alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Sumber Bau Minyak Mulai Dikosongkan

CEPU – Limbah minyak dari crude oil main gathering station (MGS) Menggung akhirnya dikuras. Pengurasan yang disaksikan warga Desa Ngelo dan dinas lingkungan hidup (DLH) ini tak semua. Tersisa 10 persen limbah. Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Heru Irianto mengatakan, sisa limbah belum terkuras menyisakan sludge atau limbah minyak mentah bentuk lumpur mengendap yang mengeras. Untuk bisa diangkat memerlukan cairan. ‘’Kalau sekarang masih tinggal sludge untuk dibuang,’’ ujarnya.

Setelah pengurasan selesai, Pertamina akan melakukan pengaplikasian treatment yang sempat dites beberapa waktu lalu. Tes treatment chemical (kimiawi) dan mechanikal pada (22/11) lalu. Dan, Jumat (15/12) lalu Pertamina melakukan pengurasan limbah minyak di MGS Menggung. 

Baca Juga :  Minta Ganti Rugi, Dampak Getaran Picu Rumah Retak

Kepala DLH Blora Dewi Tedjowati mengatakan, setelah pengurasan menyisakan endapan. Saat dirinya bersama warga memasuki tempat pengurasan limbah, sudah tidak lagi berbau gas. Hanya, menyisakan bau khas minyaknya. 

Beberapa titik di dalam MGS Menggung sudah ditanamai tanaman. Pertamina juga melakukan pemeriksanaan kesehatan kepada masyarakat sekitar MGS Menggung. ‘’Saat ini sudah cukup, dan ini termasuk penanganan jarak dekatnya,’’ ujarnya.

Meski sudah dilakukan pengurasan, kata Dewi, Pertamina perlu memberikan adanya bak kontrol yang ada di drainase MGS Menggung. Ini agar ari dari limbah minyak saat masuk dalam drainase umum sudah air murni.Badan Purwanto warga Kelurahan Ngelo mengatakan, untuk tahapan ini dirinya tetap menunggu pengurasan kolam penampungan itu benar-benar habis.

Baca Juga :  Menunggu Kepastian Jadwal CAT

CEPU – Limbah minyak dari crude oil main gathering station (MGS) Menggung akhirnya dikuras. Pengurasan yang disaksikan warga Desa Ngelo dan dinas lingkungan hidup (DLH) ini tak semua. Tersisa 10 persen limbah. Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Heru Irianto mengatakan, sisa limbah belum terkuras menyisakan sludge atau limbah minyak mentah bentuk lumpur mengendap yang mengeras. Untuk bisa diangkat memerlukan cairan. ‘’Kalau sekarang masih tinggal sludge untuk dibuang,’’ ujarnya.

Setelah pengurasan selesai, Pertamina akan melakukan pengaplikasian treatment yang sempat dites beberapa waktu lalu. Tes treatment chemical (kimiawi) dan mechanikal pada (22/11) lalu. Dan, Jumat (15/12) lalu Pertamina melakukan pengurasan limbah minyak di MGS Menggung. 

Baca Juga :  Minta Ganti Rugi, Dampak Getaran Picu Rumah Retak

Kepala DLH Blora Dewi Tedjowati mengatakan, setelah pengurasan menyisakan endapan. Saat dirinya bersama warga memasuki tempat pengurasan limbah, sudah tidak lagi berbau gas. Hanya, menyisakan bau khas minyaknya. 

Beberapa titik di dalam MGS Menggung sudah ditanamai tanaman. Pertamina juga melakukan pemeriksanaan kesehatan kepada masyarakat sekitar MGS Menggung. ‘’Saat ini sudah cukup, dan ini termasuk penanganan jarak dekatnya,’’ ujarnya.

Meski sudah dilakukan pengurasan, kata Dewi, Pertamina perlu memberikan adanya bak kontrol yang ada di drainase MGS Menggung. Ini agar ari dari limbah minyak saat masuk dalam drainase umum sudah air murni.Badan Purwanto warga Kelurahan Ngelo mengatakan, untuk tahapan ini dirinya tetap menunggu pengurasan kolam penampungan itu benar-benar habis.

Baca Juga :  Persoalan Limbah, PT BMI Minta Diawasi Warga

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/