.

Hanya, 31 mobil penumpang umum (MPU) dan angkutan barang tidak dilengkapi dengan surat kelengkapan. Sehingga, petugas gabungan menindaknya. Petugas gabungan yang dilibatkan, yakni Balai Sarana Prasarana Perhubungan Wilayah II, Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah, samsat, Satlantas Polres Blora, serta Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora.

Kasubbag TU Balai Sarana Prasarana Perhubungan Wilayah II Suryono mengatakan, kegiatan dishub provinsi ini untuk menyasar angkutan umum khususnya bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan umum lain di Blora. “Juga kendaraan lain yang diduga melanggar,” ujarnya.

Baca Juga :  Korban Arisan Bodong Blora Bergantian Lapor Polisi

Dia mencontohkan, angkutan umum yang tidak punya izin trayek. Atau izin trayek mati. Juga, MPU yang tidak memiliki izin trayek. Sehingga tidak layak jalan. Selain itu petugas menemukan pelanggaran dimensi. Ada juga BPKB yang sudah mati.

“Padahal mereka sudah lama beroperasi di Blora,” tegasnya.

Selain angkutan umum, Dishub Jateng juga merazia ke angkutan barang. Sehingga terlihat dalam razia kemarin, truk dan kendaraan besar lain ikut dihentikan dan diperiksa kelengkapan surat-suratnya.

Dan petugas menemukan ada yang melanggar. Seperti dua truk tidak memiliki surat-surat sama sekali. Lalu diserahkan ke satlantas polres. Kendaraan yang melanggar, selanjutnya diberikan tilang. “Untuk tilang kami sendiri yang melakukan, karena kita ada petugas PPNS. Tapi kita nanti tetap koordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan,” jelasnya.

Baca Juga :  Tujuh Desa di Cepu Kekeringan

Setelah razia ini, 31 pelanggaran terdiri dari 27 buku kir mati, 1 kendaraan SIM mati, dan 3 kendaraan tidak sesuai peruntukan diserahkan kepada kejaksaan. Dan diambil di hari sudah ditentukan.

BLORA – Sebanyak 31 angkutan umum dan angkutan barang ditindak petugas saat razia gabungan kemarin (19/2). Razia kendaraan di depan Terminal Tipe B Blora tersebut awalnya menjaring 103 kendaraan.

Hanya, 31 mobil penumpang umum (MPU) dan angkutan barang tidak dilengkapi dengan surat kelengkapan. Sehingga, petugas gabungan menindaknya. Petugas gabungan yang dilibatkan, yakni Balai Sarana Prasarana Perhubungan Wilayah II, Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah, samsat, Satlantas Polres Blora, serta Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora.

Kasubbag TU Balai Sarana Prasarana Perhubungan Wilayah II Suryono mengatakan, kegiatan dishub provinsi ini untuk menyasar angkutan umum khususnya bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan umum lain di Blora. “Juga kendaraan lain yang diduga melanggar,” ujarnya.

Baca Juga :  BKD Tangani Satu Kasus Guru Cabul

Dia mencontohkan, angkutan umum yang tidak punya izin trayek. Atau izin trayek mati. Juga, MPU yang tidak memiliki izin trayek. Sehingga tidak layak jalan. Selain itu petugas menemukan pelanggaran dimensi. Ada juga BPKB yang sudah mati.

“Padahal mereka sudah lama beroperasi di Blora,” tegasnya.

Selain angkutan umum, Dishub Jateng juga merazia ke angkutan barang. Sehingga terlihat dalam razia kemarin, truk dan kendaraan besar lain ikut dihentikan dan diperiksa kelengkapan surat-suratnya.

Dan petugas menemukan ada yang melanggar. Seperti dua truk tidak memiliki surat-surat sama sekali. Lalu diserahkan ke satlantas polres. Kendaraan yang melanggar, selanjutnya diberikan tilang. “Untuk tilang kami sendiri yang melakukan, karena kita ada petugas PPNS. Tapi kita nanti tetap koordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan,” jelasnya.

Baca Juga :  Jangan Suntikkan Vaksin Kedaluwarsa

Setelah razia ini, 31 pelanggaran terdiri dari 27 buku kir mati, 1 kendaraan SIM mati, dan 3 kendaraan tidak sesuai peruntukan diserahkan kepada kejaksaan. Dan diambil di hari sudah ditentukan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/