alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Pemkab akan Surati Dirut Pertamina

BLORA, Radar Bojonegoro – Sekitar 30 buruh tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Blora berujuk rasa kemarin (19/1). Mereka menuntut kejelasan upah belum dibayar oleh perusahaan menjadi vendor rekanan dari Pertamina. Pemkab Blora melalui asisten II setda yang menemui pengunjukrasa akan menyurati direktur utama (dirut) Pertamina.

Ketua KASBI Blora Agung Pujo menjelaskan, aksi dilakukan terus jika tuntutan dari buruh tidak segera dipenuhi. Ia mengaku sudah menyuarakan hak buruh sejak 2017 lalu hingga saat ini tidak kunjung ada titik terang. “Kali ini unjuk rasa kami tujukan kantor bupati untuk menjembatani agar segera menemukan jalan keluar,” katanya kemarin (19/1).

Pujo menjelaskan, ingin meminta upah dari sekitar 300 buruh yang belum dibayarkan oleh PT Caraka Perdana Megah, yang merupakan pengganti dari PT Geo Cepu Indonesia (GCI) yang dinyatakan pailit.  Tidak hanya itu buruh juga menuntut pembayaran BPJS, jaminan hari tua, dan tabungan simponi. 

Baca Juga :  Nilai UNBK Tidak Penentu Kelulusan

“Sebelum diganti PT GCI meninggalkan permasalahan bagi buruh,” terangnya.

Menurut Pujo, permasalahan melilit buruh sudah jelas dan diketahui kedua belah pihak. Sehingga unjuk rasa kali ini ingin memperjelas tuntutan. Dan berharap pemkab dan DPRD menemukan dengan direktur utama Pertamina. “Jika tidak melibatkan pusat tuntutan kami tidak akan terealisasi,” ungkapnya.

Setelah orasi di depan kantor bupati, serikat buruh diajak audiensi bersama pemkab diwakili dinas perindustrian dan ketenagakerjaan, asisten dua. 

Asisten II Setda Blora Hariyanto menjanjikan akan membuat surat kepada direktur utama Pertamina. Dan mempertemukan dengan perwakilan serikat buruh. “Kami mempunyai itikad membantu semua, mengagendakan pertemuan dirut dan komisaris utama. Namun sebelum itu perlu didahului surat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kasihan Nenek Ini, Sakit Diabetes Hidupnya Menggelandang

Terkait tuntutan buruh, Hariyanto memastikan tuntutan buruh berharap terealisasi akhir bulan ini. Seperti pembayaran upah sempat dihitung pihak buruh sekitar Rp 2,5 miliar. Menurutnya, jumlah tersebut bagi perusahaan minyak dan gas migas adalah angka yang kecil. 

“Kami upayakan akan segera ada pertemuan, karena buruh sudah sejak lama tidak mendapatkan haknya. Sekitar tahun 2017 lalu,” ungkapnya. (luk)

BLORA, Radar Bojonegoro – Sekitar 30 buruh tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Blora berujuk rasa kemarin (19/1). Mereka menuntut kejelasan upah belum dibayar oleh perusahaan menjadi vendor rekanan dari Pertamina. Pemkab Blora melalui asisten II setda yang menemui pengunjukrasa akan menyurati direktur utama (dirut) Pertamina.

Ketua KASBI Blora Agung Pujo menjelaskan, aksi dilakukan terus jika tuntutan dari buruh tidak segera dipenuhi. Ia mengaku sudah menyuarakan hak buruh sejak 2017 lalu hingga saat ini tidak kunjung ada titik terang. “Kali ini unjuk rasa kami tujukan kantor bupati untuk menjembatani agar segera menemukan jalan keluar,” katanya kemarin (19/1).

Pujo menjelaskan, ingin meminta upah dari sekitar 300 buruh yang belum dibayarkan oleh PT Caraka Perdana Megah, yang merupakan pengganti dari PT Geo Cepu Indonesia (GCI) yang dinyatakan pailit.  Tidak hanya itu buruh juga menuntut pembayaran BPJS, jaminan hari tua, dan tabungan simponi. 

Baca Juga :  Di Blora 64 Kafe dan Karaoke Tak Kantongi Izin

“Sebelum diganti PT GCI meninggalkan permasalahan bagi buruh,” terangnya.

Menurut Pujo, permasalahan melilit buruh sudah jelas dan diketahui kedua belah pihak. Sehingga unjuk rasa kali ini ingin memperjelas tuntutan. Dan berharap pemkab dan DPRD menemukan dengan direktur utama Pertamina. “Jika tidak melibatkan pusat tuntutan kami tidak akan terealisasi,” ungkapnya.

Setelah orasi di depan kantor bupati, serikat buruh diajak audiensi bersama pemkab diwakili dinas perindustrian dan ketenagakerjaan, asisten dua. 

Asisten II Setda Blora Hariyanto menjanjikan akan membuat surat kepada direktur utama Pertamina. Dan mempertemukan dengan perwakilan serikat buruh. “Kami mempunyai itikad membantu semua, mengagendakan pertemuan dirut dan komisaris utama. Namun sebelum itu perlu didahului surat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Anak Hydrocephalus Dirujuk ke Jogjakarta

Terkait tuntutan buruh, Hariyanto memastikan tuntutan buruh berharap terealisasi akhir bulan ini. Seperti pembayaran upah sempat dihitung pihak buruh sekitar Rp 2,5 miliar. Menurutnya, jumlah tersebut bagi perusahaan minyak dan gas migas adalah angka yang kecil. 

“Kami upayakan akan segera ada pertemuan, karena buruh sudah sejak lama tidak mendapatkan haknya. Sekitar tahun 2017 lalu,” ungkapnya. (luk)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/