alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Bencana Longsor Ancam Rumah dan Masjid

BLORA – Hujan lebat yang terus menguyur wilayah Blora mengakibatkan terjadinya bencana longsor yang mengancam rumah warga dan fasilitas umum. Diantaranya, longsor membuat jalan penghubung dua desa yakni Desa Sidomulyo dan Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo ambles sepanjang 50 meter. Selain itu, membuat tiga rumah warga yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi longsor juga terancam ikut amblas. Adapun tiga rumah itu milik Kamdi, Jasman, dan Sumarni.   

Kamdi, salah satu pemilik rumah yang terancam longsor mengatakan, dirinya selalu was-was karena tanah longsor ini terus bergerak mendekati rumahnya. Bahkan saat ini tembok dan lantai rumahnya mulai retak-retak dan terancam ambruk. ‘’Setiap hari saya merasa was-was saja,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Setiap Hujan Hanya Waswas Longsor

Sumarni, warga yang lain mengatakan, melihat longsor yang terus melebar, sebenarnya dirinya dan beberapa warga lain sudah berusaha menahan longsor dengan menancapkan bambu dan kayu untuk keamanan. Tapi tanah longsor masih semakin melebar apalagi saat terjadi hujan. Dia khawatir akan terjadi longsor susulan dan membuat rumahnya akan amblas. 

Meski rumah mereka mengalami kerusakan akibat tanahnya longsor, tapi tetap saja Sumarni dan dua warga lain nekat bertahan di rumah masing-masing. Karena dia mengaku tidak memiliki biaya untuk beli tanah untuk pindah rumah. ‘’Saya tidak punya uang untuk beli tanah,’’ keluhnya.

Kepala Desa Sidomulyo, Rosidi mengatakan longsor yang mengancam tiga rumah warganya memang terus melebar. Dia menuturkan, longsoran tersebut awalnya hanya sekitar 30 meter. Karena longsor terus bergerak kini lebarnya mencapai sekitar 55 meter. Bahkan beberapa pohon ambruk dekat jalan. ‘’Kondisi ini sudah kami laporkan ke Pak Camat dan Pemkab, mudah-mudahan segera mendapat perhatian perbaikan,’’ harapnya.

Baca Juga :  Terlalu Tajam, Tikungan Jalan Ronggolawe Dirombak

Sementara itu, di Desa Keser Kecamatan Tunjungan, karena kondisi hujan yang terus mengguyur juga membuat tembok penahan lahan parkir masjid Baiturohim desa setempat  ambrol. 

Romadhon, takmir Masjid setempat mengatakan, longsor tersebut disebabkan adanya banjir bandang sungai keser yang membuat tembok penahan tersebut ambrol.  ‘’Sementara ini dipasang bambu untuk menahan. Warga harus berhati-hati saat di Masjid,’’ ujarnya. 

BLORA – Hujan lebat yang terus menguyur wilayah Blora mengakibatkan terjadinya bencana longsor yang mengancam rumah warga dan fasilitas umum. Diantaranya, longsor membuat jalan penghubung dua desa yakni Desa Sidomulyo dan Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo ambles sepanjang 50 meter. Selain itu, membuat tiga rumah warga yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi longsor juga terancam ikut amblas. Adapun tiga rumah itu milik Kamdi, Jasman, dan Sumarni.   

Kamdi, salah satu pemilik rumah yang terancam longsor mengatakan, dirinya selalu was-was karena tanah longsor ini terus bergerak mendekati rumahnya. Bahkan saat ini tembok dan lantai rumahnya mulai retak-retak dan terancam ambruk. ‘’Setiap hari saya merasa was-was saja,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Terbakar, SMPN 2 Blora Terancam Tak Ikuti UNBK

Sumarni, warga yang lain mengatakan, melihat longsor yang terus melebar, sebenarnya dirinya dan beberapa warga lain sudah berusaha menahan longsor dengan menancapkan bambu dan kayu untuk keamanan. Tapi tanah longsor masih semakin melebar apalagi saat terjadi hujan. Dia khawatir akan terjadi longsor susulan dan membuat rumahnya akan amblas. 

Meski rumah mereka mengalami kerusakan akibat tanahnya longsor, tapi tetap saja Sumarni dan dua warga lain nekat bertahan di rumah masing-masing. Karena dia mengaku tidak memiliki biaya untuk beli tanah untuk pindah rumah. ‘’Saya tidak punya uang untuk beli tanah,’’ keluhnya.

Kepala Desa Sidomulyo, Rosidi mengatakan longsor yang mengancam tiga rumah warganya memang terus melebar. Dia menuturkan, longsoran tersebut awalnya hanya sekitar 30 meter. Karena longsor terus bergerak kini lebarnya mencapai sekitar 55 meter. Bahkan beberapa pohon ambruk dekat jalan. ‘’Kondisi ini sudah kami laporkan ke Pak Camat dan Pemkab, mudah-mudahan segera mendapat perhatian perbaikan,’’ harapnya.

Baca Juga :  Jokowi Janji Menambah Landasan Terbang

Sementara itu, di Desa Keser Kecamatan Tunjungan, karena kondisi hujan yang terus mengguyur juga membuat tembok penahan lahan parkir masjid Baiturohim desa setempat  ambrol. 

Romadhon, takmir Masjid setempat mengatakan, longsor tersebut disebabkan adanya banjir bandang sungai keser yang membuat tembok penahan tersebut ambrol.  ‘’Sementara ini dipasang bambu untuk menahan. Warga harus berhati-hati saat di Masjid,’’ ujarnya. 

Artikel Terkait

Most Read

SMAN 4 Tuban Goes to E-Learning Education

Mansyaul Huda Jawara LSN 2019

Mayoritas untuk Minoritas

Artikel Terbaru


/