alexametrics
24 C
Bojonegoro
Saturday, May 28, 2022

Pelayanan Haji Tak Perlu ke Luar Kota

BLORA – Tata kelola haji seharusnya mementingkan sisi lokal. Pelayanan haji idealnya dilakukan di Blora sendiri untuk mempermudah jamaah haji. Bupati Blora Djoko Nugroho mencontohkan, untuk suntik imunisasi jamaah haji selama ini di Juwana, Pati. 

Seharusnya bisa di lakukan di Blora sendiri. ‘’Masak kalau suntik harus jauh-jauh di Juwana,’’ kritik bupati ketika menemui para calon jamaah haji (CJH) di pendapa rumah, kemarin (18/7). 

Kokok sapaan akrabnya juga menyoroti seragam batik CJH atau umrah dari Blora. Selama ini selalu memakai batik bukan khas Blora. Padahal, setiap pemberangkatan haji bisa menggunakan batik Blora sendiri. Ini lebih mengenalkan batik khas Blora. Sehingga dia meminta biro-biro umrah untuk mengganti batik pemberangkatan dengan khas Blora. 

Baca Juga :  Tembus 4,5 Miliar, Tunggakan Pajak di Blora Bikin Geleng Geleng!

Tak hanya itu, Kokok juga meminta kepada petugas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Blora terkait kekosongan bangku kuota haji, karena mengundurkan diri, jangan diberikan kabupaten atau kota lain. Lebih baik diberikan CJH asal Blora sendiri.

Dia menemukan jika ada kekosongan kuota CJH, justru diberikan kabupaten lain. ‘’Seharusnya diganti mereka yang berada di urutan bawahnya yang sudah mengantre,’’ tegasnya saat penutupan manasik haji.

Kepala Kemenag Blora Nuril Anwar mengatakan, permintaan bupati itu sangat realistis. Pihaknya akan menindaklanjuti. Setidaknya terealisasi tahun ini atau 2018 nanti. Tetapi, terkait kekosongan, itu masuk kuota provinsi. Jika ada kekosongan di kota/kabupaten, pasti akan diisi urutan selanjutnya dari urutan provinsi, bukan dari Blora. 

Baca Juga :  Mengaku Dibegal, Malah Diamankan Polisi

‘’Nanti saat ada rapat antara kepala Kemenag se-Indonesia, usulan Bupati akan saya sampaikan. Jadi bukan lagi kuota provinsi, tapi menjadi kuota daerah,’’ jelasnya.

Terkait harus memakai batik Blora, kata Nuril, tidak bisa, karena sudah arahan pemerintah pusat. ‘’Tapi kalau batik Blora dibuat ganti saat di Makkah tidak masalah,’’ imbuhnya.

BLORA – Tata kelola haji seharusnya mementingkan sisi lokal. Pelayanan haji idealnya dilakukan di Blora sendiri untuk mempermudah jamaah haji. Bupati Blora Djoko Nugroho mencontohkan, untuk suntik imunisasi jamaah haji selama ini di Juwana, Pati. 

Seharusnya bisa di lakukan di Blora sendiri. ‘’Masak kalau suntik harus jauh-jauh di Juwana,’’ kritik bupati ketika menemui para calon jamaah haji (CJH) di pendapa rumah, kemarin (18/7). 

Kokok sapaan akrabnya juga menyoroti seragam batik CJH atau umrah dari Blora. Selama ini selalu memakai batik bukan khas Blora. Padahal, setiap pemberangkatan haji bisa menggunakan batik Blora sendiri. Ini lebih mengenalkan batik khas Blora. Sehingga dia meminta biro-biro umrah untuk mengganti batik pemberangkatan dengan khas Blora. 

Baca Juga :  Tembus 4,5 Miliar, Tunggakan Pajak di Blora Bikin Geleng Geleng!

Tak hanya itu, Kokok juga meminta kepada petugas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Blora terkait kekosongan bangku kuota haji, karena mengundurkan diri, jangan diberikan kabupaten atau kota lain. Lebih baik diberikan CJH asal Blora sendiri.

Dia menemukan jika ada kekosongan kuota CJH, justru diberikan kabupaten lain. ‘’Seharusnya diganti mereka yang berada di urutan bawahnya yang sudah mengantre,’’ tegasnya saat penutupan manasik haji.

Kepala Kemenag Blora Nuril Anwar mengatakan, permintaan bupati itu sangat realistis. Pihaknya akan menindaklanjuti. Setidaknya terealisasi tahun ini atau 2018 nanti. Tetapi, terkait kekosongan, itu masuk kuota provinsi. Jika ada kekosongan di kota/kabupaten, pasti akan diisi urutan selanjutnya dari urutan provinsi, bukan dari Blora. 

Baca Juga :  Selama Ramadan, Kuota Elpiji Ditambah Lima Persen

‘’Nanti saat ada rapat antara kepala Kemenag se-Indonesia, usulan Bupati akan saya sampaikan. Jadi bukan lagi kuota provinsi, tapi menjadi kuota daerah,’’ jelasnya.

Terkait harus memakai batik Blora, kata Nuril, tidak bisa, karena sudah arahan pemerintah pusat. ‘’Tapi kalau batik Blora dibuat ganti saat di Makkah tidak masalah,’’ imbuhnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/